Narasi Pengeroyokan Pupus! Polisi Ungkap: Kadek Suparta Tewas Akibat Laka Tunggal, Bukan Dikeroyok—CCTV Jadi Bukti! - Warta Global Bali

Mobile Menu

Klik

Raning Taxt Berita

Memuat berita...

More News

logoblog

Narasi Pengeroyokan Pupus! Polisi Ungkap: Kadek Suparta Tewas Akibat Laka Tunggal, Bukan Dikeroyok—CCTV Jadi Bukti!

Wednesday, 4 November 2026
Foto : Ilustrasi AI


DENPASAR, WartaGlobalBali.id - Kamis 5/11/2026, Kasus dugaan pengeroyokan terhadap I Kadek Suparta (26) yang sempat viral di media sosial setelah diunggah oleh politikus I Nyoman Parta kini berakhir dengan suasana duka cita. Pemuda asal Karangasem yang ditemukan kritis di Jalan Bypass Ngurah Rai, Jimbaran, tersebut akhirnya mengembuskan napas terakhirnya di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, pada Rabu (4/11/2026) dini hari.


Sebelum meninggal dunia di ruang HCU, korban sempat menuturkan kepada pihak keluarga bahwa dirinya sempat menenggak minuman keras, dikerumuni orang, hingga akhirnya terbangun di rumah sakit. Pengakuan inilah yang sempat memicu narasi liar di ruang publik dan media sosial mengenai dugaan tindak pidana pengeroyokan.

Namun, kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam guna menguak tabir di balik insiden tersebut. Berdasarkan serangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP), rekaman kamera pengawas (CCTV), serta pemeriksaan medis, teka-teki insiden maut ini mulai menemui titik terang.

Polisi: Mengarah Kuat ke Kecelakaan Tunggal

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengungkapkan bahwa dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polresta Denpasar, peristiwa yang dialami korban jauh lebih mengarah pada kecelakaan lalu lintas tunggal ketimbang tindakan kriminal pengeroyokan.

"Dari hasil keterangan para saksi, kondisi korban yang mabuk, temuan serpihan di TKP, serta kerusakan berat pada kendaraan mengarah kuat pada laka lantas," ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, pada Kamis (5/11/2026).

Iptu Gede Adi menjelaskan, berdasarkan rekaman CCTV, korban diketahui sempat menenggak minuman keras bersama rekan kerjanya di kawasan Pantai Jerman, Kuta. Dalam kondisi mabuk berat, korban sempat kembali dibonceng temannya ke kos temannya di kawasan Taman Griya, Tuban, sebelum akhirnya memutuskan berkendara seorang diri di tengah cuaca malam yang gelap dan hujan deras.

Duka Mendalam

Kepolisian menyampaikan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban. "Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi masa-masa yang tak mudah tersebut," pungkas Iptu Gede Adi.

Dengan terungkapnya fakta-fakta di lapangan, kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan dan menahan diri dari penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Kasus ini menjadi pelajaran pentingnya kehati-hatian dalam berkendara, terlebih dalam kondisi cuaca buruk dan pengaruh minuman keras. Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan guna memastikan tidak ada unsur pidana lain dalam insiden tersebut. (MCB) 

No comments:

Post a Comment

Memuat konten...