
DENPASAR – WartaGlobal.Id
Di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai wakil rakyat di tingkat pusat, Anggota Komisi IX DPR RI dari Daerah Pemilihan Bali, Tutik Kusuma Wardhani, S.E., M.M., M.Kes., hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah Ni Wayan Nyamplug, ibunda Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Bali sekaligus Ketua Komisi II DPRD Badung, I Made Sada.
Kehadiran Tutik dalam upacara Pitra Yadnya Ngaben Ngelanus pada Kamis (22/10/2026), di Krematorium Swarga Mangening-Tunon, Desa Adat Sanur, Denpasar, menjadi wujud empati dan solidaritas kepada keluarga yang sedang berduka.
Di tengah suasana khidmat, Tutik tampak berbaur bersama jajaran pengurus Partai Demokrat Bali. Pertemuan tersebut bukan sekadar menyampaikan belasungkawa, tetapi juga memperlihatkan arti penting kehadiran dan kepedulian antarkader ketika salah satu keluarga besar partai tengah kehilangan orang tercinta.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, dukungan moral di saat berduka memiliki makna tersendiri. Kehadiran rekan seperjuangan menjadi pengingat bahwa ikatan kemanusiaan dan kebersamaan tetap memiliki tempat penting di tengah padatnya agenda politik maupun tanggung jawab kelembagaan.
Duka, Empati, dan Pesan Kebersamaan
Dalam kesempatan tersebut, Tutik menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Ni Wayan Nyamplug. Ia turut memberikan dukungan kepada I Made Sada dan keluarga agar diberikan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
Momentum ini juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga komunikasi dan soliditas di internal Partai Demokrat Bali.
Arahan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengenai pentingnya merapatkan barisan dan menghindari perpecahan menjadi pengingat bahwa persatuan merupakan salah satu fondasi penting bagi partai politik dalam menjalankan perannya kepada masyarakat.
Soliditas tidak cukup dibangun melalui forum resmi dan agenda politik. Ia juga tumbuh melalui kepedulian, komunikasi yang terbuka, serta kesediaan hadir ketika sesama kader menghadapi masa sulit.
Di sinilah nilai kebersamaan menemukan maknanya: bukan hanya saat merayakan keberhasilan, melainkan juga ketika memberikan penghormatan terakhir kepada orang yang dicintai.
Konsolidasi yang Berangkat dari Kebersamaan
Tutik Kusuma Wardhani menilai kebersamaan dalam suasana tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarkader sekaligus membangun optimisme bagi perjalanan Partai Demokrat ke depan.
“Ini kesempatan kami untuk konsolidasi diri. Kebersamaan ini benar-benar membawa angin segar bagi Partai Demokrat ke depannya,” ucap Tutik.
Pernyataan itu menegaskan bahwa konsolidasi partai tidak selalu harus berlangsung dalam ruang rapat atau forum organisasi. Pertemuan dalam suasana kemanusiaan pun dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan, merawat kepercayaan, dan memperkuat semangat kebersamaan.
Pada akhirnya, penghormatan kepada almarhumah Ni Wayan Nyamplug bukan semata-mata kehadiran dalam sebuah upacara adat. Lebih dari itu, momen tersebut memperlihatkan bahwa empati dan solidaritas tetap menjadi nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi.
Di tengah perbedaan pandangan dan dinamika politik, kebersamaan yang dibangun melalui tindakan nyata menjadi modal berharga untuk menjaga persatuan dan menjalankan amanah kepada rakyat.

.jpg)