Bukan Sekadar Cantik! Forum PUSPA Badung Ubah Hidup Perempuan Desa Dalung Lewat Sanggul Bali dan Make Up, Langsung Bisa Cuan - Warta Global Bali

Mobile Menu

Top Ads

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Pendaftaran Jurnalis

Klik

Berita Update Terbaru

logoblog

Bukan Sekadar Cantik! Forum PUSPA Badung Ubah Hidup Perempuan Desa Dalung Lewat Sanggul Bali dan Make Up, Langsung Bisa Cuan

Wednesday, 13 May 2026

Foto : Forum Penguatan Perempuan (PUSPA) Kabupaten Badung bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali 
BADUNG, wartaglobalbali.id – Di tengah gempuran budaya asing dan tuntutan ekonomi keluarga yang kian berat, sebuah gerakan kecil namun berdampak besar baru saja diluncurkan di sebuah balai desa di Kuta Utara. Pada Rabu (13/5/2026), suasana Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Perbekel Desa Dalung, Badung, berubah total menjadi lokasi glam up yang penuh semangat.

Forum Penguatan Perempuan (PUSPA) Kabupaten Badung bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali, mengguncang keras sektor pemberdayaan perempuan dengan menggelar pelatihan sanggul dan tata rias yang nendang abis. Bukan sekadar dandan-dandanan biasa, acara ini dirancang untuk mencetak para perempuan desa jadi pebisnis kreatif yang siap bersaing, sekaligus menjadi benteng terakhir pelestari budaya Bali.

Dari Hobi Ngadepin Cermin Jadi Ladang Uang

Bayangkan, 20 peserta perempuan yang hadir bukan hanya diajari make up dasar hingga level profesional. Mereka juga dibekali skill sakti merias sanggul Bali—mahkota kebanggaan budaya Pulau Dewata yang selama ini identik dengan para mangku atau pengantin.

"Pelatihan ini bukan cuma bikin muka kinclong. Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat ekonomi rumah tangga. Perempuan di Dalung sekarang punya senjata baru: kuas make up dan sisir sanggul," tegas Ni Nyoman Cahayawati, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Hak Perempuan (PPHP) Dinsos P3A Provinsi Bali, dengan mata berbinar.

Foto : 20 peserta perempuan yang hadir bukan hanya diajari make up dasar hingga level profesional merias sanggul

Menurut Cahayawati, kemampuan merias wajah dan menata sanggul Bali sangat dibutuhkan dalam setiap upacara adat di Bali. "Ini kebutuhan harian masyarakat Hindu. Dari baby shower, potong gigi, hingga pernikahan. Kalau ibu-ibu Dalung sudah jago, mereka bisa dibayar mahal untuk jasa rias. Itu namanya cuan sambil nguri-uri budaya," imbuhnya.


Kolaborasi Maut, Bukan Sekadar Proyek Seremonial

Yang membuat program ini beda dan layak viral adalah bahwa ini bukan proyek abal-abal. Pelatihan ini adalah hasil kolaborasi multi-pihak yang solid: Pemerintah Provinsi Bali, Forum PUSPA Provinsi, Forum PUSPA Kabupaten Badung, hingga Pemerintah Desa Dalung.

Ketua Forum PUSPA Kabupaten Badung, Ni Nyoman Ayu Suarthini, blak-blakan menyebut bahwa ini baru permulaan. "Kami tidak berhenti di pelatihan rias. Setelah ini, kami sasar anak disabilitas dan masyarakat kurang mampu. Juga kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Klinik Putu Parwata untuk urusan kesehatan. Ibu-ibu harus sehat dulu biar semangat usaha," ujarnya dengan penuh semangat.

Foto : Ketua Forum PUSPA Kabupaten Badung, Ni Nyoman Ayu Suarthini,

Bahkan, Ayu Suarthini sudah membeberkan rencana brilian berikutnya: pelatihan memasak massal. "Bayangkan kalau ibu-ibu Badung bisa masak enak dan merias cantik? Mereka bisa buka jasa catering atau wedding organizer sendiri. UMKM Bali bakal meledak!"

Perbekel Dalung Angkat Bicara: Ini Solusi Nyata!

Tak mau ketinggalan, Perbekel (Kepala Desa) Desa Dalung yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan rasa bangganya. "Desa Dalung sangat terhormat dipilih sebagai lokasi. Ini bukan sekadar pelatihan, ini adalah solusi nyata untuk perempuan kami. Mereka bisa membantu kegiatan adat di desa, sekaligus mendapat pemasukan," ungkapnya.

Acara yang ditutup dengan peragaan busana dan hasil riasan ini pun menjadi ajang unjuk gigi. Wajah-wajah para peserta yang sebelumnya terlihat biasa saja, setelah digarap oleh tangan-tangan terampil yang baru saja dilatih, berubah bak artis ibukota. Sesi foto bersama pun tak terhindarkan, membanjiri media sosial dengan tagar #PerempuanBadungBerdaya.

Pesan Moral: Jangan Cuma Jago Nge-Make Up, Jago Juga Ngatur Duit

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, Forum PUSPA juga mengingatkan bahwa pemberdayaan perempuan harus holistik. Mereka telah memiliki program pendampingan, arisan, hingga bantuan untuk ibu dan anak, termasuk anak panti asuhan.

Pesan dari acara ini jelas: Perempuan Bali tidak boleh hanya menjadi objek cantik dalam sebuah upacara, tapi harus menjadi subjek ekonomi yang menggerakkan roda keluarga dan desa.

Dengan berakhirnya acara yang ditutup ucapan terima kasih dari Ketua Forum PUSPA kepada seluruh pihak, satu hal yang pasti: gelombang perubahan untuk perempuan Badung telah dimulai dari sebuah ruang rapat sederhana di Desa Dalung. Dan ini, baru awal dari segalanya. 

#SanggulBaliBerkarya #PerempuanBadungHebat #PUSPAViral #EkonomiKreatifBali

(MCB)

KALI DIBACA