Gerakan Rakyat Kukuhkan Kemandirian di Bali, Sahrin Hamid Temui Nelayan hingga Kader Muda - Warta Global Bali

Mobile Menu

Top Ads

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Pendaftaran Jurnalis

Klik

Berita Update Terbaru

logoblog

Gerakan Rakyat Kukuhkan Kemandirian di Bali, Sahrin Hamid Temui Nelayan hingga Kader Muda

Sunday, 1 February 2026


WartaGlobalBali.Id, Denpasar – Suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai kunjungan kerja Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid SH MH, ke Bali selama dua hari, Sabtu (31/1/2026) hingga Minggu (1/2). Kunjungan yang berpusat di Denpasar ini difokuskan pada konsolidasi organisasi serta penjaringan aspirasi langsung dari akar rumput, mulai dari nelayan, pedagang tradisional, hingga para kader muda generasi Z yang sangat antusias.

Sambutan Khas Bali dan Kunjungan ke Lapangan

Ketum Sahrin Hamid bersama tim DPP tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada pukul 08.00 WITA, Sabtu pagi. Mereka disambut langsung oleh Sekretaris DPW Bali, Ev. Maichel Benedictus (Romo Benny), beserta pengurus lainnya seperti Ibu Chandra Nur Purnamasari SH dan Ibu Alis Intan Suminar. Sambutan khas Bali berupa pengalungan bunga dan udeng (ikat kepala) tenun endek bermotif merah putih pun diberikan, sebagai simbol nasionalisme dan penghormatan terhadap budaya lokal.


Tanpa banyak beristirahat, rombongan langsung terjun ke lapangan. Pukul 09.00 WITA, Sahrin mengunjungi Kelompok Nelayan Pantai Kelan di Kedonganan. Di tengah debur ombak, terjadi dialog langsung dengan para nelayan, salah satunya dengan Pak Wayan. Nelayan tersebut mengungkapkan keluhannya tentang cuaca ekstrem yang telah berlangsung tiga bulan, menghalangi mereka untuk melaut dan mencari nafkah.

“Selama 3 bulan tidak dapat mencari nafkah, bagaimana tindakan pemerintah daerah setempat, adakah bantuan? Adakah solusi bagi nelayan yang terdampak? Intinya, adakah negara hadir untuk mereka?” ujar Sahrin Hamid merefleksikan poin-poin penting dari keluhan tersebut, menekankan komitmen Gerakan Rakyat untuk menyuarakan persoalan riil rakyat kecil.

Kunjungan dilanjutkan ke Pasar Badung Denpasar pukul 10.00 WITA untuk bertemu dan mendengarkan langsung aspirasi para pedagang tradisional.

Sosialisasi dan Konsolidasi: Kemandirian sebagai Fondasi

Puncak acara berlangsung pada siang hingga sore harinya di Restoran Mira Baliku, Jl. Tantular No.18, Denpasar Timur. Dalam acara Silaturahmi & Sosialisasi dengan para pengurus DPW, DPD, dan DPC Gerakan Rakyat se-Bali (14.30 – 16.30 WITA), Sahrin Hamid memaparkan visi-misi partai secara detail.


Dialog interaktif yang hangat terjalin antara Ketum dan peserta. Sahrin secara gamblang menjelaskan AD/ART, filosofi desain logo Gerakan Rakyat yang diciptakan oleh seniman muda Bali, Putu Angga (Seniman Bocah), serta pilar utama partai yaitu, 
Panca Dharma (religiusitas, nasionalisme kerakyatan, kersa ksatriya, kasih sayang, dan integritas moral) dan Panca Tuntas (legalitas, kapasitas, popularitas, elektabilitas, dan fasilitas).

Penegasan utama yang disampaikan Sahrin adalah prinsip kemandirian finansial organisasi. “Sejak 2023 hingga 2026 ini, seluruh kegiatan Gerakan Rakyat dibiayai secara swadaya dan patungan anggota. Bukan oleh kekuatan oligarki atau dinasti politik,” tegasnya. Gotong royong dinyatakan sebagai kekuatan dan napas partai baru ini.

Ia juga menekankan model demokrasi musyawarah untuk mufakat, di mana pimpinan di semua level berperan sebagai fasilitator, bukan otoritas tunggal.

Strategi Internal dan Jamuan Silaturahmi

Usai sosialisasi terbuka, dilanjutkan dengan Diskusi Internal dan Rapat Strategi tertutup (17.30 – 19.30 WITA) bersama Ketua DPW Bali dan pengurus inti untuk membahas langkah-langkah taktis organisasi. Malam harinya, agenda diisi dengan Jamuan Malam & Silaturahmi Luas (20.00 – 21.00 WITA), yang menjadi ajang bertemu dan berbincang dengan kader serta tokoh masyarakat Bali dari berbagai latar belakang, termasuk tokoh budaya dan kelompok muda generasi Z.

Komitmen DPW Bali

Ketua DPW Bali, Gede Oka Suanda Yudara, dalam berbagai kesempatan menyatakan kesiapan untuk menjembatani dan memperkuat struktur organisasi di Pulau Dewata. “Kami siap membentuk dan menguatkan 9 DPD (kota/kabupaten) dan 57 DPC di Bali. Kami solid bergerak dalam derap langkah untuk mewujudkan Partai Gerakan Rakyat yang kuat di Provinsi Bali,” ujarnya penuh keyakinan.

Kunjungan kerja dua hari ini ditutup dengan kepergian Sahrin Hamid dan rombongan kembali ke Jakarta pada Minggu pagi (1/2), pukul 08.30 WITA dari Bandara Ngurah Rai.

Dari serangkaian kegiatan ini, Gerakan Rakyat tidak hanya menunjukkan konsistensinya dalam membangun organisasi dari bawah dengan prinsip kemandirian, tetapi juga menyiratkan pendekatan politik baru yang mengedepankan kedekatan emosional dan penyelesaian masalah riil masyarakat. (MCB)

KALI DIBACA