Bali, wartaglobalbali.id – Senin dini hari yang seharusnya jadi penutup malam seru di sebuah bar di kawasan Pecatu, berubah jadi mimpi buruk bagi seorang turis asal Tiongkok berinisial RF. Kisahnya bukan cuma soal kehilangan ponsel, tapi juga kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri di sebuah lokasi sunyi yang dipenuhi pepohonan dan rerumputan tinggi.
Semuanya bermula di IL Salotto Bar, Jalan Labuan Sait No. 10B, Uluwatu. Senin, 23 Maret 2026, sekitar pukul 01.00 Wita dini hari, RF dan temannya, Aika, masih asyik bergaul di tempat itu. Minum, ngobrol, larut dalam suasana khas Bali yang kadang bikin lupa waktu.
Pukul 04.00 Wita, Aika memilih pulang duluan. Lelah, kata dia. RF masih bertahan sebentar sebelum akhirnya melangkah keluar. Tapi entah bagaimana, ingatan RF tentang momen setelah itu jadi blank. Saat sadar, dia sudah berada di boncengan motor, dikendarai pria tak dikenal berbaju biru gelap, melaju dalam gelap.
"Jalannya Aspal, Tapi Kenapa Bukan ke Guest House?"
Saat melaju kencang, RF perlahan mulai tersadar. Rute yang dilewatinya bukan menuju Wingsu Guest House, tempatnya menginap di Jalan Pantai Berawa, Tibubeneng, Kuta Utara. Malah, yang dia lihat di kiri-kanan adalah pepohonan dan rerumputan yang menjulang, dengan lampu jalan cuma menyala di satu sisi.
Sunyi. Sepi. Angin malam yang dingin malah bikin bulu kuduk merinding.
Motor itu akhirnya berhenti di pinggir jalan sebelah kanan. Sang pengendara memarkir kendaraannya di area rerumputan—jauh dari keramaian, jauh dari bantuan.
"Di atas rerumputan itulah," kata RF kepada penyidik Polda Bali, "aku diperkosa."
Hilang dan Luka
Setelah kejadian pilu itu, RF diantar pulang ke guest house-nya. Entah apa yang ada di benak pria misterius itu saat mengantarnya kembali. Tapi satu hal yang pasti: Iphone 14 warna ungu milik RF ikut lenyap.
Kini, kasus dugaan pemerkosaan ini tengah dalam penanganan Polda Bali. Tim penyidik masih memburu sosok pria berbaju biru gelap yang hingga kini identitasnya masih menjadi teka-teki.
Di Saat yang Sama, Ada Kasus Lain yang Juga Bikin Ngeri
Belum reda kekhawatiran publik atas kasus RF, polisi juga masih memburu pelaku pembunuhan terhadap turis Belanda di wilayah hukum Polres Badung.
Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, SH, SIK, MH, langsung bergerak cepat bersama tim Satreskrim dan Polsek Kuta Utara setelah laporan masuk pada Selasa, 24 Maret 2026.
“Kami sudah olah TKP, periksa saksi-saksi, dan lacak CCTV di sekitar lokasi. Kasus ini prioritas dan akan kami ungkap secepatnya,” tegas AKBP Joseph.
Dua kasus besar dalam waktu berdekatan ini bikin denyut keamanan Bali benar-benar diuji.
Masih ingatkah kasus serupa saat Polda Bali tengah menyelidiki kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang turis perempuan asal China berinisial YA (33) yang dilakukan oleh seorang oknum pengemudi ojek online (ojol) ? Kejadian tragis ini dilaporkan terjadi pada malam tahun baru, tepatnya tanggal 1 Januari 2025 dini hari, di kawasan hutan dekat Jalan Suluban, Uluwatu, Kuta Selatan. Kasus tersebut sampai berita ini ditulis belum ada titik terangnya.
Antara Fakta dan Firasat
Buat anak muda sekarang, jalanan sepi di Bali jam 4 dini hari bukan cuma soal kurang penerangan. Tapi ada rasa lain yang bikin dag-dig-dug. Apalagi kalau lihat cerita RF yang tiba-tiba kehilangan ingatan, terbangun di boncengan motor tak dikenal, lalu berakhir di tengah rerumputan gelap dengan lampu jalan cuma satu sisi.
Ada yang bilang ini modus kejahatan terencana. Ada yang bisik-bisik soal hal-hal mistis yang kadang menyelimuti kasus-kasus semacam ini. Tapi satu hal pasti: dalam kasus RF, tak ada yang tahu pasti apa yang terjadi di antara saat dia keluar dari bar dan saat dia sadar sudah di atas motor.
Polisi masih bekerja. Tapi sampai pelaku tertangkap, semua yang membaca cerita ini cuma bisa berharap: jangan sampai jadi korban berikutnya.
Dan mungkin, buat yang sering keluar dini hari di Bali—coba lebih sadar lagi. Karena kadang, bahaya tak selalu datang dari hutan atau jurang. Kadang dia datang dari orang yang boncengkan kita pulang, padahal kita sendiri tak pernah naik motornya. (MCB)
KALI DIBACA

