
Poto Istimewa : Afkan
TABANAN – Warta Global.Id
Peristiwa amuk massa yang terjadi di wilayah Baturiti, Kabupaten Tabanan, memicu gelombang kritik terhadap jajaran Kepolisian. Advokat I Made Somya Putra, SH., MH. secara terbuka mendesak pencopotan Kapolres Tabanan beserta Kapolsek Baturiti, karena dinilai gagal menjalankan fungsi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut Somya Putra, insiden yang berujung pada aksi main hakim sendiri tidak bisa dipandang sebagai luapan emosi sesaat. Ia menilai tragedi tersebut merupakan akumulasi dari lemahnya penegakan hukum, khususnya terhadap praktik tajen ilegal yang disebut telah berlangsung cukup lama.
"Hanya karena kasus pencurian ayam aduan tidak segera ditangani secara cepat, masyarakat akhirnya memilih bertindak sendiri. Ini menunjukkan hilangnya kepercayaan terhadap penegak hukum," tegas Somya.
Ia menilai aparat kepolisian tidak hanya gagal memberantas praktik perjudian tajen ilegal, tetapi juga gagal memberikan perlindungan kepada masyarakat dari tindak pidana pencurian serta tidak mampu mencegah aksi kekerasan yang terjadi di ruang publik.
Somya bahkan meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran kepolisian mulai dari Bhabinkamtibmas, Kapolsek Baturiti hingga Kapolres Tabanan. Ia juga mendorong adanya audit internal apabila ditemukan dugaan pelanggaran etik maupun penyimpangan yang berkaitan dengan praktik perjudian ilegal.
"Negara tidak boleh kalah oleh praktik perjudian maupun aksi main hakim sendiri. Jika masyarakat sudah kehilangan kepercayaan terhadap penegak hukum, maka yang lahir adalah hukum rimba," ujarnya.
Selain mendesak evaluasi terhadap aparat penegak hukum, Somya juga mengusulkan agar DPRD dan Pemerintah Provinsi Bali menyusun regulasi yang secara jelas membedakan atraksi budaya sambung ayam dalam konteks adat dan keagamaan dengan praktik perjudian tajen yang melanggar hukum.
Menurutnya, pengaturan yang tegas diperlukan agar nilai budaya tidak disalahgunakan sebagai kedok aktivitas perjudian yang berpotensi memicu konflik sosial.
Peristiwa di Baturiti kini menjadi perhatian publik setelah rekaman aksi kekerasan terhadap terduga pelaku pencurian beredar luas di media sosial. Beredarnya video tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pencegahan tindak pidana, penegakan hukum, serta perlindungan hak asasi manusia.
Afkan.
KALI DIBACA

