MANGUPURA Bali, 14/1/2025, WartaGlobal. Id
Warga Negara Asing (WNA) asal Prancis, Hafedh, secara tegas membantah tuduhan yang mengaitkannya dengan tindakan kekerasan fisik, pengancaman, dan masuk ke rumah orang tanpa izin di sebuah villa di Kerobokan, Badung, Bali, pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Pernyataan ini muncul di tengah maraknya pemberitaan media yang mengangkat kasus tersebut.
Dalam rilis tertulis yang diterima Redaksi, Hafedh menyebut narasi yang beredar sebagai tak berdasar, menyesatkan, dan tidak sesuai dengan fakta. Ia membeberkan kronologi insiden yang melibatkan Kurtis, ackson Hemi McKinnon Love, dan Tania Chiariello, pasangan kekasih asal Australia dan Italia, yang terlibat dalam urusan bisnis properti di Bali.
Menurut Hafedh, Kurtis yang memiliki **hak sewa** atas beberapa bidang tanah dan villa, merasa khawatir setelah mendengar bahwa aset-aset tersebut akan dialihkan kepada pihak lain bernama **Zach**, tanpa sepengetahuannya. Setelah beberapa upaya klarifikasi yang tidak mendapat respons dari Tania dan Jackson, Kurtis mengajak Hafedh untuk mendatangi villa.
Setibanya di villa, Hafedh menyatakan bahwa situasi langsung memanas, di mana Jackson bersikap agresif. “Saya hanya meminta dia berhenti,” ujarnya, sambil menekankan pentingnya keselamatan seorang balita yang berada di lokasi tersebut. Ketegangan berlanjut hingga jendela kaca pecah, dan Tania mengeluarkan ancaman verbal tentang riwayat hukum, tanpa ada respons dari Hafedh.
Hafedh menjelaskan bahwa setelah situasi mereda, mereka sepakat untuk mengadakan pertemuan lanjutan yang dihadiri Tania, Kurtis, dan Hafedh. Di sini, Tania curhat mengenai masa lalunya dan kedekatannya dengan Jackson. Dalam pertemuan terpisah di kediaman Hafedh, disepakati nominal penyelesaian hak finansial Kurtis atas villa yang saat ini ditempati Tania dan Jackson, yang ditulis dan ditandatangani oleh semua pihak.
Hafedh mengaku menyimpan salinan dokumen serta rekaman video sebagai bukti dari kesepakatan tersebut. Ia melanjutkan dengan rombongan ke Sydney untuk memverifikasi informasi tentang Tania, yang menurutnya pernah bekerja sebagai pekerja seks dengan nama "La Mia Diamond".
Lanjutan penelusuran mencuatkan dugaan adanya kegiatan pencucian uang yang melibatkan jaringan individu bernama **Megan Elise Isabelle Augier**. Hafedh menjadi yakin bahwa terdapat upaya sistematis untuk **merusak reputasi** mereka dan mengambil alih aset.
Lebih lanjut, Hafedh menyatakan bahwa pihak kepolisian dan pengacara yang terlibat diduga berupaya menghambat penyampaian bukti kepada hukum. Ia menekankan bahwa seluruh pernyataan didukung bukti yang relevan dan akan disampaikan melalui jalur resmi.
Dalam pernyataan terakhir, Hafedh menegaskan bahwa semua tuduhan yang menghampiri dirinya tidak berdasar dan ia menolak narasi yang menggambarkannya sebagai pelaku kekerasan. Ia berharap agar pembuktian dapat dilakukan melalui proses hukum yang adil dan objektif.
KALI DIBACA

