WHO: Israel Disebut Hambat 60 Persen Peralatan Medis ke Gaza, Layanan Kesehatan Terancam Runtuh - Warta Global Bali

Mobile Menu

Klik

Raning Taxt Berita

Memuat berita...

More News

logoblog

WHO: Israel Disebut Hambat 60 Persen Peralatan Medis ke Gaza, Layanan Kesehatan Terancam Runtuh

Thursday, 15 October 2026


Poto Istimewa : Afkan 
GAZA, WartaGlobal.Id – Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina, kian mengkhawatirkan. Akses terhadap peralatan medis dan obat-obatan dilaporkan masih menghadapi berbagai hambatan, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah tercapai. 

Kondisi ini memperburuk tekanan terhadap sistem pelayanan kesehatan yang selama ini berjuang memenuhi kebutuhan warga di tengah konflik berkepanjangan.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyoroti rumitnya prosedur perizinan yang harus dilalui untuk memasukkan peralatan medis ke Gaza. Hambatan administratif tersebut dinilai berpotensi memperlambat penyaluran bantuan yang sangat dibutuhkan rumah sakit dan fasilitas kesehatan setempat.

Dalam konferensi pers Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membahas krisis kemanusiaan di sejumlah kawasan konflik, pejabat WHO untuk Palestina, Reinhilde van De Weerd, menyampaikan bahwa proses mendapatkan persetujuan pengiriman peralatan medis semakin sulit.

Menurut keterangan yang disampaikan, prosedur penyaringan administrasi berdasarkan ketentuan terbaru dapat memakan waktu sedikitnya dua setengah bulan. Lamanya proses tersebut menjadi persoalan serius, mengingat kebutuhan medis warga Gaza terus meningkat di tengah keterbatasan fasilitas, obat-obatan, dan perlengkapan kesehatan.

Van De Weerd juga membantah anggapan bahwa prosedur pengiriman bantuan medis telah mengalami pelonggaran. Ia menilai persyaratan yang diberlakukan justru terus berubah dan semakin rumit dalam setiap pengajuan.

“Kenyataannya, syarat-syarat itu terus berubah dan semakin rumit di setiap pengajuannya,” demikian pernyataan yang dikutip dalam laporan tersebut.

Hambatan Bantuan Memperburuk Krisis Kesehatan

Keterlambatan masuknya peralatan medis berisiko menghambat pelayanan bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera. Rumah sakit memerlukan pasokan yang memadai untuk menjalankan berbagai layanan, mulai dari operasi, perawatan pasien dengan penyakit kronis, hingga penanganan korban luka akibat konflik.

Dalam situasi darurat kemanusiaan, waktu menjadi faktor penting. Proses perizinan yang berlangsung berbulan-bulan dapat membuat kebutuhan mendesak tidak terpenuhi tepat waktu, terutama apabila fasilitas kesehatan harus bekerja dengan persediaan yang terbatas.

Kondisi tersebut juga menambah beban tenaga medis yang tetap berupaya memberikan pelayanan di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.

Gencatan Senjata Belum Menjamin Akses Medis

Persoalan akses bantuan medis menunjukkan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan kemanusiaan di Gaza. Kelancaran distribusi bantuan, kepastian prosedur perizinan, serta ketersediaan peralatan medis tetap menjadi tantangan penting.

Diperlukan langkah konkret untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat masuk secara aman, cepat, dan berkelanjutan. Koordinasi antara pihak-pihak terkait juga menjadi faktor penting agar kebutuhan dasar warga sipil, khususnya layanan kesehatan, tidak terus terhambat.

Krisis ini kembali menegaskan pentingnya perlindungan terhadap fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan warga sipil sesuai prinsip-prinsip hukum humaniter internasional.

Di tengah kondisi yang semakin mengkhawatirkan, masyarakat internasional diharapkan terus mendorong terbukanya akses kemanusiaan ke Gaza, termasuk memastikan pengiriman obat-obatan dan peralatan medis dapat berlangsung tanpa hambatan yang tidak semestinya.

Afkan.
Memuat konten...