
Jakarta, WartaGlobalBali.Id – Lanskap politik Indonesia kembali diwarnai dengan kehadiran pemain baru. Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat secara resmi bertransformasi menjadi partai politik bernama Partai Gerakan Rakyat. Keputusan bersejarah ini ditegaskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I hari kedua di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2026).
Proses transformasi ini bukan keputusan sepihak. Ia lahir dari mekanisme demokrasi internal yang ketat melalui pemungutan suara digital eksklusif di platform e-musyawarah.gerakanrakyat.org. Hanya dalam satu jam, suara anggota dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan terdaftar dalam Daftar Nomor Anggota (DNAGR) terkumpul. Hasilnya, 395 suara setuju mengalahkan 8 suara tidak setuju dari total 403 anggota yang memberi aspirasi.
Dalam sidang pleno yang dihadiri 511 perwakilan dari seluruh tingkatan—38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), 402 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pakar, dan pengurus pusat— Sahrin Hamid terpilih secara mufakat sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat pertama untuk masa bakti 2026-2030. Proses formasi kepemimpinan ini turut melibatkan Tim Formatur Perwakilan Bali yang dimotori oleh Ev. Maichel Benedictus yang akrab disapa Romo Benny, bersama Ibu Chandra Nur Purnamasari SH dan Ibu Alis Intan Suminar. Kehadiran mereka dalam Rakernas tanggal 17-18 Januari 2026 tersebut menegaskan dukungan dan konsolidasi nasional yang solid dari ujung timur Republik.
"Jawaban atas Politik Elitis"
Dalam pidato perdana setelah pengukuhannya, Sahrin Hamid menegaskan bahwa kelahiran partai ini adalah respons terhadap kondisi politik yang dinilai semakin menjauh dari rakyat. "Partai Gerakan Rakyat lahir sebagai jawaban atas kondisi politik saat ini yang cenderung elitis," tegasnya.

Ia menyatakan bahwa semangat perjuangan partai ini terinspirasi dari visi keadilan sosial yang diusung oleh tokoh inspiratif sekaligus Anggota Kehormatan 001 Gerakan Rakyat, Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. "Keadilan dan kesetaraan yang selama ini diperjuangkan oleh Anies Rasyid Baswedan secara personal, saat ini tidak lagi menjadi perjuangan personal, tapi sudah menjadi perjuangan institusional melalui Partai Gerakan Rakyat," ujar Sahrin.
Merangkul Keberagaman: Falsafah dari Bali
Di tengah-tengah forum Rakernas, Romo Benny, selaku motor Tim Formatur Bali, memberikan pandangan yang mengena tentang semangat partai baru ini. Dengan kearifan lokal Bali, ia mengibaratkan bangsa seperti sebuah taman atau orkestra.

"Seperti taman yang indah butuh beragam bunga, bangsa yang kuat butuh keberagaman pandangan, bukan keseragaman paksa. Dalam orkestra bangsa, bukan soal menghilangkan suara yang berbeda, tapi menyelaraskannya menjadi simfoni yang indah," ujarnya, saat diwawancarai oleh tim media.
Pernyataan ini dianggap menyiratkan komitmen Partai Gerakan Rakyat untuk menjadi wadah inklusif yang menghargai perbedaan, menjauhi politik sektarian, dan mengutamakan harmoni dalam keberagaman.
Berdiri di atas Kaki Sendiri: Swadaya & Gotong Royong
Salah satu penegasan utama dalam deklarasi ini adalah komitmen kemandirian. Sahrin menggarisbawahi bahwa sejak 2023 hingga 2026, seluruh kegiatan Gerakan Rakyat dibiayai secara swadaya dan patungan anggota. "Bukan oleh kekuatan oligarki atau dinasti politik," imbuhnya. Gotong Royong dinyatakan sebagai kekuatan utama partai baru ini.
Untuk membentuk karakter kader yang khas, partai ini menetapkan "Panca Dharma" sebagai fondasi, meliputi: religiusitas, nasionalisme kerakyatan, kersa ksatria, kasih sayang, dan integritas moral. Prinsip demokrasi dengan musyawarah mufakat juga akan menjadi napas organisasi, di mana pimpinan di semua level berperan sebagai fasilitator, bukan otoritas tunggal.
Jalan Menuju Pemilu & Fokus Keadilan Ekologis
Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat, Muhammad Ridwan, memastikan bahwa seluruh proses pendirian partai telah sesuai dengan AD/ART organisasi. Langkah selanjutnya adalah memenuhi seluruh regulasi pendaftaran partai politik untuk menjadi peserta pemilu.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, perkumpulan Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat. Lalu, mengangkat dan mengesahkan saudara Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat dalam masa bakti tahun 2026-2030," jelas Ridwan.
Rakernas ini sendiri merupakan puncak dari rangkaian agenda dua hari. Sehari sebelumnya, Sabtu (17/1), digelar Kelas Kader di GOR Bonlap, Bekasi, dan sesi pertama Rakernas dengan tema besar "Keadilan Ekologis = Kembalikan Hutan Indonesia". Pada sesi ini, Anies Baswedan hadir sebagai keynote speaker, memperkuat narasi keadilan ekologis sebagai salah satu pilar penting perjuangan partai baru ini.
Kehadiran Partai Gerakan Rakyat diyakini akan menyegarkan kontestasi politik nasional. Dengan mengusung semangat anti-elitisme, kemandirian finansial, kearifan lokal tentang harmoni seperti yang disampaikan Romo Benny, dan mengikatkan narasinya pada figur Anies Baswedan, partai ini siap menawarkan alternatif bagi para pemilih yang mendambakan politik yang lebih inklusif, berdaulat, dan berpihak pada keadilan. (MCB)
#gerakanrakyat #PartaiGerakanRakyat #SahrinHamid #AniesBaswedan #AnggotaKehormatan001 #PolitikBaru #Swadaya #GotongRoyong #KeadilanEkologis #GenZBergerak #VoxPopuli #RakernasGerakanRakyat #MudaBergerak #RomoBenny #BaliBergerak #HarmoniDalamBerbeda #SimfoniBangsa
KALI DIBACA

