Momen Spesial HUT ke-3 FORGAS Bali: Cek Mata Gratis hingga Seruan Keras Jaga Adat Nusantara! - Warta Global Bali

Mobile Menu

Klik

Raning Taxt Berita

Memuat berita...

More News

logoblog

Momen Spesial HUT ke-3 FORGAS Bali: Cek Mata Gratis hingga Seruan Keras Jaga Adat Nusantara!

Thursday, 10 September 2026
Foto : Pemotongan tumpeng bersama Ketua DPD FORGAS Provinsi Bali, Dr. Drs. Kadek Arya Bagiastra, S.E., S.H., M.H., di HUT yang ke-3 Rabu 9/9/2026

Denpasar, wartaglobalbali.id — Ada yang berbeda dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Gerakan Adat Senusantara (FORGAS) Provinsi Bali. Bukan sekadar seremonial, acara yang digelar di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jalan Basuki Rahmat, Denpasar, pada Rabu (9/9), sukses menyulap ruang birokrasi menjadi panggung kebudayaan yang syarat makna. Bahkan, nuansa kepedulian sosial terasa sejak kaki melangkah di pintu masuk gedung.


Cek Mata Gratis, Sentuhan Berbeda di Awal Acara

Siapa sangka, sebelum acara inti dimulai, para peserta dan tamu undangan disuguhi layanan pemeriksaan mata gratis. Bekerja sama dengan Rumah Sakit Mata Bali Mandara Provinsi Bali, panitia menyediakan fasilitas kesehatan ini di area pintu masuk. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa FORGAS tidak hanya bicara soal adat dan budaya, tetapi juga hadir untuk kesehatan masyarakat.

Foto : Bekerja sama dengan Rumah Sakit Mata Bali Mandara Provinsi Bali, panitia menyediakan fasilitas kesehatan ini di area pintu masuk

Tabuh Pendet hingga Beleganjur: Pesan Leluhur yang Menggema


Acara dimulai tepat pukul 09.00 WITA dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Suasana langsung berubah magis saat Tabuh Pendet mengiringi pembukaan, disusul penampilan tari yang menggambarkan kekayaan budaya Bali. Tidak berhenti di situ, tabuh beleganjur membahana, mengiringi pertunjukan tentang bangkitnya kesadaran untuk mempertahankan identitas budaya dan tradisi.

Setiap gerakan dan alunan gamelan membawa pesan mendalam: generasi penerus wajib mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan leluhur. Semangat Sad Kerthi Loka Bali, Hindu Dresta Bali, adat, seni, tradisi, dan budaya Nusantara menjadi roh dari seluruh rangkaian acara.

Tema Besar: Strategi Ngemargiang Sad Kerthi Loka Bali

Mengusung tema "Strategi Ngemargiang Sad Kerthi Loka Bali, Ngajegang Tradisi, Adat lan Budaya Nusantara", HUT ke-3 ini bukan sekadar perayaan. Ketua Panitia, Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd., menegaskan bahwa momen ini menjadi titik tolak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga adat, budaya, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Bali dan Nusantara.

"Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian, kehadiran, partisipasi dan peran serta seluruh undangan serta panitia. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan sukses serta menjadi momentum memperkuat kebersamaan dalam menjaga adat, tradisi dan budaya Nusantara," ujar Prof. Sri.

Pesan Keras Ketua FORGAS Bali: Jangan Kehilangan Jati Diri!

Ketua DPD FORGAS Provinsi Bali, Dr. Drs. Kadek Arya Bagiastra, S.E., S.H., M.H., dalam sambutannya tidak main-main. Ia menegaskan bahwa HUT ke-3 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam melestarikan adat Bali dan budaya Nusantara.

Yang paling menyentuh, ia menyoroti pentingnya sinergi dengan desa adat dan pengkaderan generasi muda. Menurutnya, generasi muda tidak boleh kehilangan jati diri dan melupakan warisan budaya leluhur. FORGAS, tegasnya, berkomitmen menjadi mitra pemerintah dan berbagai pihak dalam menjaga keamanan, kedamaian, serta kelestarian nilai-nilai lokal Bali.

Seluruh jajaran pengurus juga diingatkan untuk tetap kompak, santun, dan tegas dalam menjalankan tugas serta menjaga marwah organisasi.

Wagub Bali Giri Prasta: Bhinneka Tunggal Ika adalah Kekuatan Bangsa

Gubernur Bali yang diwakili Wakil Gubernur Bali, Giri Prasta, dalam sambutannya menyoroti pentingnya menjaga identitas sebagai masyarakat Nusantara di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya. Semangat Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila harus tetap menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia juga menekankan pentingnya toleransi dan kebersamaan sebagai kekuatan bangsa. Kontribusi dalam pembangunan tempat ibadah lintas agama menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dirawat melalui semangat persatuan.

"Kemajuan dan pembangunan tidak boleh membuat masyarakat kehilangan budaya serta akar tradisinya, khususnya Bali yang memiliki kekayaan spiritual dan budaya yang telah menjadi bagian penting dari identitas Nusantara," tegasnya.

Foto : Acara ini diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai unsur

250 Peserta, dari Pejabat hingga Tokoh Agama


Acara ini diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai unsur: pemerintah, DPRD provinsi dan kabupaten/kota, prajuru Majelis Desa Adat (MDA) Bali, TNI-Polri, perguruan tinggi, FKUB, organisasi kemasyarakatan, puri, warih/soroh, hingga masyarakat umum.

Sejumlah pejabat dan tokoh juga hadir, termasuk unsur Pemerintah Provinsi Bali, DPRD Bali, Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Kejaksaan Tinggi Bali, Pengadilan Tinggi Denpasar, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Korem 163/Wira Satya, Lanal Denpasar, Lanud I Gusti Ngurah Rai, FKUB, MUI, MPUK, Majelis Keuskupan Denpasar, Matakin, organisasi keagamaan, serta para rektor perguruan tinggi.

Satu Hari Penuh Semangat, Satu Komitmen untuk Nusantara

Peringatan HUT ke-3 FORGAS berlangsung selama satu hari dengan rangkaian kegiatan padat: pembukaan, pertunjukan seni budaya, sambutan tokoh, hingga kegiatan kebersamaan dan penguatan jejaring.

Melalui momentum ini, FORGAS Provinsi Bali kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong pelestarian adat, seni, tradisi, budaya, dan kearifan lokal, sekaligus membangun komunikasi serta sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.

Dari Bali, semangat menjaga warisan leluhur dan memperkuat kebudayaan Nusantara terus digaungkan. HUT ke-3 FORGAS menjadi momentum untuk merawat tradisi, mempererat persatuan, dan menjaga harmoni dalam keberagaman. (MCB) 

Memuat konten...