Malang WartaGlobal. Id
Panti Asuhan Al Munjin Gelar Santunan Ramadan untuk 114 Anak Yatim di Malang
Bertepatan bulan suci Ramadan, Panti Asuhan Al Munjin kembali menggelar acara santunan untuk anak yatim pada Kamis, 20 Maret 2025. Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini memberikan santunan kepada 114 anak yatim dari berbagai kecamatan di Kota Malang, yakni Kecamatan Purwantoro sebanyak 43 anak, Blimbing 30 anak, Rampal Celaket 7 anak, Lowokwaru 25 anak, serta 9 anak lainnya dari berbagai wilayah.
Acara ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di Kota Malang. Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial, Drs. R. Ahmad Mabroer, yang hadir mewakili Wali Kota Malang, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya terhadap inisiatif ini. “Kegiatan santunan ini sangat berarti dalam membantu anak-anak yatim di Kota Malang. Ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain itu, Bapak Heri yang mewakili Kepala Dinas Sosial Kota Malang juga turut hadir dan mengungkapkan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. “Kami mengapresiasi upaya Panti Asuhan Al Munjin dalam memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak yatim. Kegiatan ini adalah program yang sangat bagus, karena ini bentuk empati dan kepedulian sosial terhadap anak-anak kurang mampu yang mana ini sangat membantu program-program pemerintah,” ungkapnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPD Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Malang Raya, Dr. H. Sugiharta Tandya, Sp.PK, yang mengapresiasi acara yang bertepatan dengan masuknya malam lailatul qadr dan berpesan untuk anak-anak yatim yang hadir “Kepada anak-anakku betapa pentingnya mengenyam ilmu pendidikan yang diikuti dengan perdalam ilmu agama serta pengetahuan teknologi untuk menunjang kehidupan kita di dunia” katanya.
Dari Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Kepala Kasi Pendma, Abdul Mughni, S.Ag, M.Pd, turut memberikan dukungan dengan menyampaikan bahwa pendidikan dan kesejahteraan anak yatim harus menjadi perhatian bersama. “Saya merupakan salah satu saksi bagaimana kiatnya Yayasan Ariosan melalui MA Al Irtiqo dan panti Asuhan Al Munjin dalam selalu berupaya mengambil peran yang sangat mulia di tengah masyarakat kita. Walaupun bukan sekolah yang lama berdiri, namun MA Al Irtiqo sudah siap dengan segala pirantinya dan dapat berdiri di tempat strategis di Malang,” tuturnya.
Gus Sulthon, yang hadir sebagai perwakilan Ketua Dewan MUI Kota Malang, juga menyampaikan bahwa Ramadan adalah bulan yang tepat untuk memperbanyak kebaikan. “Hadirnya Panti Asuhan Al Munjin di bawah Yayasan Ariosan seperti oase di masyarakat kita, Majelis Ulama Indonesia tentunya mendukung segala program sosial-keagamaan selalu terus lestari dan dimudahkan dalam perjalanannya untuk bermanfaat untuk semua,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari aparat kepolisian, dengan kehadiran Ibu Wiwik selaku Kanit Binmas Blimbing yang mewakili Kapolresta Malang. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang peduli dan penuh kasih.
Acara santunan ini ditutup dengan doa bersama serta pemberian santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kegiatan ini dapat terus berjalan di tahun-tahun mendatang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi mereka yang membutuhkan. Ramadan menjadi momen istimewa untuk berbagi, dan Panti Asuhan Al Munjin kembali membuktikan bahwa kepedulian terhadap sesama adalah nilai yang harus terus dijaga.
KALI DIBACA