Pesan Profetik: Gempa 7,7 di Thailand dan Myanmar - WARTA GLOBAL BALI

Mobile Menu

Top Ads

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Pendaftaran Jurnalis

Klik

Berita Update Terbaru

logoblog

Pesan Profetik: Gempa 7,7 di Thailand dan Myanmar

Sunday, 30 March 2025

Myanmar WartaGlobalBali. Id
Gempa bumi besar yang mengguncang Thailand dan Myanmar bukan sekadar fenomena alam biasa. Dalam Alkitab, gempa bumi sering kali merupakan tanda dari Tuhan untuk memperingatkan bangsa-bangsa agar bertobat dari dosa-dosa mereka sebelum datangnya penghakiman yang lebih besar. (Matius 24:7, Wahyu 6:12-17)

Angka 7,7 dalam gempa ini memiliki makna spiritual yang dalam:

Angka 7 melambangkan kesempurnaan dan penyelesaian ilahi.

77 dalam Kitab Suci bisa berarti kasih karunia Tuhan yang memberi kesempatan untuk bertobat, tetapi juga bisa menandakan penghakiman terhadap kejahatan yang terus bertambah. (Kejadian 4:24, Matius 18:22)


Gempa ini bisa menjadi peringatan terakhir bagi Thailand dan Myanmar sebelum konsekuensi dosa mereka semakin berat.


---

Dosa Thailand: Pusat LGBT, Industri Seks, dan Penyembahan Berhala

1. Thailand sebagai Pusat LGBT di Asia

Thailand dikenal sebagai pusat gerakan LGBTQ+ terbesar di Asia, dengan legalisasi berbagai bentuk hubungan yang bertentangan dengan hukum Tuhan.

Roma 1:26-27 jelas menyatakan bahwa hubungan sejenis adalah penyimpangan yang membawa konsekuensi serius.

Kejadian 19:24-25 menunjukkan bagaimana Tuhan menghancurkan Sodom dan Gomora karena dosa homoseksualitas mereka.



2. Industri Seks dan Prostitusi

Thailand adalah pusat prostitusi dan perdagangan manusia, dengan ribuan wanita dan bahkan anak-anak dieksploitasi setiap tahun.

1 Korintus 6:18 mengingatkan bahwa dosa percabulan membawa kehancuran bagi tubuh dan jiwa.

Tuhan membenci sistem yang menjadikan manusia sebagai objek dosa (Mikha 6:8).



3. Penyembahan Berhala dan Okultisme

Thailand penuh dengan kuil-kuil Buddha, pemujaan arwah, dan ritual sihir.

Ulangan 18:10-12 melarang segala bentuk praktik okultisme karena membawa bangsa kepada kutuk Tuhan.

Penyembahan roh nenek moyang bukanlah ibadah yang benar; hanya ada satu Allah yang harus disembah (Keluaran 20:3-5).





---

Dosa Myanmar: Perang, Judi, dan Narkoba

1. Kekerasan dan Pembunuhan

Myanmar dilanda perang saudara berkepanjangan antara junta militer dan kelompok etnis.

Keluaran 20:13 jelas mengatakan, "Jangan membunuh." Tuhan membenci pertumpahan darah orang yang tidak bersalah (Amsal 6:16-17).

Banyak orang Kristen dianiaya, gereja dihancurkan, dan umat Tuhan menderita (Matius 10:22).



2. Judi dan Kejahatan Terorganisir

Myanmar dikenal sebagai pusat perjudian ilegal dan pencucian uang di Asia Tenggara.

Tuhan mengutuk keserakahan dan kecanduan uang (1 Timotius 6:10, Amsal 13:11).

Perjudian merusak keluarga dan masyarakat, menciptakan ketidakadilan sosial dan penderitaan.



3. Pusat Produksi Narkoba di Asia

Myanmar adalah produsen terbesar sabu-sabu dan heroin di Asia Tenggara, yang diekspor ke berbagai negara.

1 Korintus 3:16-17 menegaskan bahwa tubuh kita adalah bait Allah, dan merusaknya dengan narkoba adalah pelanggaran serius.

Narkoba menghancurkan generasi muda dan membawa banyak orang kepada kehancuran.





---

Kesimpulan Profetik: Panggilan untuk Bertobat

Gempa ini adalah peringatan serius dari Tuhan kepada Thailand dan Myanmar, serta kepada dunia. Jika bangsa-bangsa ini tidak bertobat, lebih banyak bencana bisa datang.

Apa yang Harus Dilakukan?

✅ Bertobat secara nasional dan individu – Tuhan memberikan kesempatan sebelum penghakiman yang lebih besar datang (2 Tawarikh 7:14).
✅ Hentikan dosa-dosa besar yang telah merusak masyarakat – seperti LGBT, industri seks, penyembahan berhala, perjudian, narkoba, dan perang saudara.
✅ Kembali kepada Tuhan – Satu-satunya jalan untuk menghindari kehancuran lebih besar adalah kembali kepada Tuhan dan hidup dalam kebenaran-Nya (Yesaya 55:6-7).

⏳ Waktu semakin singkat. Bertobatlah sebelum terlambat! ⏳

"Jika suatu bangsa tidak mau bertobat, Aku akan mencabut dan membinasakan bangsa itu." (Yeremia 18:7-8)

KALI DIBACA