Natal: Perayaan Natal IKB Ita Esa Bali yang digelar di Ballroom Hotel Mahogany, Mumbul, Nusa Dua, Sabtu (3/01/2025).MANGUPURA
6/1/2025 WartaGlobalBali. Id
Natal bagi Ikatan Keluarga Besar (IKB) Ita Esa Bali bukan sekadar perayaan tahunan. Lebih dari itu, Natal menjadi momentum untuk “pulang” ke kasih, kebersamaan, dan kekeluargaan di tengah kehidupan tanah rantau. Nuansa itu terasa kuat dalam perayaan Natal IKB Ita Esa Bali yang digelar di Ballroom Hotel Mahogany, Mumbul, Nusa Dua, Sabtu (3/01/2025).
Puluhan Kepala Keluarga (KK) tergabung dalam anggota Ikatan Keluarga Besar Ita Esa Bali hadir, merajut kembali suka dan duka dalam balutan iman serta persaudaraan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti seluruh rangkaian acara, mencerminkan semangat Natal sebagai perayaan kasih dan pengharapan.
Ketua IKB Ita Esa Bali, Afrit Matheos Bonik Ingunau, menegaskan bahwa iman Kristen tidak pernah bertumbuh secara individual. Iman, kata dia, tumbuh dalam persekutuan dan kebersamaan sebagai satu tubuh Kristus. “Iman Kristen tidak pernah berdiri sendiri. Ia bertumbuh dalam persekutuan orang percaya, dalam kebersamaan yang saling menguatkan. Natal menjadi momentum untuk kembali merasakan kasih itu,” ujarnya.
Kemeriahan Natal semakin terasa melalui berbagai hiburan yang ditampilkan, dan disaksikan beberapa tokoh masyarakat bahkan ada juga pejabat pemerintahan Kabupaten Badung. Penampilan anak-anak menjadi salah satu momen paling menyentuh, menghadirkan keceriaan sekaligus pesan mendalam tentang makna Natal sebagai waktu berbagi kasih dan kebahagiaan. Panitia juga menyiapkan beragam kids activities yang dirancang khusus, mulai dari aktivitas kreatif hingga permainan interaktif bertema Natal.
Seluruh rangkaian dikemas ramah keluarga dan aman bagi anak-anak. Tak hanya itu, perayaan juga diisi dengan kegiatan Christmas berbagi yang dikemas melalui tukar kado antar anggota dari puluhan kepala keluarga. Program tersebut menjadi simbol nyata solidaritas dan kepedulian sesama perantau di tanah Bali. “Perayaan Natal ini kami rancang sebagai momen kebersamaan yang hangat, bukan hanya bagi keluarga besar Ita Esa Bali, tetapi juga sebagai wujud berbagi kasih. Natal adalah tentang kepedulian,” imbuh lelaki sapaan Bonik.
Sebagai komunitas perantau, IKB Ita Esa Bali menyadari tantangan sosial yang dihadapi anggotanya, mulai dari tekanan ekonomi, dinamika kehidupan di daerah tujuan, hingga stigma negatif yang kerap dilekatkan kepada warga NTT. Karena itu, Ita Esa mengambil peran sebagai wadah pembinaan dan pencegahan, bukan pembenaran terhadap perilaku menyimpang.
Prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” terus ditanamkan kepada seluruh anggota. Setiap individu diingatkan untuk menghormati adat, norma, dan masyarakat setempat, menjaga sikap, serta tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun mencederai nama baik komunitas.
Selama 12 tahun keberadaannya, IKB Ita Esa Bali konsisten menjadi ruang internal yang memperkuat solidaritas, menumbuhkan tanggung jawab, dan mendorong anggotanya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. “Kami tidak mencari sorotan, tidak mengejar pengaruh, dan tidak membangun identitas melalui konflik,” tegas Afrit.
Ia juga menegaskan bahwa setiap tindakan individu yang bertentangan dengan hukum, moral, dan etika bukanlah representasi Ita Esa. Sebaliknya, Ita Esa hadir untuk saling mengingatkan dan membina secara internal agar seluruh anggota tetap berjalan dalam nilai-nilai yang disepakati bersama.
Perayaan Natal tahun ini kian istimewa karena dirangkai dengan sukacita ulang tahun ke-12 IKB Ita Esa Bali. Momentum tersebut menjadi penanda perjalanan panjang organisasi dalam menjaga iman, persaudaraan, dan identitas keluarga besar Ita Esa di Pulau Dewata.
“Natal ini menjadi pengingat bahwa sejauh apapun merantau, selalu ada tempat untuk pulang ke kasih, ke iman, dan ke keluarga,” pungkas Bonik. ()
KALI DIBACA

