Bukan Drama! Gubernur Bali Jamu 500 Pendeta dan Pengurus PGPI Usai Puasa 3 Hari, Nuansa Rumah Dinas Jaya Sabha Berubah Jadi Surga Toleransi - Warta Global Bali

Mobile Menu

Top Ads

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Pendaftaran Jurnalis

Klik

Berita Update Terbaru

logoblog

Bukan Drama! Gubernur Bali Jamu 500 Pendeta dan Pengurus PGPI Usai Puasa 3 Hari, Nuansa Rumah Dinas Jaya Sabha Berubah Jadi Surga Toleransi

Friday, 1 May 2026

Foto : Ramah Tamah Gubernur Bali bersama pendeta pendeta Interdenominasi Aras Nasional PGPI di Rumah Dinas Jaya Sabha 

Denpasar, wartaglobalbali.id – Spektakuler! Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Rumah Dinas Jaya Sabha, Denpasar, berubah menjadi “Gedung Perjamuan Kasih” yang megah. Jumat (1/5/2026), Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, bertindak sebagai tuan rumah yang luar biasa bagi 402 pendeta lintas denominasi dari 24 provinsi dalam acara Ramah Tamah Doa Puasa Ester Nasional 2026.

Bukan sekadar temu biasa, ini adalah konser toleransi level tertinggi yang membuat Indonesia terpana. Bayangkan, para pemimpin umat yang baru saja menuntaskan ibadah puasa dan penyembahan selama tiga hari (28 April – 1 Mei 2026) langsung disambut dengan kehangatan khas Bali oleh orang nomor satu di Pulau Dewata.

Sambutan Nendang dari Pimpinan Doa Ester

Ketua Doa Puasa Ester Nasional 2026, Pdt. Dr. John Ratu Tangetan (Ketua Dopen Ester Nasional), tak bisa menyembunyikan rasa haru dan terima kasihnya.

“Bapak Gubernur Koster luar biasa! Beliau memfasilitasi 402 pendeta dari 24 provinsi dengan penuh cinta. Selama tiga hari kami berdoa, memohon perkenanan Tuhan atas Bali dan Indonesia. Hari ini, kami buktikan: Damai itu nyata, sejahtera itu kepastian,” ujarnya sambil didampingi istri yang ikut naik panggung dengan pujian merdu.

PGPI Bali: Bali adalah Etalase Indonesia!

Ketua Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Provinsi Bali, Pdt. Jonathan Soeharto, SH, M.Th., C.Med., menegaskan bahwa momen ini menunjukkan magnet istimewa Bali.

Foto ; 500 pendeta Interdenominasi Aras Nasional PGPI hadir memenuhi undangan Gubernur Bali 

“Ini bukti nyata keramahan dan kemurahan hati. Bali adalah etalase Indonesia. Di sinilah toleransi bekerja tanpa ribet. PGPI siap total mengawal dan mendukung program-program Bapak Gubernur. Shalom untuk Bali!” serunya penuh semangat, disambut gemuruh 500 undangan yang hadir.

Gubernur Koster: Maaf Telat, Saya Baru dari Mayday dan Ground Breaking Besakih!

Ketika naik podium, Gubernur I Wayan Koster membuka sambutan dengan gaya khasnya yang blak-blakan dan membumi.

“Mohon maaf lahir batin, saya datang agak telat. Tadi saya baru memimpin acara Mayday di Renon, lalu langsung ground breaking Pura Besakih. Ini bentuk cinta saya untuk Bali!”

Koster lalu melontarkan pernyataan yang langsung disambut tepuk tangan meriah:

“Saya ucapkan terima kasih atas doa-doa yang mulia para pendeta. Inilah yang namanya TOLERANSI LUAR BIASA. Bayangkan, baru pertama kali dalam sejarah saya mengundang pendeta sebanyak ini di rumah dinas. Tamu asing saja lebih senang dijamu di sini daripada di hotel. Bedanya... terasa seperti keluarga.”

Kejutan Bikin Meleleh: Menu Bali dan Jamuan Cinta

Puncak kejutan adalah setelah 3 hari berpuasa, para pendeta disuguhi jamuan makan siang dengan menu ala Bali yang super mewah.

Foto : Sambutan Gubernur Bali dalam momentum Ramah Tamah 

“Silakan nikmati dengan cinta. Ini oleh-oleh dari kediaman saya. Doakan kami selama memimpin Bali,” lanjut Koster, yang langsung membuat momen makan siang berubah seperti pesta syukur keluarga besar.

Doa Syafaat dan Hiburan Meriah

Suasana haru bertambah ketika Pdt. Sontje Sorongan memimpin doa syafaat untuk Pulau Bali dan Indonesia. “Bali damai, Indonesia sejahtera. Amin!” ucapnya khusyuk.

Usai doa, gelora sukacita semakin menjadi ketika Rajapala Band mengguncang panggung dengan musik. Para pendeta bangkit bernyanyi bersama istri-istri mereka. Shalom, pujian, dan tawa bergema di seluruh sudut Jaya Sabha.

Armada Istimewa: Transportasi Dishub & Polda

Bukan main, rombongan pendeta DOPEN Nasional 2026 diangkut dengan gaya VIP menggunakan 8 unit bus Pemprov dan Dishub serta tambahan 2 unit bus dari Polda Bali. Mereka berangkat dari Hotel Infinity Jimbaran pukul 10.00 WITA dan tiba di kediaman gubernur tepat pukul 11.30 WITA.

Hikmah di Balik Momen

Acara yang juga dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, Gede Suralaga, ini menegaskan satu hal: Bali bukan hanya destinasi wisata, tapi destinasi toleransi dunia.

Ketika politik dan kepentingan sering menguji persatuan, Rumah Dinas Jaya Sabha membuktikan bahwa perbedaan adalah kekuatan. Gubernur Bali dan PGPI telah menulis sejarah baru: harmoni bukan mimpi, tapi aksi. Karena di sinilah Indonesia benar-benar rumah kita bersama. (MCB)

#ToleransiBali #DoaPuasaEster2026 #BaliDamai #GubernurKoster #PGPI #ViralToleransi

KALI DIBACA