HEBOH: Bintang Satu untuk Harga Diri: Pemilik Gym Ubud Usir Tiga Oknum IDF Israel, Google Review Malah Jadi Senjata Balik! - Warta Global Bali

Mobile Menu

Klik

Raning Taxt Berita

Memuat berita...

More News

logoblog

HEBOH: Bintang Satu untuk Harga Diri: Pemilik Gym Ubud Usir Tiga Oknum IDF Israel, Google Review Malah Jadi Senjata Balik!

Wednesday, 19 August 2026
Foto : Tiga warga negara asing (WNA) yang diduga kuat berstatus personel Pasukan Pertahanan Israel (IDF) diusir secara terang-terangan oleh pemilik gym, Ayenda Ubud Samir 
BALI, wartaglobalbali.id – Kamis 20/8, Dunia maya kembali dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan aksi tegas sekaligus kontroversial di pusat kebugaran Ayenda, Ubud, Gianyar, Bali. Tiga warga negara asing (WNA) yang diduga kuat berstatus personel Pasukan Pertahanan Israel (IDF) diusir secara terang-terangan oleh pemilik gym, Samir (32), setelah salah satu dari mereka bertingkah layaknya “raja” di negeri orang.

Peristiwa yang langsung menyulut perdebatan sengit di ruang publik ini bermula dari ulah ketiga pria tersebut yang disebut bersikap kasar kepada staf lokal gym. Samir, yang tak terima stafnya diperlakukan semena-mena, segera turun tangan.

“Mereka sendiri yang mengaku sebagai warga Israel. Saya bilang, kami tidak melayani orang Israel, IDF, dan siapa pun yang bersikap kasar kepada staf kami. Anda harus menghormati penduduk lokal yang bekerja keras,” tegas Samir dalam klarifikasinya yang juga beredar luas.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @GAZAUPDATE, ketegangan memuncak ketika Samir beradu argumen dengan salah satu dari ketiga pria tersebut. Dengan lantang, Samir melontarkan pernyataan pedas yang langsung menjadi amunisi viral: "You guys serve in IDF, so you kill babies. I have my morals, that's it!" (Kalian bertugas di IDF, jadi kalian membunuh bayi-bayi. Saya punya prinsip moral!).

Foto : Pemilik Gym Ayenda Ubud, Samir (32) 
Tak hanya sampai di situ, Samir dengan sinis menyindir status ilegal mereka di Indonesia. "You guys are not even allowed to be in this country. You come with a different passport. Be grateful I'm not involving the police!" (Kalian bahkan tidak diizinkan berada di negara ini. Kalian datang dengan paspor lain. Bersyukurlah aku tidak melibatkan polisi!) tegarnya.

Perdebatan panas itu berakhir dengan ketiga pria tersebut angkat kaki dari gym. Namun, drama baru saja dimulai. Bukannya malu dan introspeksi, ketiga oknum yang diduga membawa misi “spesial” ini justru melakukan aksi balasan yang tak kalah dramatis. Mereka berbondong-bondong membanjiri halaman Google Review Ayenda Ubud dengan ulasan bintang satu, menuduh Samir dan gym-nya rasis serta melakukan diskriminasi berbasis agama.

Tudingan miring itu sontak membuat Samir naik pitam. Dalam video lanjutan, ia membantah habis tuduhan tersebut dengan bukti rekaman yang sudah disiapkannya sejak awal. “Saya katakan tentang orang Israel dan IDF, bukan tentang agama. Tapi mereka selalu membingkainya sebagai masalah agama. Untung kami merekam semuanya karena saya tahu mereka akan berbohong,” ujar Samir dengan nada sarkastik yang menusuk.

Di tengah hiruk-pikuk perdebatan, pihak Kepolisian Sektor Ubud dan Imigrasi Kelas I TPI Denpasar dikabarkan turun tangan untuk menyelidiki kebenaran video viral tersebut. “Coba kami cek,” kata Kapolsek Ubud I Wayan Putra Antara dengan jawaban diplomatis khas birokrat. Sementara itu, warganet di media sosial terbelah. Sebagian besar mendukung tindakan tegas Samir, bahkan ada yang menyindir senator asal Bali, Arya Wedakarna, terkait aktivitas media sosialnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak imigrasi terkait identitas dan status ketiga WNA tersebut. Yang jelas, insiden di Ubud ini bukan sekadar ribut-ribut gym. Ini adalah cermin betapa sense of entitlement sebagian turis asing seringkali berbenturan dengan harga diri dan kearifan lokal. Memberi bintang satu di Google mungkin terasa membanggakan bagi mereka, tapi publik Bali sudah memberi nilai: nol besar untuk rasa hormat. (MCB) 
Memuat konten...