Menelusuri Jejak 30 Tahun GPT. Imamat Rajani: Dari Pertemuan Ilahi di Luk-luk Hingga Merayakan Seperempat Abad - Warta Global Bali

Mobile Menu

Klik

Raning Taxt Berita

Memuat berita...

More News

logoblog

Menelusuri Jejak 30 Tahun GPT. Imamat Rajani: Dari Pertemuan Ilahi di Luk-luk Hingga Merayakan Seperempat Abad

Monday, 2 November 2026
Foto : Puncak perayaan Anniversary ke-25 GPT. Imamat Rajani tahun ini mengusung tema besar "Decision to Maturity" Bersama Pengurus GPT. Imamat Rajani (atas) Minggu 1/11/2026


Badung, wartaglobalbali.id – Perjalanan sebuah jemaat lokal seringkali bermula dari titik-titik pertemuan yang sederhana, namun sarat akan makna. Hal inilah yang tergambar dalam Flashback perayaan 25 tahun GPT. Imamat Rajani. Meski secara resmi menapaki usia seperempat abad, akar historis jemaat ini ternyata telah tertanam jauh lebih dalam, menelusuri kembali hingga tahun 1996.

Sejarah tersebut memaparkan bahwa jika ditarik mundur ke belakang, total perjalanan GPT. Imamat Rajani sesungguhnya telah mencapai 30 tahun. Semuanya bermula pada tahun 1996, sebuah periode di mana Pdt. Hosea Supriadi, M.Th., yang saat itu masih berstatus sebagai pekerja di Pastory sekaligus anggota Majelis Jemaat GPT. Baithani Denpasar periode 1995-2000, memulai sebuah pencarian.

Bersama rekannya, Bapak Awiki, mereka menerima informasi mengenai sebuah keluarga anak Tuhan yang belum lama memiliki rumah dan tinggal di kawasan Luk-luk, tepatnya di banjar Perang. Pertemuan pertama dengan keluarga tersebut—yang terdiri dari Keluarga Ibu Mintarsih, sang Nenek, dan Sdri. Ruth Ika yang kala itu masih berstatus pelajar SMA—diakui sebagai sebuah "divine connection" atau pertemuan ilahi.

Foto : Pasca pertemuan bersejarah tersebut, aktivitas rohani mulai dibangun secara rutin di kediaman Ibu Mintarsih


Titik temu tersebut menjadi momentum krusial yang mempertemukan Keluarga Bapak Awiki, Keluarga Ibu Mintarsih, dan Pdm. Hosea Supriadi (masa itu). Dari kesepakatan pertemuan itu, mereka memutuskan untuk memulai sebuah perjalanan bersama yang kelak, dalam beberapa tahun berikutnya, melahirkan satu jemaat lokal baru.


Pasca pertemuan bersejarah tersebut, aktivitas rohani mulai dibangun secara rutin di kediaman Ibu Mintarsih. Kelompok kecil ini tidak hanya menjadwalkan doa puasa bersama setiap hari Selasa pukul 10.00 hingga 12.00, tetapi juga menggelar pertemuan mingguan. Pertemuan tersebut dirancang dalam format ibadah sel keluarga. Jika ditarik hitungannya, komunitas awal ini terdiri dari beberapa keluarga; 2 hingga 3 orang dari pihak P. Awiki, 3 orang dari Keluarga Mintarsih, serta Pdm. Hosea yang pada waktu itu masih melajang. Secara keseluruhan, cikal bakal jemaat ini pada awalnya hanya berjumlah sekitar 7 hingga 10 orang.

Dari jumlah yang terbilang kecil dan penuh kesederhanaan itulah, fondasi GPT. Imamat Rajani dibangun. Kisah ini menjadi saksi bisu bahwa perayaan 25 tahun yang digelar pada Minggu, 1 November 2026, bukan sekadar perayaan formalitas, melainkan sebuah refleksi atas perjalanan panjang, ketekunan, dan penyertaan yang bermula dari sekelompok kecil umat di Luk-luk, Badung.

Foto : Pemotongan tumpeng dan kue anniversary ke 25th diberikan kepada wakil gembala Ev. Maichel Benedictus (Romo Benny) dan segenap Pengurus GPT Imamat Rajani Dalung


Puncak Perayaan: "Decision to Maturity"

Puncak perayaan Anniversary ke-25 GPT. Imamat Rajani tahun ini mengusung tema besar "Decision to Maturity". Ibadah syukur yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Ev. Devy Aditya, S.H., M.Th. Dalam khotbahnya, disampaikan bahwa 25 tahun perjalanan adalah bukti kesetiaan Tuhan yang luar biasa. "Kini saatnya kita terus bertumbuh, semakin dewasa dalam iman, dan melangkah bersama menuju musim yang baru," pesan yang disampaikan kepada seluruh jemaat.

Rangkaian ibadah Anniversary yang berlangsung pada Minggu (1/11/2026) tersebut diawali dengan pujian penyembahan dari tim Praise and Worship (PAW) yang dimulai sejak pukul 08.50 WITA. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Firman Tuhan oleh Ev. Devy Aditya.

Selepas penyampaian Firman, Bapak Gembala mengambil alih jalannya ibadah untuk memimpin sakramen Perjamuan Kudus. Momen penuh haru menyelimuti jemaat saat video klip Napak Tilas GPT Imra ditayangkan, mengingatkan kembali perjalanan gereja yang tepat berulang tahun ke-25 pada tanggal tersebut.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman, persembahan, serta doa syafaat yang dipimpin oleh Ev. Maichel Benedictus (Romo Benny). Kemeriahan perayaan semakin terasa dengan dilakukannya pemotongan kue dan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Momen tersebut diabadikan melalui sesi foto bersama, dimulai dari jajaran pengurus gereja hingga seluruh jemaat.

Sebagai penutup, acara diisi dengan pemutaran FTV, tukar kado antar jemaat, dan diakhiri dengan perjamuan kasih sebagai wujud persekutuan yang erat. Perayaan seperempat abad ini menjadi tonggak sejarah baru bagi GPT. Imamat Rajani untuk terus melangkah dengan iman yang semakin dewasa. (MCB) 

#GPTImamatRajani #25thAnniversary #DecisionToMaturity #BeritaGereja #WartaGlobalBali #Badung #Denpasar #NapakTilash #PerayaanSyukur
Memuat konten...