Denpasar, wartaglobalbali.id – Gerakan politik anyar di Bali mulai berdentum. Partai Gerakan Rakyat (PGR) yang lahir dari rahim relawan pejuang perubahan di Pilpres 2024, kini mulai merapatkan barisan di Pulau Dewata. Namun yang bikin penasaran, apa langkah pertama mereka? Bukan deklarasi gegap gempita, melainkan ngopi bareng aparat intelkam Polda Bali. Keren, kan?
Sowan ke Polda Bali: Politik Santuy, Kamtibmas Aman
Suasana hangat dan penuh guyub terpancar di Warung Be Sanur, Jalan Tantular Barat, Denpasar Timur. Jumat siang (22/5) kemarin, petinggi DPW PGR Bali bertatap muka dengan jajaran Subdit 1 Bidang Politik dan Intelkam Polda Bali. Tak ada tegang-tegangan. Justru ini bukti bahwa partai baru ini ingin main clean, sportif, dan pro-keamanan.
Ketua DPW PGR Provinsi Bali, I Gede Oka Suanda Yudara, dengan tegas menyatakan komitmen partainya
“PGR di Bali berkomitmen menjadi wadah politik yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan nasional, serta menghormati budaya dan kearifan lokal masyarakat Bali sebagai bagian dari identitas bangsa,” tegas Oka di depan pengurus yang hadir dan Intelkam Polda Bali.
Lebih nendang lagi, partai ini secara gamblang menolak politik identitas dan intoleransi. Di era serba sara ini, PGR ingin menghadirkan politik sejuk dan inklusif. Gas!
Bangun Struktur dari Bawah, Target Guncang Panggung Nasional
Jangan bayangkan PGR langsung gebyar deklarasi besar-besaran. Saat ini mereka masih dalam masa konsolidasi total. Struktur pengurus hingga tingkat kecamatan se-Bali sedang disusun. Langkah ini dilakukan super matang demi mengawal agenda politik nasional ke depan.
Oka menambahkan, “PGR hadir sebagai partai nasionalis yang terbuka untuk seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, atau golongan. Kami ingin politik yang membangun.”
Pernah Jadi Tulang Punggung Anies, Kini Beranjak Jadi Partai
Satu fakta yang bakal bikin publik melek: PGR lahir dari transformasi gerakan relawan yang dulu solid mendukung Anies Baswedan pada Pemilu Presiden 2024. Ya, para pejuang perubahan itu kini resmi membentuk kendaraan politik bernama Partai Gerakan Rakyat.
Diakui langsung oleh Sekretaris Wilayah DPW PGR Bali, Ev. Michael Benedictus (akrab disapa Romo Benny), bahwa basis relawan Anies di Bali tergolong besar dan kuat. Modal sosial inilah yang menjadi fondasi awal lahirnya PGR di pulau seribu pura.
“Kami hadir untuk membuka ruang partisipasi politik yang sehat dan konstruktif. Buat kader-kader dan masyarakat Bali yang haus perubahan, PGR adalah rumah baru,” ujar Romo Benny.
Dukungan Penuh untuk Adat dan Budaya Bali
Nah, yang bikin partai ini makin simpatik di mata warga Bali adalah komitmen mereka yang bulat untuk mendukung penuh Polda Bali dalam menjaga kamtibmas. Namun lebih dari itu, PGR bertekad ikut serta melestarikan adat dan budaya Bali yang sudah mendunia, tetap dalam bingkai NKRI. Filosofi “Tri Hita Karana dan Menyame Beraya” serta semangat Bhinneka Tunggal Ika benar-benar diusung.
Para Petinggi yang Hadir & Rencana Deklarasi
Dalam pertemuan strategis tersebut, tampak hadir beberapa ketua DPD PGR tingkat kabupaten, antara lain dari Tabanan, Klungkung, Buleleng, Badung, Jembrana, Gianyar dan Denpasar. Mereka kompak menyatakan siap menggerakkan mesin partai.
Satu bocoran lagi: Begitu legalitas partai secara nasional rampung 100%, PGR Bali akan langsung menggelar deklarasi resmi dan meriah. Bisa jadi ini akan jadi panggung politik paling dinanti di Pulau Dewata.
Partai baru, Ideologi Pancasila, tapi gaya baru. PGR Bali tidak datang dengan gebrakan instan, tapi dengan silaturahmi, gotong royong, dan komitmen menjaga Bali. Jika konsistensi ini terjaga, jangan kaget jika PGR menjadi pemain kejutan di pemilu-pemilu mendatang.
Keep watching, Bali! Politik santuy nan adiluhung mulai digerakkan. Jangan sampai ketinggalan, pantau terus hanya di Warta Global Bali. (MCB)
KALI DIBACA

