Bali WartaGlobalBali. Id, Beberapa hari yang lalu, masyarakat pengguna transportasi publik di Bali, terutama Trans Metro Dewata (TMD), mendapatkan angin segar. I Wayan Koster; Gubernur Bali 2025 – 2030, mengeluarkan pernyataan yang cukup menyejukkan terkait kelanjutan operasional bus TMD. “Sekarang persiapan tender operasinya. Begitu tanda tangan kesepakatan, mudah-mudahan akhir April 2025 sudah mulai beroperasi,” kata beliau saat Rapat Koordinasi Pemerintahan Daerah Provinsi, Kota dan Kabupaten se-Bali di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Rabu 12 Maret 2025 lalu.
Forum Diskusi Transportasi Bali (FDTB), adalah sebuah forum diskusi lintas komunitas tentang transportasi publik di Bali, mengapresiasi pernyataan bapak gubernur ini. FDTB melihat urgensi kebutuhan masyarakat Bali akan transportasi umum yang murah, nyaman, aman dan berkeadilan sudah sangat mendesak. Ibu Dyah Rooslina, selaku penggagas Petisi “Lanjutkan Operasional Bus Trans Metro Dewata Sebagai Transportasi Publik di Bali,” yang juga anggota FDTB mengatakan bahwa yang menandatangani petisi ini terus bertambah setiap harinya. “Sekarang sudah menembus angka lebih dari 25.000. Ini pertanda bahwa masyarakat sangat membutuhkan transportasi publik, khususnya Trans Metro Dewata,” jelas Ibu Dyah lebih lanjut.
Berhentinya operasionalisasi TMD sejak 1 Januari 2025, memang memberikan dampak yang sangat nyata. Ibu Jero Puri, seorang penyandang disabilitas netra yang juga anggota FDTB menuturkan lonjakan pengeluaran untuk transportasi sangat tinggi. “Dulu saat ada TMD, pengeluaran saya untuk transportasi sekitar Rp.300.000,- per bulan. Sekarang, saya bisa habis 2 juta rupiah,” keluhnya. “Saya harus menekan biaya makan dan pengeluaran kebutuhan lainnya,” jelasnya lirih. Sebagai seorang disabilitas netra yang berprofesi sebagai pemijat, Ibu Jero Puri seringkali dipanggil memijat di beberapa daerah, mulai dari Gianyar, Badung hingga Tabanan. Saat beroperasi, TMD memberikan tarif khusus untuk pelajar, penyandang disabilitas dan lansia sebesar Rp.2000,- . Sebuah nominal yang sangat bersahabat bagi rakyat kecil. Selain itu dalam bus TMD juga ada penanda suara yang memberikan penjelasan kepada penumpang saat sampai di halte satu dan halte yang lainnya. Infrasruktur ini sangat membantu penyandang disabilitas netra seperti Ibu Jero Puri.
Sebagai layanan transportasi publik, infrastruktur dalam bus TMD dirasakan cukup nyaman oleh para penumpang. Ngurah Termana, seorang pekerja swasta, yang juga aktif di FDTB, mengatakan “Harus diakui TMD telah berhasil menjadi acuan bagaimana pelayanan transportasi publik yang baik di Bali. Bersih, nyaman, sejuk, aman, harga yang diberikan juga terjangkau, serta koridor yang dilayani juga cukup strategis. Hal-hal seperti ini yang membuat masyarakat merasa kehilangan saat TMD berhenti beroperasi,” jelasnya.
Selain memberikan dampak yang nyata untuk mobilitas warganya, TMD juga salah satu strategi untuk mengurangi kemacetan di Bali. Ketiadaan transportasi publik, membuat masyarakat Bali sangat menggantungkan mobilitasnya pada kendaraan pribadi. Semakin banyak kendaraan pribadi, tentu akan semakin memperparah kondisi kemacetan di Bali, dan tentu kemacetan bukanlah visual dan kondisi yang hendak Bali berikan kepada para wisatawan yang mengunjungi Pulau Dewata. Selain itu, dengan adanya transportasi publik yang mumpuni, akan mengurangi polusi udara yang disebabkan emisi dari kendaraan bermotor serta menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, masyarakat menunggu realisasi janji Gubernur Bali untuk mengoperasikan Trans Metro Dewata di bulan April 2025. Bukankah salah satu indikator daerah atau negara yang maju adalah tersedianya layanan transportasi publik?
Ketika Jurnalis Indonesia meminta konfirmasi kepada salah satu penggunaan TMD 'Kami sedih keadaan seperti ini dimana pencarian kami terganggu serta perputaran pendapatan sangat menurun ujar Tukinah penjual baju keliling
Apalagi Bali sebagai daerah tujuan wisata internasional sudah seharusnya memiliki transportasi publik yang mumpuni.
#TMD Kembalikan
#Presiden RI
#MentriPerhubungan
#DPRRI
#DascoGrindra
#WartaglobalBali
KALI DIBACA