
DENPASAR — WartaGlobal.Id
Upaya mengurai kepadatan lalu lintas di Bali kembali menjadi perhatian Polda Bali. Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., M.S.I., turun langsung melakukan pemantauan dan evaluasi rekayasa lalu lintas di tiga titik strategis, Selasa (3/11/2026).
Tiga lokasi yang menjadi sasaran peninjauan yakni Simpang Mertanadi Utara, Simpang Lio Kerobokan, dan Simpang Patung Kuda Tuban. Peninjauan tersebut dilakukan bersama Direktur Lalu Lintas Polda Bali dan pejabat instansi terkait.
Kegiatan ini bukan sekadar pengecekan kehadiran personel di lapangan. Pemantauan langsung diperlukan untuk melihat kesesuaian rekayasa lalu lintas dengan kondisi riil kendaraan, pola pergerakan masyarakat, serta potensi hambatan pada kawasan persimpangan.
Di Simpang Mertanadi Utara dan Simpang Lio Kerobokan, perhatian diarahkan pada efektivitas pengaturan arus kendaraan. Kedua lokasi tersebut menjadi bagian dari pemetaan untuk mengidentifikasi persoalan lalu lintas yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, di Simpang Patung Kuda Tuban, Wakapolda bersama jajaran mencermati pelaksanaan pengaturan kendaraan guna mengantisipasi potensi kepadatan dan memastikan rekayasa yang diterapkan sesuai kebutuhan lapangan.
Evaluasi Jangan Berhenti pada Peninjauan
Dalam perspektif pelayanan publik, rekayasa lalu lintas tidak cukup hanya dilakukan melalui pengalihan arus atau penempatan personel kepolisian. Kebijakan tersebut harus diukur berdasarkan hasil nyata, seperti berkurangnya antrean kendaraan, waktu tempuh yang lebih terkendali, keselamatan pengguna jalan, serta minimnya konflik arus kendaraan.
Karena itu, pemetaan tiga persimpangan strategis tersebut perlu ditindaklanjuti dengan evaluasi berkala dan indikator keberhasilan yang terukur.
Masyarakat juga membutuhkan informasi yang jelas mengenai pola rekayasa yang diberlakukan, jalur alternatif, serta kemungkinan perubahan pengaturan kendaraan agar tidak menimbulkan kebingungan di jalan.
Polda Bali menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan melalui sinergi personel kepolisian dan instansi terkait.
Ujian bagi Efektivitas Pengaturan Lalu Lintas
Peninjauan langsung Wakapolda Bali menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan rekayasa lalu lintas.
Namun, ukuran keberhasilannya tetap terletak pada dampak yang dirasakan masyarakat.
Publik tentu berharap pemetaan di Simpang Mertanadi Utara, Simpang Lio Kerobokan, dan Simpang Patung Kuda Tuban tidak berhenti sebagai agenda peninjauan, tetapi menghasilkan solusi konkret terhadap persoalan kepadatan kendaraan.
Pada akhirnya, keberhasilan pengaturan lalu lintas bukan diukur dari seberapa sering pejabat turun ke lapangan, melainkan dari seberapa efektif kebijakan tersebut memberikan kelancaran, keamanan, dan keselamatan bagi pengguna jalan.
Tim Redaksi WartaGlobal.Id
Afkan.
.jpg)