Mengkritik Pemerintah Bagian Dari Ibadah - WARTA GLOBAL BALI

Mobile Menu

Top Ads

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Pendaftaran Jurnalis

Klik

Berita Update Terbaru

logoblog

Mengkritik Pemerintah Bagian Dari Ibadah

Saturday, 22 March 2025

Jakarta WartaGlobalBali. Id
Dalam ajaran agama, seorang pemimpin memiliki tanggung jawab besar terhadap rakyatnya. Jika ia berlaku zalim atau gagal menjalankan amanah, rakyat berhak mengingatkannya. Mengkritik pemerintah bukan hanya hak sebagai warga negara, tetapi juga bagian dari ibadah sosial yang bertujuan menegakkan keadilan dan kebenaran.

Islam, misalnya, menegaskan pentingnya amar ma’ruf nahi munkar—mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Ketika pemerintah bertindak tidak adil, menyelewengkan kekuasaan, atau abai terhadap kepentingan rakyat, diam saja bukanlah sikap yang benar. Rasulullah sendiri menyebutkan bahwa mengatakan kebenaran di hadapan pemimpin yang zalim adalah jihad yang paling utama.

Mengkritik bukan berarti membenci atau ingin menjatuhkan pemerintah, tetapi justru bentuk kepedulian agar mereka menjalankan tugas dengan benar. Kritik yang konstruktif membantu negara tetap berada di jalur yang benar dan memastikan kesejahteraan rakyat.

Maka, mengingatkan pemerintah adalah bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual. Jika rakyat takut berbicara dan membiarkan ketidakadilan terus berlanjut, maka yang terjadi adalah kehancuran. Karena itu, mengkritik pemerintah adalah ibadah sosial yang wajib dilakukan demi kemaslahatan bersama.

Radic Kalimanjaro


KALI DIBACA