Bali, WartaGlobal.id – Dalam upaya menjalankan prinsip jurnalistik berimbang, tim WartaGlobal.id melakukan konfirmasi langsung kepada sosok Made Hiroki terkait polemik yang tengah ramai diperbincangkan publik.
Namun, upaya konfirmasi tersebut justru mendapat respons yang dinilai tidak profesional dan cenderung merendahkan peran media.
📱 Kronologi Konfirmasi
Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang diterima redaksi:
Tim WartaGlobal.id menghubungi Made Hiroki untuk meminta klarifikasi dan membuka ruang wawancara.
Media menegaskan bahwa wawancara dilakukan untuk kepentingan edukasi publik, bukan konten berbayar atau komersial.
Namun, Made Hiroki merespons dengan pernyataan:
“Semua di dunia ini engga gratis”
“Minimal media bayar aku 100 juta”
“Harga diri ku tinggi bos”
⚠️ Dinilai Merendahkan Fungsi Pers
Sikap tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik serta fungsi pers sebagai pilar demokrasi.
Dalam praktik jurnalistik:
Narasumber tidak diperkenankan meminta bayaran untuk memberikan keterangan
Media memiliki kewajiban menyajikan informasi secara akurat, berimbang, dan independen
Permintaan sejumlah uang dengan nilai fantastis tersebut justru berpotensi:
Menghambat transparansi informasi
Mengaburkan fakta kepada publik
Menimbulkan preseden buruk dalam hubungan narasumber dan media
🧭 Komitmen WartaGlobal.id
WartaGlobal.id menegaskan bahwa:
Konfirmasi dilakukan sebagai bagian dari cover both sides
Media tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik
Setiap pihak tetap diberikan ruang hak jawab secara terbuka tanpa syarat komersial
🧩 Konteks Kasus
Kasus ini sebelumnya mencuat setelah adanya polemik antara Made Hiroki dan Ni Luh Djelantik terkait unggahan di media sosial yang berujung pada langkah hukum.
📌 Penutup
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keterbukaan terhadap media merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik, terutama dalam kasus yang telah menjadi perhatian luas. Isbat/Redaksi
KALI DIBACA

