Taruhan Final Piala Dunia 2026 Viral, Sawah 3 Hektare Dipertaruhkan: Fanatisme atau Judi? - Warta Global Bali

Mobile Menu

Top Ads

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Pendaftaran Jurnalis

Klik

Berita Update Terbaru

logoblog

Taruhan Final Piala Dunia 2026 Viral, Sawah 3 Hektare Dipertaruhkan: Fanatisme atau Judi?

Sunday, 19 July 2026

Denpasar Bali-WartaGlobal.Id
Taruhan Final Piala Dunia 2026 Viral, Sawah 3 Hektare Dipertaruhkan: Fanatisme atau Judi?
Jelang laga puncak Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina yang digelar di MetLife Stadium, Amerika Serikat, publik dihebohkan dengan kabar dua warga bernama Endrianto dan Saprudin yang disebut bertaruh sebidang sawah seluas 3 hektare dengan nilai sekitar Rp420 juta demi mendukung tim jagoannya. Laga final tersebut memang menjadi perhatian dunia dan dijadwalkan berlangsung pada Senin dini hari waktu Indonesia. 


Aksi tersebut langsung memicu perdebatan di media sosial. Sebagian menganggapnya hanya bentuk fanatisme dan candaan antarteman, sementara yang lain menilai tindakan itu sudah masuk kategori perjudian.

Secara hukum di Indonesia, apabila terdapat kesepakatan mempertaruhkan harta atau uang yang hasilnya bergantung pada kemenangan atau kekalahan suatu pertandingan, maka perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai perjudian. Besar atau kecil nilai taruhan tidak mengubah substansi hukumnya.

Namun, jika klaim taruhan itu hanya konten, candaan, atau gimik tanpa benar-benar ada kesepakatan dan penyerahan harta, maka tentu diperlukan pembuktian lebih lanjut. Penilaian akhirnya merupakan kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan fakta dan alat bukti.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana euforia sepak bola terkadang mendorong sebagian orang mengambil keputusan yang berisiko. Di tengah semangat mendukung tim favorit, publik diingatkan agar tidak terjebak pada praktik taruhan yang dapat menimbulkan persoalan hukum maupun kerugian ekonomi.

Bagaimana menurut Anda? Apakah mempertaruhkan sawah senilai Rp420 juta untuk hasil pertandingan sepak bola masih bisa disebut sekadar hiburan, atau sudah jelas merupakan praktik perjudian?

KALI DIBACA