DENPASAR, wartaglobalbali.id – Hati-hati, para pengempon pura! Belakangan ini, tempat suci umat Hindu di Pulau Dewata bukan cuma didatangi buat matur piuning, tapi juga buat “belanja gratis” oleh sekelompok pria yang entah kurang sadhana atau memang lagi butuh tumbal cepat kaya.
Namun, jangan salah. Gerak-gerik maling spesialis pura ini ternyata lebih cepat dari nasi jinggo habis jam 10 malam. Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan (Densel) berhasil membungkus enam pemuda asal Probolinggo, Jawa Timur, yang diduga kuat menjadi dalang hilangnya ribuan uang kepeng kuno dan perlengkapan upacara dari sejumlah pura di Bali. Ya, mereka spesialis. Spesialis bikin gemes warga.
Kejadian bermula saat Komang Hendra Gunawan (40), warga setempat yang kaget bukan kepalang. Pada Kamis, 26 Februari 2026, sekitar jam 2 siang (14.00 WITA), dia lagi asyik di area Pura Desa Adat Penyaringan, Jalan Penyaringan, Sanur Kauh. Niat hati mau bersih-bersih hati, eh malah lihat pintu rak kaca tempat penyimpanan sarana upakara di gudang pura sudah rusak brutal. Bukan kemasukan kala, ini pasti kemasukan maling.
“Cekatan sekali ya, jam segitu saja mereka berani. Mungkin sudah paham jam segara (pantai) lagi ramai, jadi pura sepi,” sindir seorang warga pengempon yang tak mau disebut namanya.
Setelah dihitung bersama, kerugian yang dialami pura bukan main-main. Bayangkan: 1.350 buah uang kepeng kuno (uang kepeng Jepun) raib begitu saja, plus 1.200 keping tapis-tapis, 150 keping lamak salang, dan sejumlah bokor berbahan klaka. Jumlahnya? Bisa bikin pemangku pusing tujuh keliling.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, SH, MH, dengan gaya khasnya yang kalem namun tegas mengonfirmasi peristiwa tersebut berdasarkan laporan polisi Nomor: LP-B/26/II/2026/SPKT/Polsek Densel/Resta DPS/Bali.
“Awalnya laporan dari Pura Penyaringan. Tapi ternyata, modusnya sama dengan kasus pencurian di pura lain di Denpasar. Pola kejahatannya identik, makanya kami gabung,” ujar Iptu Adi kepada awak media, Selasa (21/4), sambil sesekali geleng-geleng kepala.
Polisi yang tak mau dianggap lemes langsung gerak cepat. Tim Opsnal Polsek Denpasar Selatan dibackup Jatanras Satreskrim Polresta Denpasar. Hasil penyelidikan di TKP dan keterangan saksi mengarah pada sekelompok pria asal Jawa Timur. Bukan main-main, mereka sudah punya jaringan apik.
Puncaknya, tim gabungan dibantu KP3 Gilimanuk berhasil menggebuk dua pelaku utama berinisial TO (40) dan AN (39) di kawasan Gilimanuk. Ya, Gilimanuk. Pintu keluar Bali. Artinya, mereka sudah siap kabur sambil bawa oleh-oleh ribuan uang kepeng.
Dari dua tersangka ini, polisi mengembangkan dan menangkap empat pelaku lain: CAP (34), JU (35), AH (38), dan AB (31). Total enam orang. Semua diamankan di Mapolsek Denpasar Selatan.
“Saat ini keenam pelaku sedang ‘nginap’ gratis di hotel prodeo kami. Proses hukum berjalan. Kami juga masih dalami apakah ada penadah besar atau lokasi pura lain yang jadi sasaran mereka,” tandas Iptu Adi.
Pesan dari Redaksi:
Gila juga ya, pilihannya maling pura. Mungkin mereka kira uang kepeng itu bisa dipakai buat belanja di Indomaret? Atau pikir bokor klaka itu buat wajan goreng ayam? Sabar aja deh. Di Bali, mencuri barang suci itu bukan cuma kena pasal 362 KUHP, tapi juga bisa kena getaran "Karma" yang nggak bisa diobati sama dokter. Selamat berproses, para jagoan Probolinggo. Besok-besok kalau mau cari uang, jangan di pura. Coba aja jadi YouTuber konten horor, mungkin lebih aman.
Kasus ini masih terus dikembangkan. Jangan ke mana-mana, karena siapa tahu besok malah ada pura lain yang kedatangan “tamu” lagi. (MCB)
KALI DIBACA

