𝙎𝙮𝙪𝙠𝙪𝙧 𝙙𝙖𝙣 𝙎𝙞𝙡𝙖𝙩𝙪𝙧𝙖𝙝𝙢𝙞 𝙇𝙞𝙣𝙩𝙖𝙨 𝘽𝙪𝙙𝙖𝙮𝙖 𝙙𝙞 𝘾𝙖𝙜𝙖𝙧 𝘽𝙪𝙙𝙖𝙮𝙖 𝙋𝙪𝙧𝙖 𝘿𝙖𝙡𝙚𝙢 𝙎𝙤𝙡𝙤, 𝘿𝙞𝙝𝙖𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙀𝙡𝙞𝙩𝙚 𝘿𝙋𝙍𝘿 𝙝𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙎𝙚𝙨𝙚𝙥𝙪𝙝 𝙆𝙚𝙧𝙖𝙩𝙤𝙣 - Warta Global Bali

Mobile Menu

Klik

Raning Taxt Berita

Memuat berita...

More News

logoblog

𝙎𝙮𝙪𝙠𝙪𝙧 𝙙𝙖𝙣 𝙎𝙞𝙡𝙖𝙩𝙪𝙧𝙖𝙝𝙢𝙞 𝙇𝙞𝙣𝙩𝙖𝙨 𝘽𝙪𝙙𝙖𝙮𝙖 𝙙𝙞 𝘾𝙖𝙜𝙖𝙧 𝘽𝙪𝙙𝙖𝙮𝙖 𝙋𝙪𝙧𝙖 𝘿𝙖𝙡𝙚𝙢 𝙎𝙤𝙡𝙤, 𝘿𝙞𝙝𝙖𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙀𝙡𝙞𝙩𝙚 𝘿𝙋𝙍𝘿 𝙝𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙎𝙚𝙨𝙚𝙥𝙪𝙝 𝙆𝙚𝙧𝙖𝙩𝙤𝙣

Monday, 17 August 2026
Foto : Para Tokoh Budaya berkumpul bersama di Cagar Budaya Pura Dalem Solo yang terletak di Dusun Aseman, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Badung, pada Sabtu (15/8)
Badung, wartaglobalbali.id – Suasana sakral, khidmat, namun tetap semarak menyelimuti kawasan Cagar Budaya Pura Dalem Solo yang terletak di Dusun Aseman, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Badung, pada Sabtu (15/8). Bertajuk syukur dan penguatan harmoni Nusantara, acara yang digagas oleh Lembaga Pelestarian Cagar Budaya Pura Dalem Solo bersama Paguyuban Kawulo Surakarta Hadiningrat (Pakasa) Bali ini sukses menjadi ajang silaturahmi akbar lintas budaya, adat, dan agama.

Pura yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan SK Departemen Kebudayaan dan Pariwisata serta SK Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung ini, diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-14. "Pura ini sudah terdaftar sebagai situs cagar budaya sejak tahun 2007 dan pada tahun 2016 telah diakui serta mendapatkan SK sebagai Pura Kahyangan Jagat," ungkap Anak Agung Sumerta selaku Ketua Lembaga Pelestarian Cagar Budaya Pura Dalem Solo.

Deretan Petinggi dan Budayawan Hadir Meriahkan

Kehadiran para tokoh elit dan sesepuh budaya turut membuat acara ini kian bergengsi. Hadir selaku Paranpara (Penasihat) PAKASA Bali, Zulfikar Wijaya S.E., yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Bali. Kehadirannya menunjukkan dukungan penuh dari legislatif terhadap upaya pelestarian cagar budaya dan penguatan toleransi di Pulau Dewata.

Tak ketinggalan, jajaran Sesepuh (Pembina) yang terdiri dari Kanjeng Raden Arya Tumenggung H. Sutrisno Cokrowijoyo S.T. serta Raden Ayu Diah Ismoyo Damayanti turut hadir memberikan wejangan. Sementara itu, Pangarso (Ketua) PAKASA Bali, Raden Tumenggung Danang Susetiyawan Pagarsopuro, juga tampak hadir mendampingi rombongan kerabat Keraton Surakarta Hadiningrat.

Dari sisi budayawan dan spiritualitas, acara ini juga dihadiri oleh para tokoh budaya seperti Romo Karim dari Rumah Nuswantoro, Romo Tjipta dari FKPPAI, serta Gus Andre dari Noto Akhlak. Kehadiran mereka turut memberikan warna kebangsaan dan nilai-nilai spiritual yang mendalam sepanjang jalannya acara.

Sebagai tuan rumah di tingkat desa, Perbekel Desa Sedang, I Nyoman Sulendra S.Sos., bersama Kelian Adat Ngurah Lanang Putra dan wakilnya I Gusti Ngurah Subali, turut menyambut hangat kedatangan seluruh tamu. Kerjasama yang solid antara pengempon pura dan pemerintah desa setempat menjadi kunci suksesnya pelaksanaan kegiatan akbar ini.

Rangkaian Acara yang Sarat Makna Filosofis

Acara dibuka dengan greting (sambutan hangat) dari Kanjeng Raden Tumenggung Rinto selaku MC kepada seluruh hadirin yang hadir dari berbagai unsur. Kemudian, seluruh peserta larut dalam khidmatnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada NKRI.

Puncak sambutan resmi disampaikan oleh Anak Agung Sumerta, yang juga merupakan keturunan pamangku pura, dilanjutkan dengan sambutan penuh pesan kebangsaan dari Kanjeng Raden Arya Tumenggung H. Sutrisno Cokrowijoyo S.T. selaku Pembina Pakasa Bali.

Foto : Romo Benny, rohaniawan Kristen memimpin doa keselamatan bagi Indonesia dan Pulau Bali
Doa Lintas Agama dan Tarian Penuh Cinta Kasih

Suasana semakin khusyuk saat persembahan umbul doa dari kerabat karuhun Pasundan, Kang Gugun, yang memanjatkan doa lintas leluhur. Dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Topeng Gunung Sari yang memukau, sebuah tarian sakral yang mengisahkan tentang cinta kasih yang tulus kepada pasangan, keluarga, sesama, dan tanah air.

Momen paling mengharukan terjadi saat Romo Benny, rohaniawan Kristen, memimpin doa bersama untuk keselamatan Indonesia, Pulau Bali, dan Pura Dalem Solo. Ini menjadi bukti nyata bahwa harmoni antar umat beragama di Bali tetap terjaga dengan indah.

Syukur Ultah dan Pemotongan Tumpeng

Acara seremonial ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur dari Pakasa, sekaligus perayaan hari jadi dua tokoh penting, yaitu Anak Agung Sumerta yang berulang tahun pada 11 Agustus, serta Anak Agung Artawijaya (Ajik Mangku Dalem Solo) yang berulang tahun pada 15 Agustus. Tumpeng kemudian diserahkan secara simbolis dari Keluarga Pura Dalem Solo kepada Pakasa Bali sebagai bentuk ikatan kekeluargaan yang erat.

Pesan Inspiratif dari Sesepuh Keraton

Dalam sesi pesan dan kesan, Ajik Susilo yang mewakili keluarga Puri menyampaikan harapan agar sinergi budaya Bali-Jawa terus terjaga. Sementara itu, Raden Ayu Diah Ismoyo Damayanti, perwakilan dari Kerabat Keraton Surakarta Hadiningrat, Mataram, turut memberikan wejangan inspiratif tentang pentingnya menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi.

Foto : Penampilan Reog Ponorogo dari Paguyuban Harimau Dewata dan Joyokusumo



Sebagai penutup yang spektakuler dan paling dinanti, Reog Ponorogo Harimau Dewata & Joyokusumo tampil dengan gegap gempita. Pagelaran besar yang digawangi langsung oleh Raden Tumenggung Deddy Setiawan Adipuro selaku ketua, bersama Mas Jiweng, ini berhasil memukau seluruh hadirin. Aksi singa barong bertabur ratusan bulu merak serta atraksi dadak merak yang memacu adrenalin menjadi penutup sempurna bagi rangkaian acara.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama, mempererat tali silaturahmi antar seluruh elemen masyarakat. Sebuah harmoni budaya Nusantara yang kembali terjalin indah, membuktikan bahwa Bali adalah rumah bagi semua. (MCB) 
Memuat konten...