
MENGWI, Wartaglobalbali.id – Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, secara resmi membubarkan panitia penyelenggara Pengajian Akbar Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah, usai menuntaskan rangkaian acara dengan penuh khidmat dan kesuksesan. Pembubaran tersebut diumumkan secara resmi oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Mengwi, H. Muhammad Sugeng, pada Senin (12/1/2026) di Sekretariat MWC NU Jl Raya Abian base, Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung.
Dalam sambutan penutupan dan sekaligus pembubaran panitia, H. Muhammad Sugeng menyampaikan rasa syukur yang mendalam. "Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, acara yang telah kita laksanakan bersama telah selesai dengan sukses. Tentu, dalam perjalanan ini, kita merasakan kerja keras, kekompakan, dan kebersamaan yang luar biasa," Ujar beliau saat ditengah tengah panitia.

H. Muhammad Sugeng, atas nama seluruh panitia dan Tanfidziyah MWC NU Mengwi, mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan membantu kelancaran acara. Ia juga memohon maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama penyelenggaraan.
"Atas nama seluruh panitia... saya mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara. Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan. Dengan berakhirnya kegiatan ini, dengan mengucap 'Alhamdulillah', maka panitia peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW secara resmi dibubarkan," tegasnya.
Aksi Nyata Solidaritas: Donasi untuk Kemanusiaan dan Pendidikan
Keberhasilan acara ini tidak hanya diukur dari antusiasme peserta, tetapi juga dari dampak sosial yang dihasilkan. Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, panitia secara resmi menyalurkan seluruh hasil infak yang terkumpul dari jemaah dalam dua bentuk donasi yang sangat mulia.
Pertama, sebagai wujud solidaritas dengan sesama anak bangsa yang sedang tertimpa musibah, sebanyak Rp 10 juta disalurkan untuk membantu korban bencana di Aceh dan Sumatera melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Badung.
Kedua, dalam rangka mendukung pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan di Bali, terutama bagi warga NU, sebanyak Rp 10 juta lainnya didonasikan untuk pembangunan Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ISTNUBA).

Langkah konkret ini menguatkan pesan tema acara, bahwa meneladani akhlak Rasulullah SAW tidak hanya melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui aksi nyata: membantu yang lemah, peduli pada sesama, dan berinvestasi untuk masa depan pendidikan.
H. Muhammad Sugeng menutup pengumuman dengan harapan, "Semoga pengalaman ini bermanfaat bagi kita semua. Wallahul muwafiq illa aqwamith thoriq. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
Pembubaran panitia ini menandai berakhirnya satu tugas dengan sempurna, namun meninggalkan jejak amal jariyah yang terus mengalir, baik melalui bantuan untuk saudara di Aceh-Sumatera maupun kontribusi bagi masa depan pendidikan di Bali. Acara ini menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan dan semangat sosial-bersama dapat berjalan seiring, membangun harmoni menuju Badung yang lebih maju dan berakhlakul karimah. (MCB)
KALI DIBACA

