JakartaWartaGlobalBali. Id
Hakim bertanya kpd pembunuh presiden Mesir *Anwar Sadat* : _Kenapa kamu bunuh Sadat ?_.
Pembunuh menjawab : _Sebab dia Secular_.
Hakim bertanya lagi : _Apa arti atau yg dimaksud dg Secular itu ?_.
Pembunuh menjawab : *_Saya tidak tahu_*.
Ada lagi kasus percobaan pembunuhan Penulis Mesir bernama *Naguib Mahfouz*.
Hakim bertanya kpd teroris yg menikan Naguib : _Kenapa kamu tikam dia ?_
Teroris : _Sebab tulisan di Novel nya yg berjudul *The Children of our neighborhood (Anak tetangga kami)*_.
Hakim : _Apakah kamu sdh membaca Novel nya ?_.
Teroris : _No (belum)_.
Ada cerita lain lagi dlm kasus pembunuhan Penulis Mesir bernama *Faraj Fouda*.
Hakim bertanya kpd teroris yg membunuh Faraj Fouda : _Kenapa kamu bunuh Faraj Fouda ?_.
Teroris : _Sebab dia pengkianat (tidak setia)_.
Hakim : _Bagaimana kamu tahu dia itu pengkianat ?_.
Teroris menjawab : _Dari buku-buku yg dia tulis ?_.
Hakim : _Buku dia yg mana yg membuat kamu bisa menarik kesimpulan bhw dia pengkianat ?_.
Teroris : _Saya belum pernah membaca buku-bukunya_.
Hakim : _Kenapa ?_.
Teroris : *Saya buta huruf*.
Apa yg bisa ditarik kesimpulan dari cerita-cerita tsb diatas ?.
*_Kebencian tidak pernah tersebar lewat ilmu pengetahuan. Kebencian selalu tersebar lewat kedunguan (kebodohan)_*.
Dengan kata lain :
_Kebencian tidak mudah tersebar pada orang-orang yang pandai (orang-orang yg berilmu, yang menggunakan akalnya). Kebencian mudah tersebar pada orang-orang yang dungu (bodoh)
Ada hikmah dibalik peristiwa ini
Sumber Fraktisi Hukum
Sispri
KALI DIBACA