WartaGlobalBalu. Id
Jakarta - Sebagai seorang jurnalis yang telah malang melintang di dunia jurnalistik, saya menyambut baik upaya Polri untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kinerjanya. Namun, saya juga ingin menekankan bahwa Polri harus bersih dari "DNA" kotor yang dapat merusak reputasi dan kinerja institusi tersebut.
"DNA" kotor yang saya maksud adalah sikap yang tidak transparan, tidak akuntabel, dan tidak profesional. Polri harus bersih dari sikap tersebut dan terima kritik dan pujian dengan lapang dada.
Dalam konteks ini, istilah "DNA" dapat diartikan sebagai "Dalam Niat Awal" atau "Dengan Niat Awal", yang berarti bahwa Polri harus kembali ke niat awalnya untuk melayani dan melindungi masyarakat, tanpa terpengaruh oleh pendapat orang lain.
Saya juga ingin menekankan bahwa Polri harus memiliki mental yang sehat dan kuat dalam menghadapi berbagai pendapat. Jangan terlalu sensitif terhadap kritik, karena kritik dapat membantu Polri untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih baik.
Dalam konteks ini, saya ingin mengingatkan bahwa Polri adalah institusi yang harus melayani dan melindungi masyarakat. Oleh karena itu, Polri harus memiliki komitmen yang kuat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kinerjanya.
Saya berharap bahwa Polri dapat memahami dan menerima kritik serta pujian dengan lapang dada, terus memperbaiki diri dan meningkatkan kinerjanya untuk melayani dan melindungi masyarakat.
Jangan yang mengeritik dianggap jelek atau musuh.
Butet
KALI DIBACA