KAPAL BALIMAN MATI MESIN DI PERAIRAN NUSA PENIDA–NUSA LEMBONGAN, 3 KRU MASIH DALAM PENCARIAN - Warta Global Bali

Mobile Menu

Klik

Raning Taxt Berita

Memuat berita...

More News

logoblog

KAPAL BALIMAN MATI MESIN DI PERAIRAN NUSA PENIDA–NUSA LEMBONGAN, 3 KRU MASIH DALAM PENCARIAN

Sunday, 13 September 2026

Poto Istimewa 

Sembilan WNA Swedia Berhasil Dievakuasi, Basarnas Kerahkan KN Arjuna dan Helikopter SGI

Bali–WartaGlobal.Id  
Operasi pencarian terhadap tiga kru kapal mancing Baliman yang dilaporkan mengalami mati mesin di perairan antara Nusa Penida dan Nusa Lembongan, Bali, masih terus dilakukan.

Hingga perkembangan terakhir yang diterima redaksi pada 13 September 2026, tiga kru yang terdiri dari dua anak buah kapal (ABK) dan seorang nakhoda masih dalam pencarian.
Informasi awal mengenai kejadian tersebut diterima Asosiasi Galangan Samudra Indonesia (AGSI) dari seorang warga Tanjung Benoa bernama Pasek.

Ketua AGSI Alif Fian Nurcahyamto, didampingi Sekretaris Umum AGSI Febri Hantari, S.H., kemudian melakukan koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait penanganan keadaan darurat di laut.
12 Orang Berada di Atas Kapal
Berdasarkan laporan awal yang diterima AGSI, kapal Baliman membawa 12 orang, terdiri dari:
9 penumpang berkewarganegaraan Swedia
2 ABK
1 nakhoda

Kapal dilaporkan mengalami mati mesin akibat kehabisan bahan bakar minyak (BBM) ketika berada di perairan antara Nusa Penida dan Nusa Lembongan.

Pihak keluarga kemudian meminta bantuan kepada pihak Bali Wahoo.
Sekitar pukul 19.00 WITA, sembilan penumpang asal Swedia berhasil dievakuasi ke darat dalam kondisi selamat.
Namun, persoalan belum selesai.
Tiga kru kapal—dua ABK dan satu nakhoda—masih berada di atas kapal dan selanjutnya menjadi fokus operasi pencarian.

Basarnas, TNI AL dan Polairud Bergerak
Menurut keterangan AGSI, sejak laporan diterima, koordinasi dilakukan dengan Basarnas, TNI AL, KSOP dan Polairud.
Pada sekitar pukul 19.30 WITA, kembali dipastikan bahwa tiga kru masih berada di lokasi.
Operasi pencarian kemudian dilakukan secara terpadu.

Penyisiran malam pertama dilaksanakan mulai sekitar pukul 21.00 WITA hingga 23.30 WITA.
Namun operasi malam tersebut akhirnya dihentikan sementara setelah bahan bakar yang tersedia untuk tim evakuasi dilaporkan tinggal sekitar 40 persen. Kondisi tersebut dinilai berisiko apabila pencarian terus dipaksakan pada malam hari.

Pencarian Dilanjutkan Menggunakan KN Arjuna
Pencarian kemudian dilanjutkan pada pagi hari.
Sekitar pukul 09.00 WITA, penyisiran dilakukan menggunakan KN Arjuna.
Namun hingga laporan perkembangan ini disusun, hasil pencarian melalui jalur laut masih belum menemukan tiga kru tersebut.

Karena pencarian laut belum membuahkan hasil, operasi kemudian diperluas melalui udara.
Helikopter SGI milik Basarnas dikerahkan untuk melakukan penyisiran dari udara.
Dengan demikian, pencarian saat ini dilakukan melalui dua pendekatan, yakni jalur laut menggunakan KN Arjuna dan jalur udara menggunakan helikopter Basarnas.


AGSI: 
Koordinasi Tidak Boleh Berhenti
Ketua AGSI Alif Fian Nurcahyamto bersama Sekretaris Umum Febri Hantari, S.H. menyatakan pihak asosiasi tetap melakukan komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder terkait.
AGSI menempatkan keselamatan manusia sebagai prioritas utama dalam pengawalan proses pencarian tersebut.

Sekretaris Umum AGSI Febri Hantari juga menyampaikan bahwa pihaknya menerima amanat dari Jro Bendesa Tanjung Benoa, I Made Wijaya, agar asosiasi terus mengawal proses pencarian.
Pesan tersebut menjadi dorongan agar koordinasi lintas-instansi tidak berhenti hanya pada tahap laporan awal.

Catatan Penting: 
Tiga Kru Belum Ditemukan
Fakta terpenting dalam perkembangan kasus ini adalah bahwa sembilan penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara tiga kru masih belum ditemukan berdasarkan informasi yang diterima hingga 13 September 2026.
Karena itu, setiap informasi mengenai keberadaan tiga kru tersebut harus menunggu hasil operasi resmi dari Basarnas dan unsur SAR yang terlibat.

Dalam situasi seperti ini, kecepatan penting. Namun akurasi jauh lebih penting.
Pencarian di wilayah perairan Nusa Penida–Nusa Lembongan juga membutuhkan koordinasi, ketepatan posisi, kondisi cuaca dan gelombang, serta dukungan armada yang memadai.
Karya Jurnalis | WartaGlobal.Id

WartaGlobal mencatat: operasi pencarian bukan sekadar persoalan menemukan kapal, tetapi menyangkut keselamatan tiga manusia yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Karena itu, publik berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai posisi terakhir kapal, kronologi hilangnya kontak atau keberadaan kapal, kondisi cuaca dan arus laut, serta perkembangan resmi operasi SAR.
AGSI menyatakan akan terus melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait hingga proses pencarian mendapatkan titik terang.

Catatan redaksi: sejumlah detail teknis mengenai posisi koordinat kapal, identitas lengkap tiga kru, kondisi kapal, waktu terakhir komunikasi, serta hasil penyisiran udara masih menunggu konfirmasi resmi dari Basarnas/instansi berwenang dan tidak akan disimpulkan sebelum terdapat keterangan resmi.

Informasi mengenai keberadaan dan kiprah AGSI di Tanjung Benoa sebelumnya juga telah diberitakan sejumlah media, termasuk mengenai Ketua AGSI Alif Fian Nurcahyamto dan Sekretaris Umum Febri Hantari, S.H.
Memuat konten...