
BADUNG, WARTAGLOBALBALI.ID – Awan malam dan denting hati remaja nyaris merenggut nyawa di Jembatan Tukad Bangkung, Senin (5/1). Sebuah aksi nekat percobaan bunuh diri atau "Ulah Pati" berhasil digagalkan dalam sebuah operasi penyelamatan yang diawali oleh laporan sang pacar sendiri.
Pelaku berinisial IKM (20), warga Tianyar Barat, Karangasem, diduga hendak melompat dari tepian jembatan tertinggi di Bali setinggi 71,14 meter itu. Motivasi di balik aksinya disebut-sebut bermula dari gejolak asmara. IKM dilaporkan mengalami tekanan batin setelah menyaksikan pacarnya sedang bersama pria lain.
Namun, ironisnya, justru sang pacar yang menjadi pahlawan dalam kisah nyaris tragis ini. Melalui layanan darurat 112/110, perempuan tersebut melaporkan kekhawatirannya, yang kemudian diteruskan ke jajaran kepolisian. Respons cepat pun digelar.
Personel Polsek Petang bersama Bhabinkamtibmas setempat bergerak cepat menuju lokasi. Sekitar pukul 21.30 WITA, mereka berhasil menemukan dan mengamankan IKM yang saat itu sendirian di jembatan. Alat transportasi yang digunakan IKM, sebuah skuter Vespa warna putih tanpa pelat nomor, turut diamankan.
"Korban berhasil kami evakuasi dari tepi jembatan. Kondisinya sedang labil secara emosional. Kami lakukan pendekatan persuasif untuk menenangkannya," jelas seorang sumber di Polsek Petang, Selasa (6/1).
Setelah situasi terkendali, IKM dibawa ke Mapolsek Petang untuk proses pendataan dan pembinaan. Keluarganya di Karangasem segera dihubungi. Upaya penyelamatan berakhir dengan kelegaan ketika pihak keluarga datang menjemput IKM pada pukul 00.10 WITA. Remaja itu kemudian diserahkan kepada keluarga untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut.
Titik Hitam yang Berulang
Insiden ini menambah panjang daftar kelam Jembatan Tukad Bangkung sebagai lokasi favorit percobaan bunuh diri. Padahal, sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Badung telah memasang pagar pengaman dan pembatas di sepanjang jembatan.
Berdasarkan catatan, setidaknya sudah delapan kali peristiwa serupa terjadi di lokasi yang sama. Sebagian besar berhasil digagalkan berkat kewaspadaan dan respons cepat aparat keamanan serta warga sekitar.
"Fenomena ini mengindikasikan bahwa pencegahan bunuh diri tidak hanya soal pembangunan fisik seperti pagar, tetapi juga memerlukan perhatian serius terhadap kesehatan mental masyarakat, terutama remaja dan dewasa muda yang rentan terhadap tekanan emosional," ungkap seorang psikolog dari Denpasar, Dr. Ni Luh Putu S., saat dikonfirmasi terpisah.
Kasus IKM kembali menyoroti pentingnya peran sistem dukung sosial, termasuk keluarga dan pasangan, serta akses layanan darurat psikologis (119) yang masih perlu lebih disosialisasikan. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan perilaku atau indikasi yang mengarah pada tindakan membahayakan diri.
(MCB/Wartaglobalbali.id)
Kontak Bantuan:
- Layanan Darurat Polisi: 110
- Layanan Darurat Medis & Kebakaran: 112/119
- Layanan Konseling & Pencegahan Bunuh Diri (Kementerian Kesehatan): 119 ext. 8
KALI DIBACA

