Perkokoh Kedamaian, FKUB Badung Jadi Pilar Utama Penjaga Kesatuan dan Keamanan Daerah di Hari Kemerdekaan RI - Warta Global Bali

Mobile Menu

Klik

Raning Taxt Berita

Memuat berita...

More News

logoblog

Perkokoh Kedamaian, FKUB Badung Jadi Pilar Utama Penjaga Kesatuan dan Keamanan Daerah di Hari Kemerdekaan RI

Saturday, 15 August 2026

Foto : (kiri) Ketua FKUB Badung Bagus Alit Diciptakan sekaligus Wakil Bupati Badung dan (kanan) Sekretaris FKUB Badung Pdt. Jonathan Soeharto, SH, M.Th, C.Med, CPLA
Mangupura, Badung – Di tengah dinamika sosial dan pesatnya industri pariwisata global, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Badung dinilai memiliki peranan yang sangat strategis dalam menciptakan dan merawat kesatuan di Pulau Dewata. Sinergi antar tokoh agama yang tergabung dalam wadah ini terbukti ampuh dalam memitigasi potensi konflik serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut.

Bali, sebagai destinasi wisata internasional, tidak hanya menjadi rumah bagi masyarakat lokal dengan kearifan budayanya, tetapi juga menjadi titik temu berbagai bangsa, suku, ras, dan agama. Dalam kondisi majemuk ini, FKUB hadir sebagai jembatan dialog yang efektif untuk memastikan seluruh elemen masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai.

Peran Strategis di Tingkat Akar Rumput

Ketua FKUB Kabupaten Badung, Bagus Sucipta sekaligus sebagai wakil Bupati Badung, menyatakan bahwa peran serta seluruh umat beragama dalam menjaga stabilitas melalui pendekatan akar rumput sangatlah penting. Ia menekankan perlunya kebersamaan antara FKUB Provinsi Bali dengan seluruh FKUB kabupaten dan kota di Bali. Peran forum ini tidak hanya terbatas pada pertemuan formal di tingkat pimpinan, melainkan aktif turun langsung ke tengah masyarakat. Inilah peran aktif FKUB Badung dalam menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia ke - 81 yang sarat penuh makna. 

Foto : Bersama Tokoh-tokoh FKUB Bali
Melalui sosialisasi moderasi beragama dan edukasi berkelanjutan, FKUB berhasil menanamkan nilai-nilai toleransi kepada generasi muda dan komunitas adat. Beberapa peran konkret FKUB dalam menjaga keamanan meliputi:

· Deteksi Dini Potensi Konflik: Menyelesaikan kesalahpahaman antar kelompok secara kekeluargaan sebelum berkembang menjadi isu besar.
· Sinergi dengan Desa Adat: Berkolaborasi dengan Pecalang (satuan pengamanan tradisional Bali) dan pihak kepolisian dalam mengamankan hari besar keagamaan, seperti yang tergambar dalam rapat koordinasi Forkopimda yang melibatkan FKUB untuk menyikapi perayaan Nyepi dan Idul Fitri.
· Rekomendasi Kebijakan: Memberikan masukan strategis kepada pemerintah daerah terkait pendirian rumah ibadah demi kenyamanan bersama.

Apresiasi Pemerintah dan Dampak Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Badung bersama jajaran kepolisian memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi FKUB. Kehadiran FKUB dinilai telah memberikan sumbangsih besar dalam menjalin kerukunan antar umat beragama di tengah kehidupan yang multi-etnis dan multi-kultur. Bahkan, berdasarkan hasil survei, indeks kerukunan umat beragama di Badung mencapai angka 78,00, yang berada di atas rata-rata nasional.

Foto : Mengamen Beraya seluruh elemen FKUB Badung
Keharmonisan yang terjaga dengan baik ini berdampak langsung pada sektor ekonomi utama Bali, yaitu pariwisata. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyatakan bahwa pendapatan utama daerah bersumber dari sektor ini, sehingga situasi aman dan damai perlu terus dijaga bersama. Wisatawan domestik maupun mancanegara merasa aman berkunjung karena situasi kamtibmas yang selalu kondusif.

Dengan semangat Menyama Braya (konsep persaudaraan di Bali), FKUB berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh organisasi keagamaan dan pemerintah. Langkah ini memastikan Bali tetap menjadi contoh pemeliharaan kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia.

Dirgahayu NKRI ke-81, Tetap Jaya dan Diberkati Tuhan. (MCB) 
Memuat konten...