Myanmar WartaGlobalBali. Id
Gempa bumi besar yang mengguncang Thailand dan Myanmar bukan sekadar fenomena alam biasa. Dalam Alkitab, gempa bumi sering kali merupakan tanda dari Tuhan untuk memperingatkan bangsa-bangsa agar bertobat dari dosa-dosa mereka sebelum datangnya penghakiman yang lebih besar. (Matius 24:7, Wahyu 6:12-17)
Angka 7,7 dalam gempa ini memiliki makna spiritual yang dalam:
Angka 7 melambangkan kesempurnaan dan penyelesaian ilahi.
77 dalam Kitab Suci bisa berarti kasih karunia Tuhan yang memberi kesempatan untuk bertobat, tetapi juga bisa menandakan penghakiman terhadap kejahatan yang terus bertambah. (Kejadian 4:24, Matius 18:22)
Gempa ini bisa menjadi peringatan terakhir bagi Thailand dan Myanmar sebelum konsekuensi dosa mereka semakin berat.
---
Dosa Thailand: Pusat LGBT, Industri Seks, dan Penyembahan Berhala
1. Thailand sebagai Pusat LGBT di Asia
Thailand dikenal sebagai pusat gerakan LGBTQ+ terbesar di Asia, dengan legalisasi berbagai bentuk hubungan yang bertentangan dengan hukum Tuhan.
Roma 1:26-27 jelas menyatakan bahwa hubungan sejenis adalah penyimpangan yang membawa konsekuensi serius.
Kejadian 19:24-25 menunjukkan bagaimana Tuhan menghancurkan Sodom dan Gomora karena dosa homoseksualitas mereka.
2. Industri Seks dan Prostitusi
Thailand adalah pusat prostitusi dan perdagangan manusia, dengan ribuan wanita dan bahkan anak-anak dieksploitasi setiap tahun.
1 Korintus 6:18 mengingatkan bahwa dosa percabulan membawa kehancuran bagi tubuh dan jiwa.
Tuhan membenci sistem yang menjadikan manusia sebagai objek dosa (Mikha 6:8).
3. Penyembahan Berhala dan Okultisme
Thailand penuh dengan kuil-kuil Buddha, pemujaan arwah, dan ritual sihir.
Ulangan 18:10-12 melarang segala bentuk praktik okultisme karena membawa bangsa kepada kutuk Tuhan.
Penyembahan roh nenek moyang bukanlah ibadah yang benar; hanya ada satu Allah yang harus disembah (Keluaran 20:3-5).
---
Dosa Myanmar: Perang, Judi, dan Narkoba
1. Kekerasan dan Pembunuhan
Myanmar dilanda perang saudara berkepanjangan antara junta militer dan kelompok etnis.
Keluaran 20:13 jelas mengatakan, "Jangan membunuh." Tuhan membenci pertumpahan darah orang yang tidak bersalah (Amsal 6:16-17).
Banyak orang Kristen dianiaya, gereja dihancurkan, dan umat Tuhan menderita (Matius 10:22).
2. Judi dan Kejahatan Terorganisir
Myanmar dikenal sebagai pusat perjudian ilegal dan pencucian uang di Asia Tenggara.
Tuhan mengutuk keserakahan dan kecanduan uang (1 Timotius 6:10, Amsal 13:11).
Perjudian merusak keluarga dan masyarakat, menciptakan ketidakadilan sosial dan penderitaan.
3. Pusat Produksi Narkoba di Asia
Myanmar adalah produsen terbesar sabu-sabu dan heroin di Asia Tenggara, yang diekspor ke berbagai negara.
1 Korintus 3:16-17 menegaskan bahwa tubuh kita adalah bait Allah, dan merusaknya dengan narkoba adalah pelanggaran serius.
Narkoba menghancurkan generasi muda dan membawa banyak orang kepada kehancuran.
---
Kesimpulan Profetik: Panggilan untuk Bertobat
Gempa ini adalah peringatan serius dari Tuhan kepada Thailand dan Myanmar, serta kepada dunia. Jika bangsa-bangsa ini tidak bertobat, lebih banyak bencana bisa datang.
Apa yang Harus Dilakukan?
✅ Bertobat secara nasional dan individu – Tuhan memberikan kesempatan sebelum penghakiman yang lebih besar datang (2 Tawarikh 7:14).
✅ Hentikan dosa-dosa besar yang telah merusak masyarakat – seperti LGBT, industri seks, penyembahan berhala, perjudian, narkoba, dan perang saudara.
✅ Kembali kepada Tuhan – Satu-satunya jalan untuk menghindari kehancuran lebih besar adalah kembali kepada Tuhan dan hidup dalam kebenaran-Nya (Yesaya 55:6-7).
⏳ Waktu semakin singkat. Bertobatlah sebelum terlambat! ⏳
"Jika suatu bangsa tidak mau bertobat, Aku akan mencabut dan membinasakan bangsa itu." (Yeremia 18:7-8)
KALI DIBACA