
WartaGlobalBali.Id – Horor mewarnai Pelabuhan Benoa, Jumat (10/4) subuh buta. Dua ABK, Egi Ramadan (30) dan Hisam Adnan (29), ditemukan tewas dengan luka sadis dan tubuh hangus terbakar. Bukan karam kapal, tapi mereka jadi sasaran 'party barbekyu' versi neraka!
Polisi bergerak kilat. Dalam hitungan jam, lima pelaku berinisial SA, DH, NU, DR, dan IS diringkus dari berbagai lokasi. Ada yang ditangkap sambil masih 'mabuk kepayang', ada yang leyeh-leyeh di kos-kosan Jalan Tukad Badung.
"Aksi brutal ini dipicu dendam lama plus kondisi mabuk," ungkap Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo David Simatupang. Ceritanya, korban yang juga 'mabuk berat' nekat video call ancam bunuh salah satu pelaku. Tantangan duel pun disepakati. Saat korban tiba dengan kondisi 'oleng kayak zombie', para pelaku langsung hajar habis-habisan pakai batu dan balok kayu.
Tapi bukan cuma itu... Saat korban masih meronta kesakitan, para pelaku justru menyiram bensin dan membakar mereka hidup-hidup! 'Horor level dewa' banget, kan?
Untungnya, warga sigap lapor polisi. Pelaku kini dijerat Pasal 468 KUHP baru, ancaman 10 tahun penjara. Pesan polisi: kalau ada yang ancam bunuh via video call, jangan dibalas dengan bakar orang! Laporkan saja ke 110. Daripada jadi santapan api, mending jadi saksi selamat.
"Kami apresiasi laporan cepat masyarakat. Tanpa itu, mungkin para pelaku masih pesta miras sambil tertawa puas," seloroh Kasatreskrim.
Moral cerita: Jangan main ancam-ancaman kalau perut masih mabuk, apalagi sampai main bensin. Bukan cuma nyawa melayang, 'karma'-nya kejaran polisi dalam hitungan jam! (MCB)
KALI DIBACA

