Agenda PGPI Kota Denpasar! 228 Hamba Tuhan Hadiri Seminar, “Jadwal Akhir Zaman” Dibukakan Pdt. Jusuf BS: “Tuhan Tak Pernah Kerja Mendadak!” - Warta Global Bali

Mobile Menu

Klik

Raning Taxt Berita

Memuat berita...

More News

logoblog

Agenda PGPI Kota Denpasar! 228 Hamba Tuhan Hadiri Seminar, “Jadwal Akhir Zaman” Dibukakan Pdt. Jusuf BS: “Tuhan Tak Pernah Kerja Mendadak!”

Monday, 5 October 2026


Poto Istimewa 
DENPASAR, wartaglobalbali.id – Senin 5/10/2026, Suasana GBI KRC (Kuta Rock Center), Jl. Nakula Timur No. 77, Kuta, Bali, Senin (5/10/2026) pagi hingga sore, benar-benar berbeda dari biasanya. Bukan konser, bukan pula acara politik. Namun 228 peserta dari berbagai denominasi gereja di Bali memadati ruang seminar untuk membahas topik yang selama ini dianggap sensitif sekaligus mengguncang rasa penasaran: Jadwal Akhir Zaman.

Seminar Akhir Zaman yang digelar PGPI (Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia) Kota Denpasar ini mendadak menjadi magnet rohani. Pasalnya, narasumber yang dihadirkan bukan sembarang orang. Ia adalah Pdt. dr. Jusuf B.S., Gembala Sidang GTI (Gereja Tabernakel Indonesia) Bukit Zaitun Surabaya, sekaligus tokoh pendiri pengajaran dan pelayanan Tulang Elisa — sebuah pelayanan yang dikenal tajam membedah nubuatan Alkitab.

Amos 3:7 dan Daniel 12:4: Kunci yang Dibukakan Secara Bertahap

Dalam paparannya yang berlangsung lebih dari lima jam, Pdt. dr. Jusuf B.S. menyoroti dua ayat yang menjadi fondasi utama pengajaran akhir zaman: Amos 3:7 dan Daniel 12:4.

“Sungguh, Tuhan ALLAH tidak melakukan sesuatu pun tanpa memberitahukannya kepada hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi.” (Amos 3:7)

“Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.” (Daniel 12:4)

Menurut narasumber, Tuhan tidak pernah bekerja secara mendadak. Ia selalu memberitahukan rencana-Nya secara bertahap sebelum melaksanakannya. Karena itu, umat percaya diingatkan untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut membagikan pengetahuan yang telah diterima agar semua dapat mempersiapkan diri menghadapi akhir zaman dan kedatangan Tuhan.

“Seminar ini bertujuan memperkuat kesiapan rohani dan pemahaman umat terhadap wahyu yang telah dibukakan secara bertahap, sehingga setiap individu dapat mengambil bagian dalam persiapan tersebut,” tegas Pdt. Jusuf dalam sesi yang disambut antusias oleh peserta.

“Jangan Khawatir, Tapi Belajar dengan Berhikmat”

Ketua PGPI Provinsi Bali, Pdt. Jonathan Soeharto, S.H., M.Th., C.Med., yang juga Gembala GPdi Getsemani Kuta, memberikan dukungan penuh terhadap acara ini. Ia menegaskan bahwa situasi akhir zaman sebenarnya ditujukan kepada semua umat Kristen, namun para pemimpinlah yang harus lebih dulu dibekali.

“Ya Puji Tuhan, hari ini PGPI Kota Denpasar telah memberikan satu apresiasi yang baik, di mana kita mengerti situasi zaman pada hari ini. Kita satu. Hanya pelaksanaannya sebagai organ organisasi kita berbeda, tetapi semua satu tujuan. Pelajaran akhir zaman ini terlalu banyak multitafsir. Nah, tafsiran-tafsiran inilah yang harus kita pelajari dengan berhikmat. Sehingga kita tahu situasi kita sekarang dan kita nggak perlu khawatir,” ujar Pdt. Jonathan Soeharto dengan tegas.

Ketua PGPI Denpasar: “Kami Sangat Bangga!”

Ketua PGPI Kota Denpasar, Pdt. Norita Megawaty Napitupulu, M.Th., tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Saat diwawancarai wartaglobalbali.id, ia mengungkapkan bahwa seminar ini merupakan bagian dari agenda utama PGPI Kota Denpasar.

“Saya bersyukur untuk acara tanggal 5 Oktober 2026 ini. Seminar ini adalah bagian dari program kami, dan secara khusus tentang akhir zaman. Kami juga bersyukur buat narasumber kita, Bapak Pendeta Dokter Yusuf B.S., yang boleh memberikan materi yang cukup luar biasa,” ujarnya.

Yang membuat bangga, lanjut Norita, peserta yang hadir bukan hanya dari warga PGPI saja, melainkan juga dari aras-aras lain, bahkan senior-senior seperti Pdt. Arifin dan Pdt. Firmanyo turut menyupport acara tersebut.

“Tentunya materi ini membawa kita, seluruh hamba-hamba Tuhan, seperti yang dikatakan Bapak Ketua PGPI Provinsi Bali, bahwa memang ini memperlengkapi para leader, hamba-hamba Tuhan, gembala-gembala yang ada di Denpasar, bahkan Bali. Terima kasih juga buat Ketua PGPI Provinsi Bali yang mensupport, dan organisasi lain seperti MPUK Kota Denpasar dan Bali Partnership. Kiranya melalui acara ini hamba-hamba Tuhan semakin diperlengkapi tentang akhir zaman, supaya semua juga boleh mengerti kembali kepada pengajaran Alkitab — Back to Bible,” tandasnya.

Gembala Senior GPT Baithani Denpasar: “Usia 84 Tahun, Tapi Semangatnya Membara!”

Angin rohani di GBI KRC Kuta semakin terasa ketika Gembala Senior GPT Baithani Denpasar, Pdt. Dr. Osiyo Firmanyo Otniel, M.Th., angkat bicara. Ia membuka fakta mengejutkan di balik kehadiran narasumber yang membuat 228 hamba Tuhan itu betah duduk berjam-jam.

“Pendeta dr. Jusuf BS, yang berusia 84 tahun, diundang oleh PGPI untuk memberikan materi di Bali,” ujarnya penuh rasa hormat.

Menurut Pdt. Firmanyo, di usia yang tak lagi muda, Pdt. Jusuf masih tampil dengan semangat membara dan penyampaian yang tajam. Bahkan, ia menyebut kehadiran sang narasumber sebagai bukti bahwa panggilan Tuhan tidak mengenal kata pensiun.

Kemurahan Tuhan Ada Batasnya!

Dalam pemaparannya, lanjut Pdt. Firmanyo, materi yang disampaikan Pdt. Jusuf berfokus pada satu hal yang sangat krusial: pentingnya berjaga-jaga menghadapi akhir zaman.

“Disampaikan bahwa kemurahan Tuhan ada batasnya, sehingga kesempatan harus dimanfaatkan secara maksimal,” tegasnya.

Kalimat itu seolah menjadi tamparan halus bagi setiap peserta. Bahwa selama ini banyak orang Kristen hidup dalam zona nyaman, menganggap waktu masih panjang, padahal pintu kasih karunia bisa saja tertutup tanpa diduga.

Generasi Muda, Ini Panggilanmu!

Yang menarik, penekanan khusus diberikan kepada generasi muda. Pdt. Firmanyo mengungkapkan bahwa Pdt. Jusuf sangat ingin anak-anak muda memahami arti kesiapsiagaan rohani.

“Penekanan diberikan kepada generasi muda agar memahami pentingnya kesiapsiagaan rohani,” jelasnya.

Di tengah derasnya arus dunia digital, hiburan, dan gaya hidup modern, pesan ini menjadi oase di padang gurun. Generasi muda diajak untuk tidak tertidur, melainkan bangkit menjadi generasi yang melek nubuatan.

Ajakan: Taat Firman, Dipimpin Roh Kudus

Di penghujung pernyataannya, Pdt. Firmanyo menyampaikan seruan yang menyentuh:

“Ajakan untuk semakin taat pada firman Tuhan dan dipimpin oleh Roh Kudus dalam menyongsong kedatangan Tuhan kedua kali.”

Seruan ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian seminar. Bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi mengubah hidup. Bukan hanya tahu jadwal, tetapi siap menyambut Sang Mempelai.

Rundown Padat, Peserta Tak Bergerak dari Kursi

Sejak pukul 07.00 WITA, panitia dan relawan telah bersiap. Registrasi ulang dimulai pukul 08.00 dengan kopi, teh, dan kudapan. Acara dibuka oleh MC, dilanjutkan doa pembukaan oleh Pdt. Dr. Otniel Firmanyo Osiyo, M.Th. (Gembala senior GPT Baithani Denpasar), dan sambutan dari Gembala Senior GBI Rock Lembah Pujian, Pdt. Dr. Ir. Timotius Arifin Tedjasukmana, M.Th.

Ibadah pujian oleh Tim PAW dan Musik menggetarkan ruangan sebelum masuk ke Sesi 1 – Jadwal Akhir Zaman (09.15–10.30). Setelah istirahat, Sesi 2 – Pendalaman Materi (10.55–12.05) kembali mengguncang pemahaman peserta. Doa persembahan, pujian, dan foto bersama menjadi jeda sebelum makan siang.

Puncaknya, Sesi 3 – Pendalaman Materi, Tanya Jawab, dan Konklusi (13.20–14.45) menjadi ajang diskusi panas namun berhikmat. Peserta tampak enggan melewatkan setiap detail penjelasan.

Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari Ketua PGPI Kota Denpasar, pujian dari Tim PAW dan Musik, serta doa penutup oleh Pdt. Jonathan Soeharto, S.H., M.Th., C.Med., CPLA. Salam perpisahan dari MC dan panitia menutup rangkaian acara pada pukul 15.00 WITA.

Potensi Viral: “Back to Bible” Jadi Trending

Yang menarik, seruan “Back to Bible” yang disampaikan Pdt. Norita berpotensi menjadi magnet viral di kalangan umat Kristen Indonesia terutama di Bali. Ditambah lagi, topik “Jadwal Akhir Zaman” yang dibedah dengan pendekatan nubuatan Amos dan Daniel, membuat seminar ini bukan sekadar acara rutin, melainkan sebuah panggilan rohani untuk bangkit dari tidur panjang.

Dengan 228 peserta dari berbagai denominasi, kehadiran senior-senior gereja, serta dukungan lintas organisasi seperti MPUK Kota Denpasar, Bali Partnership, seminar ini membuktikan bahwa isu akhir zaman bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan dipelajari dengan iman dan hikmat.

Dengan tambahan pernyataan dari Gembala Senior GPT Baithani Denpasar, lengkaplah sudah gambaran bahwa Seminar Akhir Zaman di Kuta bukan sekadar acara tahunan. Ini adalah terompet rohani yang ditiup di atas pulau Bali — memanggil semua umat untuk bangun, berjaga, dan kembali kepada Alkitab. (MCB)
Memuat konten...