Denpasar, WartaGlobalBaki. Id
Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Dr Ketut Sumedana, dalam kunjungan kerjanya di pemerintah Kabupaten Bangli dalam rangka meresmikan Bale Masawitra dan beberapa fasilitas penunjang kantor Kejari Bangli, dihadiri kurang lebih 800 orang baik secara langsung dan daring yang terdiri dari unsur Forkominda, Unsur pimpinan SKPD, Camat, Kades , Bendesa dan masyarakat:
Dalam sambutannya Dr Ketut Sumedana menyampaikan bahwa Program JAGA DESA (Jaksa Garda Desa) bukan untuk kepentingan kejaksaan tetapi untuk kepentingan masayarakat dan aparatur ditingkat desa termasuk bendesa adat;
Program Jaga Desa yang dicanangkan oleh Jaksa Agung semata2 sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada perangkat desa, melakukan Pengawalan Dana Desa & menjadi tempat solusi dalam berbagai penyelesaian di masyarakat, Jaksa dan aparatur penegak hukum bisa berperan disini;
Terlebih lagi adanya pengakuan Negara terhadap Lokal Wisdom (kearifan lokal) sebagaimana diatur dalam UUD 1945 pasal 18, UU Pemerintahan Desa, UU Kejaksaan dan KUHP baru, tidak semua permasalahan harus masuk ke peradilan, bendesa adat dan aparatur desa dapat berperan disini;
Dr Ketut Sumedana juga menyinggung situasi Bali , nasional dan global yang mengalami penurunan daya beli masyarakat , tekanan sosial yang begitu tinggi serta tingkat kriminalitas yang semakin meningkat , hal ini harus dicarikan jalan keluarnya oleh kita bersama yang ada disini, masyarakat harus berhemat dan berhemat, jangan ada awig2 yang menberatkan masyarakat dalam situasi sulit begini dan hidupkan pecalang sebagai garda pengamanan desa;
Desa adat juga harus cepat beradaptasi dengan perkembangan globalisasi dan modernisasi diluar tanpa menghilangkan esensi dari Agama, Budaya dan adat yang ada di Bali karena Bali dikenal dan dikunjungi karena tsb, peran desa adat harus diperkuat untuk dapat memfilterasi dan menghambat segala hal yang dapat melemahkan keberadaan Budaya dan adat istiadat Bali, dengan konsep Desa kalapatra, menyamebraya, dan tri Hita Karana saya yakin Bali tetap lah Bali;
Dalam penutupannya, Kajati Bali menghimbau agar kita semua disini dapat mendorong investasi terarah ada pemerataan antar daerah di Bali, tidak ada kesenjangan seperti saat ini, sehingga keberadaan pariwisata dapat dinikmati oleh seluruh masayarakat Bali.
Butet
KALI DIBACA