DENPASAR, wartaglobalbali.id – Suasana dini hari yang biasanya sunyi di kawasan Pelabuhan Benoa, Bali, berubah menjadi pemandangan paling mengerikan sepanjang tahun ini. Dua pria ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan setelah diduga dikeroyok dan dibakar hidup-hidup oleh sekelompok orang tak dikenal, Jumat (10/4/2026) dini hari.
Bukan sekadar tewas, Diduga awak ABK kedua korban—Hisam Adnan (30) dan rekannya Egi—ditemukan dengan luka-luka sadis yang membuat nyali siapa pun meremang. Api, kayu, dan amukan massa menjadi saksi bisu malam kelam itu.
"Saya Lihat Api Membara dari Rawa..."
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 03.30 WITA di depan Restoran B. Tuna Sirip Biru, Jalan Raya Pelabuhan Benoa. Saksi kunci, Budi Listiyono (25), selamat dari maut dengan cara yang hampir mustahil.
"Kami bertiga sedang duduk santai di depan restoran. Sebelumnya kami berjalan kaki dari arah TL Pesanggaran. Tiba-tiba, dari arah selatan muncul sekitar 6-7 orang naik motor. Mereka langsung turun dan menyerang tanpa bicara sepatah kata pun," cerita Budi dengan suara bergetar.
Budi hanya bisa menyelamatkan diri dengan bersembunyi di belakang restoran. Dari balik dinding, ia mendengar teriakan histeris, pukulan membabi buta, dan kemudian—bau menyengat terbakar.
"Suara teman-teman saya minta tolong, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya terlalu takut. Setelah sunyi, saya lihat api dari kejauhan," imbuhnya.
Pecalang Temukan Tubuh Hangus di Tengah Rawa
Sekitar pukul 05.00 WITA, Ketua Pecalang Br. Pesanggaran, Wayan Diyantara, menerima laporan dari Kelian Adat bahwa ada kobaran api di area rawa depan restoran.
"Saya langsung meluncur ke lokasi. Teman saya bilang ada api, saya kira hanya sampah terbakar. Tapi saat saya dekati... Tuhan, itu manusia. Tubuhnya sudah hangus. Saya langsung merinding sekujur badan," ujar Wayan.
Dari olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Tim Inafis Polresta Denpasar, ditemukan barang-barang bukti yang membuat bulu kuduk berdiri:
· Balok kayu sepanjang 35 cm yang masih berlumuran darah.
· Botol bekas bahan bakar yang meleleh terkena panas api.
· Potongan sepatu terbakar yang diduga milik korban.
Luka-Luka Sadis: Robek, Memar, dan Terbakar
Korban Hisam Adnan (30) ditemukan dengan luka robek menganga di pelipis dan kepala bagian belakang—diduga akibat pukulan balok kayu. Tangan dan punggungnya melepuh karena terbakar.
Sementara korban kedua, Egi, ditemukan dalam kondisi tanpa baju. Bagian pinggangnya robek parah, seolah terkena benda tajam. Seluruh tubuhnya juga menunjukkan bekas luka bakar.
"Sangat mengerikan. Ini bukan sekadar keroyokan, tetapi ada unsur pembakaran hidup-hidup," ujar Aiptu Mujur D. Siregar, Pawas Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Benoa, AKP M. Said Husen, S.I.K., M.H., langsung memerintahkan timnya untuk berkoordinasi dengan Polresta Denpasar. "Kami masih memburu pelaku. Diduga mereka melarikan diri menggunakan sepeda motor," tegasnya.
Saksi Lain: "Saya Dengar Jeritan dan Gelak Tawa"
Yos Barliansyah (56), warga yang tinggal tak jauh dari lokasi, mengaku terbangun oleh suara keributan.
"Saya kira hanya tawuran biasa. Tapi saat saya lihat dari jendela, saya melihat beberapa orang sedang menyalakan api di dekat rawa. Ada suara jeritan, tapi anehnya... saya juga mendengar gelak tawa," kata Yos dengan mata menerawang.
"Setelah api membesar, mereka kabur. Saya tidak berani keluar sampai pagi," tambahnya.
Polisi Masih Buru 7 Pelaku
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan intensif. Identitas keenam atau tujuh pelaku masih dalam pengejaran. Jenazah kedua korban telah dievakuasi menggunakan ambulans ke rumah sakit untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis.
Warga sekitar diminta untuk tetap tenang dan segera melapor jika melihat hal-hal mencurigakan.
"Kami akan kejar mereka sampai ke ujung manapun. Kejahatan sadis seperti ini tidak akan kami biarkan," tutup AKP M. Said Husen.
Satu pertanyaan masih menggantung: Apa motif di balik pembunuhan sadis ini? Apakah kedua korban salah sasaran, atau ada dendam yang mengerikan?
Kawasan Pelabuhan Benoa yang biasanya ramai oleh aktivitas nelayan dan wisatawan kini menyisakan duka dan teror yang sulit dilupakan. Dua nyawa melayang dalam kobaran api dan amarah buta. Dan para pelaku... masih berkeliaran. (MCB)
KALI DIBACA

