WartaGlobal. Id
Denpasar, 24 Maret 2025 - Di tengah heningnya suasana Ubud, kehadiran ogoh-ogoh raksasa karya STT/Seka Teruna Teruni Banjar Pengosekan menambah warna spiritualitas umat Hindu menjelang Hari Raya Nyepi. Ogoh-ogoh ini bukan sekadar karya seni, melainkan simbol yang menggambarkan pertempuran antara kebaikan dan keburukan. Dalam alur cerita yang dihadirkan, sang raksasa digambarkan sebagai sosok yang mengusik kehidupan manusia dengan hasrat-hasrat negatif yang dapat menghancurkan diri dan lingkungan sekitar.
Surya Pratama, narasumber ogoh-ogoh tersebut, menjelaskan bahwa setiap detail dari karya ini tidak hanya merefleksikan kebudayaan lokal, tetapi juga harapan untuk mendorong masyarakat mengintrospeksi diri. "Melalui simbolisme raksasa ini, kami ingin mengingatkan bahwa kita berkuasa atas pilihan yang menentukan jalan hidup kita," ujarnya dengan penuh semangat. Karya tersebut menjadi ajang bagi anak muda untuk berkolaborasi, menunjukkan kreativitas serta menjalin kebersamaan dalam persiapan menuju prosesi yang sarat makna spiritual.
Acara prosesi ogoh-ogoh tersebut diharapkan menarik minat wisatawan dan masyarakat lokal untuk turut serta menyaksikan, menjadikan Ubud sebagai pusat perayaan yang menggugah kesadaran akan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif. Dengan tema yang kuat dan penuh makna, ogoh-ogoh ini tidak hanya menonjolkan keindahan seni, tetapi juga menjadikannya sebagai media edukasi yang mengajak kita semua untuk merenungkan tindakan dan pilihan dalam kehidupan sehari-hari.(red Witanto)
KALI DIBACA