
Denpasar, Wartaglobalbali.id – Rabu, 14 Januari 2026 menjadi malam yang istimewa bagi umat Kristiani di Kota Denpasar. Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Kota Denpasar sukses menggelar Perayaan Natal Akbar yang mengusung semangat inkulturasi mendalam, memadukan sukacita Natal dengan keindahan dan kearifan budaya lokal Bali. Acara bertajuk “Gema Natal dalam Lintasan Etnik dan Budaya” dengan sub tema “Natal Ring Jagat Bali” ini berlangsung khidmat dan meriah di Darma Negara Alaya, Denpasar Utara.
Acara dibagi dalam dua bagian utama. Refleksi Natal (18.30-19.55 WITA) mengawali malam dengan suasana kontemplatif melalui pujian, renungan, penyalaan lilin, dan doa bagi bangsa. Penampilan musik angklung menambah nuansa khas Nusantara. Sesi kedua, Christmas Celebration (19.55-20.45 WITA), diisi dengan sambutan-sambutan penting dan pertunjukan seni budaya.
Renungan Kontekstual dan Laporan Ketua Panitia
Dalam renungannya yang berangkat dari Yohanes 4:13-14 dan Lukas 2:1, Pdt. Dr. Novi Hans Maki, M.Th., Penasehat PGPI Provinsi Bali, menekankan bahwa Natal adalah peristiwa kasih sejati Allah bagi seluruh dunia, melibatkan segala suku dan budaya. Natal membawa terobosan, sebagaimana dialami perempuan Samaria.

Ketua PGPI Kota Denpasar sekaligus Ketua Panitia, Pdt. Norita Megawaty Napitupulu, M.Th., dalam laporannya mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru. Beliau menyatakan komitmen PGPI sebagai rekan pemerintah dalam mendukung program pembangunan. “Kami siap menjadi rekan dan partner pemerintah serta mendukung program-program pemerintah,” ujarnya. Ia juga melaporkan bahwa sejak dilantik November 2024, kepengurusan PGPI Kota Denpasar telah melengkapi seluruh administrasi, berkegiatan sosial dan terdaftar dengan baik di KESBANGPOL.
Sambutan Penuh Makna dari Tokoh Masyarakat dan Pemerintah
Rangkaian sambutan menghadirkan pesan-pesan tentang harmoni, kebebasan beragama, dan persatuan.

*Dr. Yonathan Andre Baskoro, S.H., LL.M., M.AP. (Anggota DPRD/Penasehat PGPI Kota Denpasar) menegaskan komitmen keamanan dan kenyamanan beribadah. “Denpasar adalah kota yang aman dan nyaman untuk beribadah bersama keluarga tanpa gangguan. Tidak akan terjadi pengrusakan atau pelarangan tempat ibadah di Denpasar,” tegasnya. Ia juga mengajak semua pihak bahu-membahu mengatasi persoalan kota, seperti pengelolaan sampah.
*Ketua PGPI Provinsi Bali, Pdt. Jonathan Soeharto, S.H., M.Th., menyoroti makna Natal sebagai perayaan kasih, keharmonisan, persatuan, dan kesatuan. Ia mengungkapkan bahwa perayaan tanggal 27 Desember (setelah 25 Desember bagi umat Katolik) adalah hasil kesepakatan harmonis dengan pemerintah daerah. “Terbukti adanya keharmonisan antara umat Kristen dan pemerintah,” ujarnya.
*Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., MM., memberikan apresiasi tinggi. Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya komunikasi untuk mencegah gesekan, baik internal maupun eksternal. Ia juga mengakui kompleksitas perizinan rumah ibadah dan menekankan peran pemerintah untuk hadir memberikan solusi di tingkat akar rumput.
*Pesan Natal Wali Kota Denpasar, yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Dr. Ir. I Gusti Ngurah Eddy Mulya, S.E., M.Si., menyampaikan pesan tentang keindahan Natal yang menyatu dengan Bali. “Natal di Bali menyatu harmonis dengan tradisi lokal seperti gamelan sakral dan nyanyian rohani… Umat Pentakosta PGPI menunjukkan keadaan luar biasa melintasi batas etnis, agama, dan budaya,” bunyi sambutan tersebut. Natal disebut sebagai momentum untuk memperkuat reintegrasi sosial dan mengajak semua komponen bangsa maju bersama.

Kemeriahan Budaya dan Penutup Khidmat
Semangat “Natal Ring Jagat Bali” diwujudkan melalui penampilan seni budaya Nusantara yang memukau oleh kelompok “PANCER LANGIT”, menegaskan bahwa sukacita Natal dapat diekspresikan dalam ragam bentuk budaya lokal.
Acara yang dihadiri oleh sejumlah tamu kehormatan, Pembimas Kristen Provinsi Bali Ibu Eva Florida Simanjuntak, M.Sn., termasuk perwakilan dari Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Bapak Ida Bagus Dibya, S.E., KESBANGPOL, TNI, Polri, serta Ketua Musyawarah Pelayanan Umat Kristen Kota Denpasar (MPUK), Pdt. Betha Hasiholan Tamba, M.Th., dan para pendeta ini, ditutup dengan doa dan foto bersama. Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum rohani, tetapi juga menjadi bukti nyata kehidupan beragama yang rukun, toleran, dan berbudaya di Kota Denpasar, serta wujud kongkrit persatuan dalam keberagaman. (MCB)
KALI DIBACA

