
Maumere, wartaglobalbali.id – Ada yang berbeda dalam penyambutan bulan suci Ramadan tahun ini. Bukan sekadar persiapan lahir batin, tapi ada cerita haru sekaligus heroik yang datang dari Flores. Seorang biarawati Katolik, Suster Ika, sukses menyelamatkan 13 perempuan asal Jawa Barat dari cengkeraman sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Maumere, Nusa Tenggara Timur. Dan berkat gerak cepat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mereka kini bisa menghirup udara bebas dan bersiap merayakan Ramadan bersama keluarga di kampung halaman.


Kisah ini bermula jauh sebelum Ramadan, tepatnya pada 21 Januari 2026. Saat itu, 13 perempuan asal Bandung, Cianjur, Karawang, dan Purwakarta berhasil dievakuasi oleh Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) yang dipimpin langsung oleh Suster Ika. Bayangkan, seorang suster dengan jubah putihnya nego-nego dengan para pelaku di tempat hiburan malam Maumere. Tanpa peduli beda keyakinan, yang ada di hatinya cuma satu: selamatkan mereka!

"Kami nggak lihat agamanya apa, yang penting mereka anak bangsa yang harus pulang dengan selamat," kira-kira begitu kata hati Suster Ika sambil mungkin minum kopi Flores favoritnya.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polda Jawa Barat pada 3 Februari 2026 dengan nomor LP B1322026 SPKT. Begitu Gubernur Dedi Mulyadi—yang akrab disapa KDM—mendengar kabar ini, tangannya langsung bergerak cepat mengangkat telepon. Bukan buat nelpon pacar, tapi nelpon Suster Ika dan para korban langsung!
"Dari komunikasi saya, mereka sehat dan aman. Terima kasih Suster Ika, ini bentuk nyata kasih sayang lintas iman," ujar KDM dengan logat khasnya sambil mungkin mengusap air mata haru.
Kabar gembiranya, Polda Jabar kini tengah berkoordinasi dengan Polres Sikka untuk proses penjemputan resmi. Targetnya? Para korban bisa tiba di Jawa Barat sebelum Ramadan tiba. Dengan begitu, mereka bisa berkumpul dengan keluarga, bersiap menyambut bulan penuh ampunan—meskipun mungkin sambil nahan gemeter mikirin trauma, tapi setidaknya di rumah sendiri.

"Ini kado terindah sebelum Ramadan. Terima kasih Suster Ika, terima kasih Gubernur! Kalau bukan sekarang, kapan lagi kita bisa lihat biarawati jadi pahlawan buat saudara-saudarinya yang akan puasa?" ujar salah satu warga Karawang yang ikut terharu.
Jadi, jelang Ramadan tahun ini, kita punya satu alasan tambahan untuk bersyukur: kebaikan nggak pernah pilih-pilih agama. Selamat ya buat para korban yang selamat! Dan salut buat Suster Ika, biarawati super yang nggak cuma jago urusan doa, tapi juga aksi nyata di lapangan. (MCB)
KALI DIBACA

