
Badung, Wartaglobalbali.id – Guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kontribusi bagi masyarakat, Musyawarah Pelayanan Umat Kristen (MPUK) Kabupaten Badung menyelenggarakan Rapat Evaluasi Program Kerja 2025 dan Penyusunan Program Kerja 2026 pada Senin, 12 Januari 2026. Acara yang mengusung tema “Memperkuat Persekutuan Dalam Tuhan & Sesama: Hamba Tuhan untuk di Berkati dan Menjadi Berkat” ini berlangsung di Ruang Mulia Lantai 2, Grand Zuri Hotel, Kuta, dan dihadiri oleh segenap pengurus serta perwakilan dari berbagai bidang di bawah naungan MPUK Badung.
Rapat dimulai dengan proses registrasi peserta pukul 08.30 WITA, kemudian dilanjutkan dengan sesi ibadah pukul 09.00 WITA yang dipimpin oleh Pdt. Bernadeta Andriyani. Ibadah pembuka ini dimaksudkan untuk menguatkan spiritualitas dan persekutuan sebelum memasuki agenda inti rapat. Renungan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Finsensius A. Oematan, M.Si., yang memberikan landasan rohani bagi seluruh kegiatan yang akan dibahas.
Setelah coffee break singkat, agenda dilanjutkan dengan materi khusus "Penyuluhan Narkotika" yang disampaikan oleh Ibu Susanti Octavia dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung. Kehadiran BNN ini sesuai dengan Program Kerja mereka dan sejalan dengan Asta Cita Presiden RI poin 7, yaitu memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba. Penyuluhan ini menegaskan komitmen MPUK Badung dalam mendukung program pemerintah dan melindungi jemaat dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

Agenda utama rapat kemudian dipandu oleh Pdt. I Gede Victor Hernada Hampatra, S.Si., Sekretaris MPUK Badung dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut:
1. Sambutan dan Pengarahan
Sambutan pembuka disampaikan oleh Ketua MPUK Badung, Pdt. Jonathan Soeharto, SH., M.Th., C. Med. Dalam arahannya, beliau menekankan peran strategis MPUK. “MPUK Badung merupakan mitra strategis Pemerintah yang terus bersinergi di setiap kegiatan. Untuk itu, soliditas dari semua pengurus MPUK Badung periode 2025 – 2029 mutlak diperlukan,” ujar Pdt. Jonathan Soeharto.
2. Laporan dan Evaluasi Program Kerja 2025
Dipandu langsung oleh Sekretaris MPUK Badung, sesi ini melakukan evaluasi mendalam terhadap berbagai kegiatan, termasuk penyelenggaraan Panitia Natal 2025. Selain itu, masing-masing bidang juga memaparkan laporan kinerjanya selama tahun 2025, mengidentifikasi capaian, kendala, dan pelajaran yang didapat.
3. Penyusunan Program Kerja 2026
Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025, rapat kemudian membahas dan merumuskan arah serta prioritas program kerja untuk tahun 2026. Program kerja yang disusun diharapkan lebih terstruktur, inklusif, dan berdampak luas bagi pelayanan dan umat di Kabupaten Badung.

4. Evaluasi dan Revisi Kepengurusan
Rapat juga membahas struktur kepengurusan MPUK Badung. Pembahasan ini bertujuan untuk menyesuaikan struktur organisasi dengan kebutuhan dan tantangan pelayanan ke depan, demi efektivitas dan efisiensi yang lebih baik.
5. Warnasari (Saran dan Masukan)
Sesi ini memberikan ruang bagi seluruh peserta rapat untuk secara aktif menyampaikan masukan, gagasan, kritik konstruktif, serta harapan bagi pengembangan dan kemajuan pelayanan MPUK Badung ke depannya.
6. Penutup
Setelah seluruh agenda selesai, acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk dokumentasi dan mempererat keakraban. Rapat kemudian berakhir secara resmi dan dilanjutkan dengan makan siang bersama.
Rapat evaluasi dan perencanaan ini merupakan agenda rutin tahunan yang sangat vital. Tujuannya tidak hanya untuk mengevaluasi capaian dan kekurangan tahun lalu, tetapi lebih jauh untuk menyusun rencana kerja yang lebih matang dan visioner. Dengan semangat tema yang diusung, MPUK Badung berkomitmen untuk terus memperkuat persekutuan, baik secara internal maupun dengan pemerintah dan masyarakat luas, sehingga benar-benar dapat menjadi berkat bagi sesama dan berkontribusi aktif dalam pembangunan, khususnya di bidang kerohanian, di wilayah Kabupaten Badung. (MCB)
KALI DIBACA

