Badung, wartaglobalbali.id – Suasana sakral dan penuh kebersamaan menyelimuti Sekretariat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Mengwi, Rabu (27/5) pagi. Tepat pukul 07.00 Wita, kumandang takbir menggema, menandai dimulainya salat Idul Adha 1446 H yang diikuti oleh kurang lebih 500 jamaah dari berbagai ranting NU di wilayah Mengwi.
Bukan sekadar salat berjamaah biasa, gelaran tahun ini terasa istimewa. Sejak malam takbiran, kawasan Jalan Abianbase No. 189, Kapal, ini sudah dijaga ketat oleh aparat TNI, Polri, dan barisan Banser. Hasilnya, rangkaian ibadah berlangsung aman, khidmat, dan penuh haru.
Sambutan Nendang Ketua MWC: "Ini Rumah Kita Semua!"
Dalam sambutannya yang menggetarkan semangat jamaah, Ketua Tanfidziah MWC NU Kecamatan Mengwi, H. Muhammad Sugeng, menyampaikan apresiasi luar biasa. Ia secara khusus berterima kasih kepada perwakilan jamaah dari Puspem, Al Ikhlas, Nurul Islam, hingga Sading yang telah setia hadir.
"Lokasi ini bukan sekadar tanah dan bangunan. Ini adalah rumah bagi Nahdlatul Ulama Kecamatan Mengwi. Rumah yang mengayomi, melindungi, dan mendidik semua dengan ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah," tegas Sugeng disambut takbir jamaah.
Ia juga mendoakan agar setiap langkah kaki jamaah yang hadir dicatat sebagai amal ibadah terbaik di sisi Allah SWT. Transisi menuju pelaksanaan salat Id dan pengelolaan kurban pun berjalan mulus berkat solidnya koordinasi internal.
Laporan Panitia: 131 Hewan Kurban & Kampung Hijau Jadi Pusat Distribusi
Sekretaris panitia melaporkan, persiapan teknis ibadah kurban tahun ini terbilang masif. Total hewan kurban yang terkumpul di wilayah MWC NU Mengwi mencapai 35 ekor sapi dan 96 ekor kambing. Angka fantastis yang menunjukkan tingginya kesadaran berkurban di lingkungan NU Mengwi.
"Penyembelihan akan dipusatkan di Kampung Hijau. Kami sudah koordinasikan teknis pemotongan dan pembagian daging kurban agar tepat sasaran," ujar perwakilan panitia.
Apresiasi khusus juga disampaikan kepada para pengurus ranting, ibu-ibu Muslimat yang tak kenal lelah menyiapkan konsumsi, serta aparat keamanan yang sigap. "Doakan seluruh rangkaian ini berjalan lancar tanpa hambatan, dan menjadi amal saleh bagi kita semua," harap panitia.
Kejutan dari Wabup Badung: Satu Kambing untuk NU Mengwi
Di tengah khidmatnya acara, muncul kejutan yang membuat jamaah bersorak. Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, secara pribadi menyumbangkan seekor kambing untuk MWC NU Kecamatan Mengwi. Langkah ini disambut hangat oleh H. Muhammad Sugeng dan seluruh jamaah sebagai bentuk sinergi pemerintah dengan organisasi keagamaan.
Khotbah Membara: Kisah Keluarga Luar Biasa & Teladan Nabi Ibrahim
Rasa khusyuk memuncak saat salat Id dipimpin oleh Imam dan Khatib, Ustaz Anshori Safar, S.A.G., dari PCNU Kabupaten Badung/Denpasar Selatan, dengan bilal Bapak Misna.
Dalam khotbahnya yang menusuk kalbu, Ustaz Anshori menggugah kesadaran jamaah tentang makna pengorbanan sejati. Ia menyinggung betapa Hari Raya Idul Adha sejatinya mengingatkan setiap muslim pada "sebuah keluarga yang luar biasa."
"Siapa lagi kalau bukan keluarga Nabi Ibrahim AS, bapaknya para nabi dan rasul. Dialah teladan yang diceritakan dari masa ke masa, hingga turun kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW," ujar Ustaz Anshori dengan suara lantang.
Ia menjelaskan bahwa orang-orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah tidak akan pelit dalam berkurban. "Ketakwaan bukan hanya diukur dari darah hewan yang mengalir, tapi seberapa besar kita meneladani ketaatan Ibrahim dan kesabaran Ismail," tambahnya.
Usai salat, suasana haru masih terasa. Jamaah berpelukan, bersalam-salaman, dan bersiap menuju Kampung Hijau untuk menyaksikan prosesi pemotongan hewan kurban. Idul Adha di Mengwi tahun ini bukan hanya tentang ritual, tapi tentang kebersamaan, keteladanan, dan kejutan yang membahagiakan. (MCB)
KALI DIBACA

