Wakapolda Bali Turun Mendengar! Driver Ojol Sampaikan Keluhan soal Kejahatan hingga Kemacetan - Warta Global Bali

Mobile Menu

Klik

Raning Taxt Berita

Memuat berita...

More News

logoblog

Wakapolda Bali Turun Mendengar! Driver Ojol Sampaikan Keluhan soal Kejahatan hingga Kemacetan

Wednesday, 21 October 2026

Foto istimewa


DENPASAR, BALI —Wartaglobal.id Kedekatan antara Polri dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi terbuka, kepedulian, dan kesediaan untuk mendengarkan suara masyarakat. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan silaturahmi Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., M.S.I., bersama para pengemudi ojek online (ojol) di Polsubsektor Diponegoro, Denpasar, Rabu (21/10/2026).

Berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog bagi para pengemudi ojol untuk menyampaikan aspirasi, berbagi pengalaman di lapangan, sekaligus membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Pulau Dewata.

Di balik aktivitas mereka yang setiap hari melintasi jalanan, para pengemudi ojol memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Mobilitas yang tinggi membuat mereka bersentuhan langsung dengan berbagai situasi di lapangan, sehingga pengalaman dan informasi yang dimiliki dapat menjadi masukan berharga dalam mendukung upaya pemeliharaan kamtibmas.

Dalam pertemuan tersebut, Wakapolda Bali menyimak berbagai aspirasi yang disampaikan para pengemudi ojol. Sejumlah persoalan turut menjadi perhatian, mulai dari dugaan praktik perjudian, kejahatan dengan modus hipnotis, pelanggaran lalu lintas yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA), hingga potensi kemacetan menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Berbagai masukan itu menjadi bagian penting dari dialog antara kepolisian dan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan tidak sekadar menjadi bahan pembicaraan, tetapi juga diharapkan dapat mendukung pemetaan persoalan serta menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Brigjen Pol. I Made Astawa menyambut baik masukan para pengemudi ojol dan menegaskan komitmen Polda Bali untuk menindaklanjuti berbagai persoalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Upaya tersebut antara lain melalui peningkatan patroli, penguatan koordinasi dengan instansi terkait, serta langkah-langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Dalam kesempatan itu, Wakapolda Bali juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan tindak pidana maupun gangguan kamtibmas melalui layanan Kepolisian 110, sehingga informasi yang diterima dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas sesuai prosedur.

Selain persoalan keamanan, perhatian juga diberikan terhadap pentingnya membangun lingkungan sosial yang aman dan ramah bagi anak-anak. Para pengemudi ojol, khususnya yang telah berkeluarga, diajak menanamkan nilai-nilai antiperundungan sejak dini, baik di lingkungan rumah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata tanggung jawab aparat kepolisian. Keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam membentuk generasi muda yang saling menghormati, peduli, serta terbebas dari perilaku perundungan.

Pertemuan ini juga memperlihatkan bahwa komunikasi yang baik dapat menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan. Ketika masyarakat memperoleh ruang untuk menyampaikan persoalan secara langsung, kepolisian memiliki kesempatan untuk memahami kebutuhan warga sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Sinergi dengan para pengemudi ojol diharapkan terus berkembang menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap hukum, kepedulian sosial, dan komunikasi yang terbuka, setiap elemen masyarakat dapat berkontribusi sesuai perannya masing-masing.

Melalui kegiatan silaturahmi tersebut, Polda Bali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat rasa saling percaya, dan tidak bersikap acuh terhadap persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

Sebab, keamanan yang berkelanjutan tidak hanya lahir dari kehadiran aparat, tetapi juga tumbuh dari kepedulian, kebersamaan, dan partisipasi masyarakat.

Dari ruang dialog yang sederhana, terbangun harapan besar: Polri semakin dekat dengan masyarakat, aspirasi semakin didengar, dan sinergi semakin kuat demi mewujudkan Bali yang Ajeg, Aman, Tenteram, dan Sejahtera.

Reborn
Memuat konten...