Peringatan untuk Pemda Bali: Data dan Duka Sudah Ada, Saatnya Bertindak Atasi Darurat "ULAH PATI!" - Warta Global Bali

Mobile Menu

Top Ads

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Pendaftaran Jurnalis

Klik

Berita Update Terbaru

logoblog

Peringatan untuk Pemda Bali: Data dan Duka Sudah Ada, Saatnya Bertindak Atasi Darurat "ULAH PATI!"

Wednesday, 21 January 2026

Buleleng, WartaGlobalBali.Id, Kamis 22/1/2026 - Suasana mencekam dan duka yang mendalam menyelimuti sebuah kamar kos di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Sebuah peristiwa tragis mengguncang warga setempat ketika dua orang pemuda ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tersebut, Selasa (20/1) siang.

Kedua korban diketahui merupakan pasangan kekasih. Mereka adalah Putu AS (28), warga asal Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, dan sang kekasih, Kadek SBC (24), yang berasal dari Desa/Kecamatan Kubutambahan. Keduanya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan cara yang sama: gantung diri.

Lokasi penemuan yang begitu dekat dan bersebelahan menambah kesan pilu atas insiden ini. Jasad keduanya ditemukan tergantung di kamar kos nomor 4, tepatnya di area sempit antara kamar mandi dan dapur. 

Hingga berita ini diturunkan, motif atau penyebab pasti di balik keputusan tragis pasangan ini belum dapat dipastikan. Aparat kepolisian dari Polres Buleleng telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), mengamankan bukti, serta melakukan evakuasi terhadap kedua korban. Investigasi intensif masih terus dilakukan untuk mengungkap kronologi dan alasan di balik peristiwa yang diduga kuat sebagai aksi bunuh diri (ulah pati) ini.

Kabar meninggalnya pasangan muda ini dengan cepat menyebar di dunia maya, didorong oleh tagar seperti #bundir, #buleleng, #bali, dan #amorringacintya. Banyak netizen yang menyampaikan rasa belasungkawa, doa, sekaligus pertanyaan tentang tekanan hidup seperti apa yang mungkin dihadapi keduanya hingga mengambil langkah ekstrem. Ungkapan "Cinta itu seharusnya menyelamatkan, bukan mengubur" menjadi salah satu komentar yang mewakili rasa haru dan keprihatinan publik.

Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kesehatan mental dan dukungan sosial di sekitar kita. Bagi siapa pun yang merasa terbebani atau berada dalam situasi sulit, disarankan untuk segera mencari bantuan, baik dari keluarga, teman terdekat, atau layanan konseling profesional seperti Kementerian Kesehatan (119) atau Into The Light Indonesia.

Keluarga dari kedua korban diduga sedang berduka dan belum memberikan pernyataan resmi. Proses identifikasi dan visum telah dilakukan, sementara jenazah rencananya akan diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan sesuai tradisi dan kepercayaan.
(MCB)



KALI DIBACA