Aksi di Polda Banten, Gerakan Bhinneka Tunggal Ika Tegaskan: Indonesia Rumah Kita Semua - Warta Global Bali

Mobile Menu

Klik

Raning Taxt Berita

Memuat berita...

More News

logoblog

Aksi di Polda Banten, Gerakan Bhinneka Tunggal Ika Tegaskan: Indonesia Rumah Kita Semua

Wednesday, 14 October 2026


Foto istimewa
SERANG, BANTEN — Wartaglobal.id Gerakan Bhinneka Tunggal Ika menggelar aksi solidaritas di depan Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Banten, Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani, Serang, Rabu (14/10/2026). Aksi tersebut menyuarakan penolakan terhadap intoleransi sekaligus mendesak aparat penegak hukum memastikan perlindungan hak konstitusional setiap warga negara tanpa diskriminasi.

Dalam aksi itu, massa menyampaikan pesan tegas bahwa persatuan bangsa tidak cukup dipertahankan melalui slogan. Negara harus membuktikan komitmennya melalui tindakan nyata dalam menjamin kebebasan beragama dan beribadah, memberikan kepastian hukum, serta melindungi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang keyakinan.

Bagi Gerakan Bhinneka Tunggal Ika, intoleransi bukan sekadar persoalan perbedaan pandangan. Lebih dari itu, persoalan tersebut menyangkut penghormatan terhadap hak asasi manusia, rasa aman dalam menjalankan ibadah, dan tanggung jawab negara dalam mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam orasinya, salah satu peserta aksi, Muhammad Reafan, menegaskan bahwa perjuangan melawan intoleransi harus berangkat dari kecintaan terhadap bangsa dan komitmen menjaga perdamaian.

“Yang paling utama, saya adalah anak bangsa yang mencintai kedamaian,” ujar Reafan di hadapan massa aksi.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan agama, keyakinan, maupun latar belakang sosial sebagai alasan untuk membangun sekat antarsesama warga negara.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga kerukunan demi masa depan generasi mendatang.

“Hari ini kita berjuang hanya untuk satu tujuan, yaitu menciptakan kedamaian bagi anak dan cucu kita di masa depan. Sebab, kedamaian dan kerukunan merupakan hak seluruh warga negara Indonesia,” katanya.

Pesan tersebut menjadi inti perjuangan Gerakan Bhinneka Tunggal Ika: keberagaman harus dirawat sebagai kekuatan bangsa, bukan dijadikan alasan untuk membatasi hak orang lain.

Negara Diminta Hadir, Jangan Biarkan Intoleransi Menggerus Kebinekaan

Dalam rangkaian orasi, massa mengingatkan bahwa Indonesia berdiri di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan berbagai identitas masyarakat yang hidup berdampingan.

Semangat persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa, termasuk melalui Sumpah Pemuda, dinilai harus terus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Karena itu, menjaga kebinekaan tidak boleh berhenti pada seruan moral maupun peringatan seremonial. Diperlukan langkah konkret untuk memastikan bahwa setiap warga negara memperoleh perlindungan hukum yang setara.

“Hari ini, tugas pemuda dan pemudi Indonesia hanya satu: melawan intoleransi dan merawat kebinekaan!” seru salah satu orator.

Massa juga mengajak berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas dalam memperjuangkan penghormatan terhadap hak-hak konstitusional warga negara.

Mereka menegaskan bahwa kebebasan beragama dan beribadah bukanlah pemberian kelompok tertentu, melainkan hak yang dijamin konstitusi dan wajib dihormati sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Desak Polri Tegakkan Hukum Secara Profesional dan Tanpa Diskriminasi

Penegakan hukum menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi tersebut. Gerakan Bhinneka Tunggal Ika meminta Polri memastikan setiap laporan mengenai dugaan intoleransi ditangani secara profesional, objekt

Reborn
Memuat konten...