Medan, wartaglobalbali.id – Ada yang bilang, jalan hidup manusia itu bak roller coaster. Naik turun. Tapi untuk pasangan Andi Hakim Febriansyah (42) dan istrinya, Camelia Rosa (43) , roller coaster mereka ternyata berakhir di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Kualanamu. Bukan untuk naik haji lagi, melainkan untuk "check in" ke sel tahanan.
Senin (30/3/2026), pasangan yang masuk dalam daftar pencegahan (cekal) ini baru saja turun dari pesawat Malaysia Airlines MH860 dari Kuala Lumpur. Belum sempat menghirup udara Medan dengan lega, tim Passenger Analysis Unit (PAU) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan sudah lebih dulu memasang algoritma "sapa-sapa, eh ternyata ini buronan".
Petugas imigrasi yang sudah standby dengan senyum khas "selamat datang di Indonesia" langsung menghampiri. Setelah dipastikan identitasnya cocok dengan daftar cekal, mereka langsung diamankan. Bukan oleh keluarga yang menjemput, tapi oleh tim Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut.
Modus Alá Juragan: "Pembaruan Dokumen" yang Bikin Gereja Nangis
Kasus ini bermula dari laporan Muhammad Camel, pimpinan Cabang BNI Rantauprapat, pada 26 Februari 2026. Andi, yang kala itu menjabat sebagai kepala kas Bank BNI Unit Aek Nabara, diduga menggelapkan dana jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Labuhanbatu.
Angkanya? Siap-siap pegang kursi. Rp 28 Miliar!
Dengan santai, Andi meminta dokumen kepemilikan dana jemaat dengan alasan "pembaruan administrasi". Jemaat yang polos percaya, mungkin mengira uang mereka akan lebih aman. Eh, begitu dokumen berpindah tangan, Andi justru resign dari pekerjaannya pada 18 Februari 2026.
Beres-beres? Bukan. Kabur!
Dari Australia ke Tanah Suci: Gaya Hidup Tersangka Kelas Atas
Begitu laporan masuk ke polisi, Andi diketahui sudah kabur ke Australia. Tapi di tengah statusnya sebagai buronan, beredar kabar yang bikin publik geleng-geleng: Andi dan Camelia sempat pergi umroh ke Tanah Suci.
Iya, umroh. Naik pesawat. Ke Mekkah. Dengan uang yang katanya hasil "nilep" uang jemaat gereja.
Netizen langsung berseliweran berkomentar:
"Umroh pakai duit hasil tipu jemaat gereja? Waduh, ini salibnya merah, kakbahnya kebingungan."
"Dia pergi umroh, tapi di belakang ada jemaat gereja yang nangis kehilangan Rp 28 M. Beda keyakinan, tapi sama-sama harus bertanggung jawab!"
Pengejaran Lintas Negara, Tapi Akhirnya Nyangkut di Kandang Sendiri
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut akhirnya menetapkan Andi sebagai tersangka pada 13 Maret 2026. Mereka pun berkoordinasi dengan Divhubinter Polri, Interpol, dan Australian Federal Police (AFP) untuk memburu pasangan ini di Australia.
Namun entah karena rindu sambal terasi Medan atau merasa sudah aman, pasangan ini memilih pulang. Dan ternyata, Imigrasi sudah lebih dulu memasang status "Tidak Boleh Masuk" alias cekal.
Begitu mendarat, lagu "Welcome to Indonesia" berubah jadi "You Are Under Arrest."
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, mengonfirmasi bahwa rumah milik tersangka dan beberapa aset lainnya sudah diamankan.
"Untuk penyitaan tidak mudah. Kami masih mendalami lagi apakah aset ini hasil kejahatannya atau bukan. Tetapi aset rumah sudah diamankan," ujar Ferry dengan nada diplomatis nan tegas.
Imigrasi Medan: Bukan Cuma Stempel Paspor, Tapi Juga Penegak Hukum
Kepala Kantor Imigrasi Medan, Uray Avian, menjelaskan bahwa keberhasilan penangkapan ini adalah buah dari koordinasi cepat dengan aparat penegak hukum.
"Kami memastikan setiap individu yang terindikasi dalam daftar pencegahan ditindaklanjuti sesuai prosedur. Anggota kami di TPI Kualanamu menunjukkan komitmen serta integritas dalam melaksanakan tugas," tegas Uray.
Pesan moral dari kisah Andi dan Camelia:
Jangan pernah coba-coba kabur pakai duit rakyat, apalagi sampai umroh dulu. Karena pintu masuk Indonesia itu dijaga bukan cuma sama petugas, tapi juga sama keadilan. Dan keadilan itu nggak kenal liburan.
Kini Andi dan Camelia menikmati "paket wisata" baru: ruang tahanan Polda Sumut, dengan menu spesial "interogasi ala reskrim" tanpa fasilitas umroh.
Salam dari wartaglobalbali.id:
Selamat menjalani proses hukum, ya. Semoga ke depannya, kalau mau umroh, pakai uang sendiri yang halal. Bukan uang jemaat gereja yang dipercayakan kepada Anda. 🙏
(MCB)
KALI DIBACA

