
WartaGlobalBali.id, BANGLI – Sampai kapan Bali harus jadi "tanah bebas" bagi bule-bule bermasalah yang bertindak seolah kebal hukum? Jalanan tenang di Desa Kayubihi, Bangli, Jumat (5/6) pagi berubah mencekam bak adegan film aksi Hollywood. Sebuah Toyota Raize merah bernopol DK 1369 FBG yang dikemudikan dua warga negara Rusia melaju ugal-ugalan, nekat menabrak warga, termasuk seorang nenek pedagang bubur, demi kabur dari kepungan aparat!
Aksi brutal dua bule berinisial SK (39) dan KK (51) ini bukan kriminal biasa. Mereka adalah target operasi kelas kakap jaringan narkotika internasional yang sudah lama diburu tim gabungan BNN RI dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Namun, bukannya menyerah, kedua buronan ini malah memilih aksi nekat yang hampir merenggut nyawa rakyat kecil.
Rakyat Kecil Jadi Korban Kebrutalan Bule
Menurut informasi yang dihimpun oleh WartaGlobalBali.id, pelarian kedua bule itu dimulai sejak dari Pelabuhan Gilimanuk. Mobil mereka yang melesat dari arah Kintamani kehilangan kendali saat sadar sedang dibuntuti petugas. Tanpa rasa kemanusiaan, mereka membanting setir ke tengah keramaian di sekitar SMKN 2 Bangli, menabrak sejumlah pengguna jalan secara membabi buta.
Nasib nahas menimpa Ni Wayan Sudarmi (71), seorang nenek pedagang bubur yang tengah berjualan pagi itu. Tubuh rentanya terpental keras akibat hantaman mobil. Ia harus dilarikan ke RSUD Bangli dengan luka parah di kedua lutut. Tidak cukup satu korban, tiga warga lokal lainnya—Ni Nengah Koplin, I Wayan Sudiana, dan Ni Ketut Sadri—yang sedang asyik mengendarai motor juga ikut dihantam hingga luka-luka.
"Sadis sekali, Pak. Mereka (bule) itu kaya gila. Padahal jalannya sepi, tapi mereka sengaja tancap gas," ujar seorang saksi mata yang masih syok.
Akhir Perjalanan: Dihujani Timah Panas!
Aparat gabungan yang sudah membuntuti sejak jauh hari tak tinggal diam. Melihat aksi pelaku yang makin membabi buta dan mengancam nyawa masyarakat, tembakan peringatan dilepaskan ke udara. Namun kedua bule Rusia itu mengabaikannya. Mereka terus tancap gas, seolah tak peduli dengan nyawa siapa pun.
Polisi pun akhirnya mengambil tindakan tegas dan terukur: hujan timah panas menghantam kendaraan pelaku di Jalan Danau Buyan, Desa Kayubihi. Ban mobil pecah, kaca berhamburan, dan laju Raize merah itu akhirnya berhenti total. Kedua bule langsung diringkus di tempat tanpa perlawanan trengginas.
Mereka langsung digiring ke Polres Bangli sebelum diserahkan ke BNN RI untuk penyidikan lebih lanjut. Kabid Pemberantasan BNNP Bali, Kombes Pol Stevy F. Pattiasina, membenarkan penangkapan dramatis ini. Ia mengatakan kedua WNA itu merupakan bagian dari jaringan peredaran narkoba internasional yang sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).
"Ini adalah peringatan keras untuk semua WNA yang bermain di Bali. Tidak ada tempat yang aman bagi kartel narkoba. Kami akan tindak tegas, bahkan dengan tembakan terukur jika mengancam keselamatan rakyat," tegas Kombes Stevy.
Publik Geram: Minta Pemiskinan dan Hukuman Mati, Bukan Deportasi!
Kasus ini langsung memicu gelombang kemarahan di media sosial. Tagar #BuleNarkoba, #DaruratNarkoba, dan #TembakDiTempat menjadi trending di berbagai platform. Warga Bali dan netizen nasional mendesak pemerintah untuk berhenti hanya mendeportasi bule bermasalah.
"Deportasi itu hukumannya terlalu manis. Mereka harus diadili di Indonesia, dipenjara di Nusakambangan, lalu hartanya disita untuk korban! Jangan ada ampun untuk kartel narkoba!" tulis akun @baliberdikari.
Publik juga menyoroti celah hukum yang kerap dimanfaatkan WNA untuk bersikap seolah kebal hukum di Bali. Tuntutan tegas mengalir: pemiskinan aset, hukuman maksimal (mati atau seumur hidup), serta evaluasi total pengawasan turis asing di Pulau Dewata.
Fakta Cepat Kasus:
· Pelaku: SK (39) & KK (51), WN Rusia, anggota jaringan narkoba internasional.
· Lokasi penangkapan: Jalan Danau Buyan, Desa Kayubihi, Bangli.
· Korban: Ni Wayan Sudarmi (71), luka lutut parah; tiga warga lain luka-luka.
· Tindakan aparat: Tembakan peringatan diabaikan → timah panas ke kendaraan.
· Status saat ini: Ditahan Polres Bangli, akan diserap ke BNN RI.
Bali butuh tindakan super tegas, bukan lagi sekadar simpati pada turis bermasalah!
Pantau terus berita terupdate dari WartaGlobalBali.id untuk perkembangan kasus ini. (MCB)
#BuleNarkoba #PenangkapanBule #BNNRI #BuleUgalUgalan #DaruratNarkoba #WartaGlobalBali #TembakDiTempat
KALI DIBACA

