Sentuhan Kasih Manggala Taksu Agung untuk Umat Hindu di Kaki Gunung Raung dan Alas Purwo - Warta Global Bali

Mobile Menu

Top Ads

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Pendaftaran Jurnalis

Klik

Berita Update Terbaru

logoblog

Sentuhan Kasih Manggala Taksu Agung untuk Umat Hindu di Kaki Gunung Raung dan Alas Purwo

Monday, 9 March 2026
Foto : Kunjungan spritual dan sosial ke pelosok Banyuwangi Jawa Timur oleh Organisasi Sosial Keagamaan Manggala Taksu Agung Bali, 8 Maret 2026 dipimpin Jro Gede Widhi 

BANYUWANGI, wartaglobalbali.id – Organisasi sosial keagamaan, Manggala Taksu Agung, menggelar kunjungan spiritual dan sosial (simakrama) ke wilayah pelosok Banyuwangi, Jawa Timur, pada akhir pekan lalu. Kegiatan yang berlangsung pada 8 Maret 2026 ini menyasar umat Hindu yang berada di kawasan Alas Purwo dan lereng Gunung Raung, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap eksistensi umat Hindu di luar Pulau Bali.


Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Manggala Taksu Agung, Jro Gede Widhi. Ia mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari rasa haru melihat keteguhan umat Hindu setempat dalam mempertahankan keyakinannya di tengah berbagai keterbatasan.

"Kami merasa terketuk untuk membantu saudara-saudara kita di sini. Saya melihat sendiri bagaimana mereka tumbuh dari hati, memiliki semangat luar biasa, bahkan berinisiatif membangun tempat suci secara mandiri di wilayah mereka," ujar Jro Gede Widhi dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).

Dukungan Fasilitas Pendidikan dan Sarana Prasarana Ibadah

Agenda utama kunjungan adalah memenuhi undangan panitia pembangunan Pura/Pelinggih di lingkungan SMP Negeri 2 Tegaldlimo Banyuwangi. Dalam pertemuan yang dihadiri lebih dari 60 orang tua dan wali murid beragama Hindu, Manggala Taksu Agung mendengarkan secara langsung aspirasi dan hambatan dalam penyediaan fasilitas ibadah bagi para siswa di sekolah tersebut.

Foto : Memenuhi Undangan Panitia Pembangunan Pura/Pelinggih SMPN 2 Tegaldlimo Banyuwangi 

Menanggapi hal itu, Ibu Sinar, salah satu pendiri Manggala Taksu Agung, memberikan komitmen bantuan secara simbolis. Relawan Dharma Manggala Taksu Agung akan menghaturkan sejumlah sarana prasarana, meliputi:

- 1 unit Pelinggih Padma Sari;
- 1 unit Pelinggih Penunggun Karang;
- Patung Ganesha dan Patung Dewi Saraswati;
- Paket lengkap Upakara/Banten Pemlaspasan serta Piodalan;
- Pemuputan upacara oleh Ida Peranda.

Selain bantuan fisik, Ibu Sinar juga akan mempersembahkan Tarian Topeng Wali pada saat piodalan hari raya Saraswati yang jatuh pada tanggal 4 April 2026 mendatang, sebagai bentuk pengabdian suci (ngayah).

Pesan Penguatan untuk Umat di Wilayah Minoritas

Dalam arahannya, Jro Gede Widhi memberikan pemaparan mengenai tata cara pembangunan pelinggih yang sesuai dengan tuntunan sastra agama. Ia juga menyampaikan pesan penguatan mental khusus bagi umat yang hidup sebagai minoritas.

"Jangan berkecil hati menjadi minoritas. Beragama itu fokus ke dalam diri. Lakukan yadnya sesuai kemampuan dan sarana yang ada di wilayah setempat. Jangan terbebani untuk harus menjadi 'seperti di Bali'. Yang terpenting adalah penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha dan Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Foto : Paparan oleh Ketua Manggala Taksu Agung Jro Gede Widhi saat berkunjung 

Semangat gotong royong pun tampak dari kesiapan Jro Mangku Pande, penari topeng dari Manggala Taksu Agung, untuk ngayah. Pihak sekolah menyambut baik hal ini dan berkomitmen menyiapkan iringan gamelan secara mandiri oleh para guru setempat.


Rangkaian Spiritual di Situs Suci Banyuwangi

Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan kegiatan spiritual (mekemit) di Pura Alas Purwo. Keesokan harinya, tim melaksanakan persembahyangan di Pura Kawitan dan Nataran Pura Alas Purwo. Perjalanan rohani kemudian berlanjut menuju Petirtaan Beji Gumuk Kancil di lereng Gunung Raung untuk melakukan prosesi penglukatan dan persembahyangan di Pura Candi Gumuk Kancil.

Kunjungan diakhiri di Pura Sandya Dharma, yang saat ini tengah dalam proses pembangunan Wantilan. Bangunan tersebut nantinya akan difungsikan sebagai balai pertemuan dan tempat belajar agama (santi). Atas kedekatan yang terjalin, Manggala Taksu Agung menerima undangan khusus untuk hadir kembali pada piodalan yang direncanakan berlangsung pada 18 April 2026 mendatang.

Manggala Taksu Agung berharap aksi nyata ini dapat memicu semangat solidaritas di antara seluruh umat Hindu di Nusantara untuk lebih peduli terhadap keberadaan situs-situs suci serta pembinaan umat di daerah-daerah terpencil. (MCB)

KALI DIBACA