
Foto : Rm. Jonathan Soeharto, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Badung saat bersama Presiden ke 7
Badung, wartaglobal.id – Seorang tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama memberikan peringatan keras kepada seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) agar tidak bertindak arogan dan membawa-bawa nama pejabat atau tokoh penting dalam setiap aksi di lapangan. Peringatan ini menyusul insiden yang terjadi di Desa Umalas, Kerobokan, Kuta, Bali, yang melibatkan oknum ormas yang diduga mengatasnamakan kepentingan pihak tertentu.
Peringatan tegas tersebut disampaikan oleh Rm. Jonathan Soeharto, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Badung. Ia menilai tindakan premanisme yang terjadi di Umalas sangat mencoreng citra Bali sebagai daerah yang menjunjung tinggi kedamaian dan kerukunan.
"Kejadian di Umalas ini dapat melukai warga Bali yang cinta damai dan selalu hidup rukun. Jangan melukai dan menyakiti saudara-saudara kita di Bali dengan cara-cara dan tindakan premanisme," ujar Rm. Jonathan Soeharto kepada wartawan, Senin (6/7).
Seruan Penyelesaian Profesional, Bukan Gaya Koboy
Dalam pernyataannya yang penuh penekanan, tokoh agama yang juga merupakan Wanhat Hipakad Udayana Bali dan bekas Ketua FKPPI TNI-POLRI ini menegaskan bahwa segala permasalahan yang timbul di masyarakat semestinya diselesaikan dengan kepala dingin dan jalur yang benar.

Foto : Bersama Bapak Hashim Djojohadikusumo adik kandung dari Presiden RI Prabowo Subianto
"Jika memang ada persoalan, selesaikan secara profesional dan ada tempatnya, bukan bergaya koboy," tegas Rm. Jonathan dengan nada tinggi.
Ia mengingatkan bahwa identitas bangsa Indonesia adalah identitas yang santun, ramah, dan menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah. Karena itu, ia meminta seluruh elemen ormas untuk tidak merusak citra luhur tersebut.
"Identitas Indonesia adalah Identitas kita. Jangan merusak Identitas kita sendiri, jangan lukai bangsa kita sendiri, jangan mempermalukan diri kita sendiri," serunya penuh haru.
Peringatan Khusus untuk Ormas Luar Bali
Rm. Jonathan Soeharto yang juga menjabat sebagai Wanhat FBN Kemhan RI dan Ketua Pertama FBN Kemhan RI tahun 2014 yang dilantik langsung di Kementerian Pertahanan pada era Alm Jenderal TNI Ryamirzad ini secara khusus mengingatkan ormas-ormas yang berasal dari luar Bali untuk tidak bertindak arogan.

Foto : Rm. Jonathan Soeharto sebagai Wanhat FBN Kemhan RI dan Ketua Pertama FBN Kemhan RI tahun 2014 dilantik langsung di Kementerian Pertahanan pada era Alm Jenderal TNI Ryamirzad Raycudu
"Siapapun mereka, akan saya hadapi. Saya orang Indonesia asli yang lahir di Bali. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," ucapnya dengan sikap tegas.
Ia juga mengingatkan agar ormas-ormas yang membawa nama Elang 3 Hambalang atau organisasi lainnya untuk menggunakan cara-cara yang elegan dan tidak terhasut oleh kepentingan kelompok tertentu.
"Pelajari dahulu, teliti dahulu, sehingga tidak salah melangkah. Jangan sampai tindakan tersebut justru mempermalukan ormas itu sendiri, apalagi jika membawa-bawa nama Presiden RI," imbuhnya.
Jaga Kerukunan dan Martabat Bangsa
Di akhir pernyataannya, Rm. Jonathan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk kembali merenungi nilai-nilai etika dan sopan santun yang sudah menjadi budaya bangsa Indonesia sejak masa kemerdekaan. Budaya inilah yang selama ini dicintai oleh bangsa-bangsa lain yang datang ke Indonesia, khususnya ke Bali.
"Mari tunjukkan nilai-nilai etika, sopan santun yang sudah sejak Indonesia Merdeka menjadi budaya yang banyak dicintai oleh bangsa-bangsa lain yang datang ke Indonesia, khususnya ke Bali. Jangan sampai kita sendiri yang merusak kepercayaan dan kekaguman mereka terhadap kita," pungkasnya.
Pernyataan bernas ini diharapkan menjadi cambuk bagi seluruh ormas di Indonesia agar senantiasa mengedepankan profesionalisme, menjunjung tinggi hukum, serta menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat. Sebab, menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan jalur resmi jauh lebih terpuji daripada bertindak seperti koboy yang hanya merusak nama baik diri sendiri dan bangsa. Jadikan BALI, Bersih, Aman, Lestari, Indah.
(MCB)
KALI DIBACA

