Misteri Muara Angker: Tato Bunda Maria 'Bicara', Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Dikaitkan dengan Penculikan Miliarder Dolar Ukraina - Warta Global Bali

Mobile Menu

Top Ads

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Pendaftaran Jurnalis

Klik

Berita Update Terbaru

logoblog

Misteri Muara Angker: Tato Bunda Maria 'Bicara', Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Dikaitkan dengan Penculikan Miliarder Dolar Ukraina

Friday, 27 February 2026


Denpasar, wartaglobalbali.id – Pemandangan di Muara Sungai Wos Teben, Banjar Keden, Desa Ketewel, Sukawati, Kamis (26/2) kemarin, tiba-tiba berubah menjadi *scene* film horor kolosal. Bukan karena penampakan genderuwo atau leak, melainkan karena penemuan yang bikin bulu kuduk merinding sekaligus perut mual: potongan tubuh manusia berserakan bak pesanan catering untuk para hiu.

Ya, warga yang tadinya mungkin berniat mancing atau sekadar cuci mata, malah disuguhi pemandangan 'paket lengkap' anggota tubuh manusia. Dari kepala, kaki kanan, lengan, paha, hingga organ dalam. Sungguh *take away* yang tidak diinginkan siapa pun.

Yang bikin heboh satu kampung, bahkan hingga ke ruang redaksi, adalah sebuah tato di potongan lengan tersebut. Gambarnya Bunda Maria dan sebuah jam. Dan tebak, siapa yang punya tato serupa? Seorang warga negara Ukraina bernama Ihor Komarav (28), yang beberapa hari lalu raib bagai ditelan bumi di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan.

'Tato Bunda Maria' Jadi Petunjuk Gaib, Kemiripan 80 Persen!

Seperti sinetron yang alurnya bikin gregetan, dugaan kuat pun muncul. Sumber internal yang entah dapat info dari mana bilang, kemiripan tatonya mencapai 80 persen. "Ada kemiripan tato dengan WNA yang dilaporkan hilang di Kuta Selatan," bisiknya, Jumat (27/2/2026), seraya menambahkan bahwa ini masih dugaan, bukan hasil final. Jadi, jangan keburu jualan popcorn.

Namun, lengan bertato ini jelas bukan cuma sampah yang hanyut. Tim gabungan Inafis Polda Bali, Satreskrim Polres Gianyar, dan Polsek Sukawati langsung bergerak cepat. Mereka olah TKP, sisir pantai sampai pegel, dan periksa saksi-saksi yang mungkin melihat sesuatu yang aneh—selain potongan tubuh, tentunya.

Kata Polisi: "Ini Mutilasi, Bos!"

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, dengan gaya khasnya yang lugas, membenarkan temuan yang bikin publik bergidik ini. "Pasca penemuan, tim langsung mengevakuasi beberapa potongan tubuh yang kita duga dimutilasi," ujarnya, tanpa basa-basi.

Lalu, seluruh 'paket' tersebut dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar. Di sanalah tim DVI, Dokkes, dan Labfor Polda Bali bekerja ekstra keras. Mereka mengambil sampel DNA, mengingat kondisi jasad sudah tak sebagus saat masih hidup—maklum, sudah beberapa hari 'berendam' dan mungkin sempat jadi 'taman bermain' kepiting.


"Kita tidak bisa berspekulasi karena semua harus berdasarkan *scientific investigation*," tegas Kombes Ariasandy, menepis segala omongan liar di warung kopi. Sampel DNA dari keluarga korban di Ukraina pun sudah diambil. Sekarang tinggal menunggu hasilnya, apakah cocok atau hanya mirip-mirip oppa saja.

Kronologi Horor: Dari Latihan Motor hingga Video Tebusan Rp168 M

Sebelum tragedi sadis ini terungkap, jagat maya Bali sudah lebih dulu dihebohkan oleh video seorang bule panik. Ya, Ihor Komarav muncul dalam rekaman singkat, minta-minta tebusan USD 10 juta atau sekitar Rp168 miliar! Nominal yang bikin siapa pun berpikir ulang untuk menculik, karena angkanya bikin pusing sendiri.

Lalu, bagaimana ceritanya Ihor bisa hilang? Semua bermula pada Minggu malam, 15 Februari 2026, sekitar pukul 22.20 WITA. Ihor sedang asyik latihan naik motor di Jalan Pura Batu Meguwung, Jimbaran, ditemani dua rekannya, Roman Salin (Rusia) dan Yermak (yang panikan).

Ceritanya, mereka bertiga lagi latihan di tanjakan. Eh, pas sampai tujuan, Roman sadar dua temannya di belakang hilang. Tak lama, Yermak lari terbirit-birit, panik bukan main, sambil teriak kalau mereka diserang gerombolan orang tak dikenal. Cepat-cepat mereka balik ke lokasi, tapi Ihor sudah raib! Yang tersisa cuma ponsel dan tasnya, persis seperti di film-film misteri.

Anehnya, meski Roman ngotot lapor polisi malam itu juga, Yermak memilih untuk nunda-nunda. Akhirnya, Roman lah yang melapor sendirian ke kantor polisi. Nah, laporan inilah yang jadi titik terang awal, sebelum akhirnya kasus ini meletup hebat setelah video tebusan viral dan penemuan 'paket tubuh' di Gianyar.

Kesimpulan Sementara: Pembuangan Mayat ala Dr. Strange atau The Mafia?

Polisi kini tak hanya fokus pada identifikasi, tapi juga menduga lokasi pembunuhan. Ditemukan di muara sungai, kuat dugaan korban dibuang untuk menghilangkan jejak, mungkin dengan harapan mengalir ke laut dan ludes dimakan biota laut. Untungnya, ada yang sempat terdampar.

"Kami masih melakukan pengembangan," pungkas Kombes Ariasandy, yang membuat publik semakin penasaran. Apakah ini ulah sindikat internasional, utang piutang yang tak dibayar, atau cuma salah sasaran para penculik amatir? Yang jelas, tato Bunda Maria di lengan korban seolah menjadi 'saksi bisu' yang akhirnya 'bersuara' dan mengarahkan penyidik pada secercah harapan di tengah potongan-potongan teka-teki berdarah ini.

Kita tunggu saja hasil forensiknya. Siapa tahu ada kejutan lain yang lebih bikin geleng-geleng kepala.
(MCB)

KALI DIBACA