
Denpasar, WartaGlobal.id
Tumpukan sampah yang menggunung di sepanjang Jalan Tukad Batanghari VA, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan, memantik kemarahan warga. Persoalan yang disebut telah berlangsung lebih dari satu tahun itu dinilai bukan lagi sekadar masalah kebersihan, melainkan cerminan lemahnya pengelolaan lingkungan apabila tidak segera ditangani secara serius.
Di lokasi, sampah rumah tangga terlihat berserakan di bahu jalan hingga meluber ke badan jalan. Aroma busuk menyengat tercium dari kejauhan, sementara lalat beterbangan di sekitar tumpukan sampah. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi munculnya penyakit akibat pencemaran lingkungan.
Yang paling disorot warga adalah dugaan lambannya respons terhadap keluhan yang telah berulang kali disampaikan. Sejumlah warga mengaku telah melapor kepada pihak terkait sejak lama, namun kondisi di lapangan dinilai belum menunjukkan perubahan yang berarti.
"Kami tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Kami hanya ingin lingkungan bersih dan pemerintah hadir menyelesaikan persoalan ini," ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Bagi masyarakat, persoalan ini tidak bisa terus dianggap sebagai masalah rutin. Jalan Tukad Batanghari VA berada di kawasan strategis Kota Denpasar yang setiap hari dilalui warga, pelaku usaha hingga wisatawan. Pemandangan tumpukan sampah di kawasan tersebut dinilai mencoreng citra Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali yang selama ini dikenal mengusung konsep kota bersih, tertib, dan berbudaya.
Apabila benar keluhan masyarakat telah berlangsung lebih dari setahun tanpa penyelesaian yang efektif, kondisi tersebut patut menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Pengelolaan sampah bukan hanya soal mengangkut limbah, tetapi juga menyangkut pengawasan, edukasi masyarakat, penyediaan fasilitas, serta penegakan aturan terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan.
Pakar kesehatan lingkungan telah lama mengingatkan bahwa penumpukan sampah yang tidak tertangani dapat menjadi tempat berkembang biaknya lalat, tikus, dan mikroorganisme yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit, selain menimbulkan pencemaran udara akibat bau menyengat.
Warga kini menunggu langkah konkret Pemerintah Kota Denpasar melalui instansi terkait. Mereka berharap dilakukan pembersihan menyeluruh, penataan sistem pengelolaan sampah, peningkatan pengawasan, serta tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti membuang sampah sembarangan agar persoalan serupa tidak terus berulang.
WartaGlobal.id menegaskan bahwa pemberitaan ini mengacu pada keluhan warga dan observasi kondisi di lokasi. Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang hak jawab serta akan mengupayakan konfirmasi kepada pihak Kelurahan Panjer dan Pemerintah Kota Denpasar untuk memperoleh penjelasan sesuai prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
"Kota yang bersih bukan dibangun oleh slogan, melainkan oleh tindakan nyata. Ketika sampah dibiarkan berbulan-bulan, yang dipertanyakan publik bukan hanya siapa yang membuangnya, tetapi juga siapa yang bertanggung jawab menyelesaikannya."
KALI DIBACA

