Dipimpin Jro Bima, Partai Perindo Bali Restorasi Tugu Amartha yang Terbengkalai dan Salurkan Bantuan Kursi Roda - Warta Global Bali

Mobile Menu

Top Ads

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Pendaftaran Jurnalis

Klik

Berita Update Terbaru

logoblog

Dipimpin Jro Bima, Partai Perindo Bali Restorasi Tugu Amartha yang Terbengkalai dan Salurkan Bantuan Kursi Roda

Saturday, 28 February 2026

BULELENG, wartaglobalbali.id – Partai Perindo Provinsi Bali menggelar aksi sosial dan kepedulian terhadap situs sejarah di Kabupaten Buleleng, Jumat (27/2/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPW Partai Perindo Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya yang akrab disapa Jro Bima ini, menyoroti kondisi memprihatinkan Tugu Perjuangan Amartha di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, yang selama ini terbengkalai.

Didampingi Ketua DPD Partai Perindo Buleleng, Made Suparjo, Pengurus DPW Partai Perindo, Ariawan Surya Librata, S.H (Ketua Bidang UMKM & Pariwisata) serta jajaran pengurus lainnya dan masyarakat setempat, Jro Bima memimpin langsung aksi bersih-bersih di kawasan monumen bersejarah tersebut. Tak hanya itu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan kursi roda kepada dua penyandang disabilitas serta pembagian sembako bagi warga yang terlibat dalam kegiatan sosial ini.

Tugu Bersejarah yang Terlupakan

Dalam sambutannya di hadapan warga Desa Patas, Jro Bima mengaku terkejut saat mengetahui keberadaan Tugu Amartha yang merupakan simbol perlawanan rakyat Gerokgak terhadap agresi Belanda tahun 1948.

"Saya baru mengetahui bahwa di Desa Patas ini terdapat monumen perjuangan yang menyimpan sejarah heroik. Namun saya sangat prihatin karena kondisinya sangat memperihatinkan dan nyaris terlupakan," ungkap Jro Bima.

Pria yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Bali ini menegaskan bahwa kehadiran Partai Perindo di lokasi tersebut bukan semata-mata agenda politik, melainkan bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai sejarah dan perjuangan para pahlawan.

"Ini adalah panggilan hati. Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan merawat simbol-simbol perjuangan agar tidak hilang ditelan zaman," tegasnya.


Sejarah Heroik di Balik Tugu Amartha

Berdasarkan penelusuran sejarah setempat, Tugu Amartha dibangun pada tahun 1975 di atas tanah yang dulunya merupakan rumah milik Pak Amat Doyot. Lokasi ini menjadi markas perlawanan masyarakat Gerokgak terhadap penjajahan Belanda.

Peristiwa heroik terjadi pada 13 Februari 1948, tepat tengah malam, ketika pasukan Belanda yang dikenal dengan sebutan "Pasukan Gajah Merah" melakukan penyergapan mendadak ke markas perjuangan tersebut. Pertempuran sengit pun tak terelakkan.

Pimpinan pasukan pejuang kemerdekaan Kecamatan Gerokgak saat itu, Bapak Sanusi dari Patas dan Bapak Gusti Ngurah Parta dari Sukasada, memimpin perlawanan meskipun dalam kondisi terkepung. Namun, serangan mendadak tersebut menewaskan tiga orang pejuang, yaitu Jubad asal Desa Pengastulan, I Ketut Nadia asal Desa Gerokgak yang gugur di tempat, serta I Gusti Nyoman Mimba asal Gerokgak yang mengembuskan napas terakhir keesokan harinya dalam perjalanan menuju pengobatan.

Atas pengorbanan para pahlawan tersebut, masyarakat sepakat mengabadikan rumah Amat Doyot menjadi Tugu Perjuangan sebagai simbol perlawanan rakyat Gerokgak terhadap penjajah.

Komitmen Perjuangkan Tugu Amartha

Di hadapan puluhan warga yang hadir, Jro Bima menyatakan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan Tugu Amartha sebagai ikon sejarah yang membanggakan masyarakat Gerokgak.
"Saya berjanji akan memperjuangkan tugu ini menjadi monumen yang layak dan membanggakan. Ini adalah warisan sejarah yang harus kita jaga bersama," ucapnya penuh semangat.

Senada dengan Jro Bima, Ketua DPD Partai Perindo Buleleng, Made Suparjo, juga menyuarakan keprihatinan yang sama. Ia menegaskan bahwa Partai Perindo akan serius memperjuangkan revitalisasi tugu tersebut jika memiliki wakil di DPRD nantinya.

"Ketika Partai Perindo Buleleng memiliki wakil-wakilnya di DPRD, maka tugu ini akan menjadi prioritas untuk kita perjuangkan. Kita akan tata dan rawat agar menjadi kebanggaan masyarakat Gerokgak," janji Made Suparjo.

Penghormatan Terakhir dan Bagi-bagi Sembako

Usai melakukan aksi bersih-bersih, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan apel penghormatan kepada para pejuang yang gugur. Dipimpin langsung Jro Bima, seluruh peserta hening sejenak mendoakan arwah para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan.

Sebagai penutup, Partai Perindo membagikan puluhan paket sembako kepada masyarakat yang terlibat langsung dalam kegiatan bersih-bersih. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif warga dalam merawat situs sejarah.

Bantuan Kursi Roda untuk Warga Kurang Mampu

Sebelum menuju lokasi Tugu Amartha, rombongan Jro Bima terlebih dahulu menyambangi dua lokasi berbeda untuk menyalurkan bantuan kursi roda. Penyerahan pertama dilakukan di Dusun Banjar Sekar, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, kepada Dewa Made Mahayadnya (25 tahun) yang mengalami kelumpuhan sejak kecil.

Selanjutnya, Jro Bima juga menyerahkan kursi roda kepada Putu Budiawan, warga Kecamatan Seririt yang mengalami patah tulang akibat kecelakaan bermotor. Bantuan ini disambut haru oleh para penerima dan keluarganya yang selama ini kesulitan mobilitas.

Aksi sosial Partai Perindo di Buleleng ini menjadi bukti nyata kepedulian partai terhadap nilai sejarah sekaligus kemanusiaan. Dengan semangat gotong royong, diharapkan Tugu Amartha tak lagi terbengkalai dan menjadi saksi bisu perjuangan yang terus hidup di hati masyarakat Gerokgak. (MCB)

KALI DIBACA
Memuat konten...