MERIAH! HUT ke-52 GPdI Bali & 1 Tahun Gedung Baru Getsemani Kuta: Dibangun Pemerintah, Diresmikan dengan Toleransi Nyata - Warta Global Bali

Mobile Menu

Top Ads

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Pendaftaran Jurnalis

Klik

Berita Update Terbaru

logoblog

MERIAH! HUT ke-52 GPdI Bali & 1 Tahun Gedung Baru Getsemani Kuta: Dibangun Pemerintah, Diresmikan dengan Toleransi Nyata

Wednesday, 13 May 2026

Foto : Fellowship HUT ke-52 GPdI Bali dan Ucapan Syukur 1 Tahun Gedung Baru GPdI Getsemani Kuta, Rabu (13/5/2026)

KUTA, wartaglobalbali.id – Ada yang lebih dahsyat dari sekadar perayaan ulang tahun di balik kemeriahan Fellowship HUT ke-52 GPdI Bali dan Ucapan Syukur 1 Tahun Gedung Baru GPdI Getsemani Kuta, Rabu (13/5/2026).

Di balik pujian, potong tumpeng, dan doa syafaat untuk Pdt. Jonathan Soeharto yang ke-55 tahun, tersimpan sejarah panjang perjuangan hukum, hibah luar biasa dari pemerintah, serta bukti nyata toleransi umat beragama di kawasan wisata Kuta.

Artikel ini mengupas tuntas latar belakang gereja yang viral tersebut.

1. Latar Sejarah & Status Hukum: Berdiri 1974, Izin Permanen Sejak Zaman Pdt. Soeharto

Berdasarkan dokumen sejarah yang diperoleh wartaglobalbali.id, GPdI Kecamatan Kuta pertama kali berdiri pada tahun 1974. Awalnya, jemaat beribadah dengan mengontrak rumah toko sederhana di kawasan Legian. Baru pada tahun 1979, bangunan fisik pertama didirikan di atas tanah milik almarhum Pdt. Soeharto.

Yang menarik, gereja ini sudah memiliki izin resmi permanen dari Pemerintah Kabupaten Badung sejak era kepemimpinan sebelumnya. Izin tersebut lahir atas permintaan mendiang Pdt. Soeharto yang saat itu aktif menjembatani komunikasi antarumat beragama di Kuta.

"Setelah Pdt. Soeharto berpulang, jemaat secara bulat meminta saya meneruskan. Dan saya menjalankan pelayanan ini bukan sebagai proyek pribadi, tapi sebagai amanat umat dan keluarga," ujar Pdt. Jonathan Soeharto, S.H., M.Th., C.Med. , gembala sidang saat ini sekaligus putra kandung almarhum.

Status hukum yang kuat dan akar sejarah yang panjang inilah yang membuat GPdI Getsemani Kuta tidak pernah mengalami gesekan berarti di tengah mayoritas umat Hindu Bali.

2. Proses Pembangunan: Bukan Uang Tunai, Tapi Hibah Fisik dari Pemkab Badung

Yang mengejutkan publik, bangunan gereja tiga lantai yang megah saat ini bukan dibangun dengan uang kas gereja atau sumbangan jemaat semata.
Gereja menerima hibah berupa bangunan fisik —bukan uang tunai— dari Pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati Giri Prasta dan Ketua DPRD I Putu Parwata (yang kini menjabat Ketua Dewan Kehormatan DPRD Badung).

Foto : Sambutan tuan rumah sekaligus Gembala sidang GPdi Getsemani Kuta, Pdt. Jonathan Soeharto, SH, M.Th., C.Med.,bersama Istri tercinta 

Pelaksanaan pembangunan dilakukan sepenuhnya oleh instansi pemerintah dan rekanan dari Cipta Karya. Gereja hanya menyiapkan lahan dan mengurus perizinan tambahan.

Menurut jadwal teknis, gedung direncanakan setinggi tiga lantai. Sampai saat ini, lantai tiga sudah selesai dan difungsikan sebagai tempat ibadah utama. Lantai satu dan dua masih dalam tahap penyelesaian.

"Ini bentuk keberpihakan negara kepada rumah ibadah yang benar-benar memenuhi syarat. Kami tidak menerima uang tunai. Kami menerima tembok, semen, dan struktur beton. Itu lebih berharga," tegas Pdt. Jonathan.

3. Soft Opening 13 Mei 2025 & Hari Jadi ke-52 (13 Mei 2026)

Gereja yang sempat vakum renovasi total itu mulai digunakan kembali secara terbatas pada 13 Mei 2025 —dikenal jemaat sebagai momen soft opening.

Setahun kemudian, tepat hari Rabu (13/5/2026), jemaat merayakan HUT ke-52 GPdI Bali sekaligus Ucapan Syukur 1 Tahun pemakaian gedung baru. Dua momen besar dalam satu tarikan napas.

Pantauan di lokasi, suasana kian semarak karena progres pembangunan yang belum 100% justru menjadi simbol perjalanan iman yang masih berproses.

4. Harapan ke Depan: Pemerintah Diminta Selesaikan 100%

Meski gedung sudah digunakan, air mata haru masih mengalir saat jemaat melihat lantai satu dan dua yang masih berupa konstruksi.
Oleh karena itu, pengelola gereja menyampaikan harapan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Badung:

"Karena pembangunan belum 100% selesai dan gedung ini adalah milik umat (bukan milik pribadi), kami berharap pemerintah dapat menyelesaikan seluruh tahapan pembangunan sesuai perencanaan awal. Tentu tetap mengikuti prosedur birokrasi dan administrasi yang berlaku. Kami tidak minta istimewa, kami minta diteruskan," ungkap salah satu pengurus MD GPdI Bali.

Foto ; Sambutan Ketua Badan Kehormatan DRPD Kabupaten Badung Dr. Drs. I Putu Parwata, MK.,M.M.

Harapan ini langsung disambut baik oleh Dr. Drs Putu Parwata, MK., M.M. yang hadir dalam acara tersebut.

"Saya dengar langsung aspirasinya. Kami dari DPRD Badung akan mendorong Pemkab untuk menyelesaikan sisa pembangunan. Ini aset bersama untuk toleransi," ujar Putu Parwata di sela-sela potong tumpeng.

5. Simbol Toleransi Nyata di Kuta

Satu hal yang tidak bisa dilupakan: GPdI Getsemani Kuta bersebelahan dengan Masjid Al Mujahidin dan bermuka langsung dengan Puri Jero Jaba Kuta. Menurut Pdt. Jonathan, selama puluhan tahun tidak pernah terjadi konflik dan inilah yang dikenal "Menyame Beraya" dalam budaya masyarakat Bali.

"Inilah bukti toleransi beragama yang nyata di Kuta. Bukan sekadar spanduk atau pidato. Kami saling menghormati, bahkan pinjam tempat parkir saat hari raya masing-masing," tutupnya.

Puncak Acara: Potong Tumpeng Bersama Pejabat dan Tokoh Lintas Lembaga

Selepas ibadah, suasana berubah menjadi semarak parade ucapan syukur. Puncak acara celebration adalah momen potong tumpeng bersama.

Dengan penuh kekompakan, Pimpinan GPdI Bali, jajaran MD GPdI Bali, serta jajaran tamu kehormatan secara simbolis memotong tumpeng. Mereka yang ikut dalam momen bersejarah itu antara lain:

· Dr. Drs Putu Parwata, MK., M.M. (Ketua Dewan Kehormatan DPRD Badung)
· Ketua MPUK Kota Denpasar
· Perwakilan Bali Partnership
· Pengurus PGPI Bali
· Pengurus MPUK Badung
· HIPAKAD Bali
· Perwakilan Magnum Estate Internasional

Tepuk tangan bergemuruh saat tumpeng pertama diserahkan kepada tamu kehormatan sebagai simbol rasa syukur atas satu tahun berdirinya gedung baru yang representatif.

Sebuah Gereja yang Dibangun Negara, Dirindukan Umat

GPdI Getsemani Kuta bukan hanya tempat ibadah. Ia adalah monumen sejarah, bukti sinergi gereja-pemerintah, dan ikon toleransi Bali yang mendunia.

Dari tahun 1974, izin permanen 1979, hibah fisik era Bupati Giri Prasta, soft opening 2025, hingga HUT ke-52 yang viral 2026 — semuanya bercerita tentang iman yang bertemu dengan kebijakan publik yang adil.

Pesan redaksi: Semoga pembangunan lantai 1 dan 2 segera rampung. Karena rumah ibadah yang layak adalah hak konstitusional setiap warga negara. (MCB)

Penulis: Tim Investigasi WartaGlobalBali.id
Editor: Redaksi
Lokasi: GPdI Getsemani Kuta – Bali
Hak Cipta © 2026 – WartaGlobalBali.id
#ToleransiNyata #GPdIBali52 #GetsemaniKutaViral

KALI DIBACA